Author: Chintami ( Mediyanti Christin)
Judul : Breaking Dawn ( Versi Bumsso)
Genre: romantic
Cast: Kim Bum, Kim so eun, Lee Sung Min
Kim Bum ( Edward Cullen ), Kim so eun ( Bella Swan), Lee
SungMin ( Jacob), Park Shin Hye (Alice), Jang Geun Suk ( Jasper), Ji Yeon (
Rosalie), Seung Ho ( Emmett), Kim Tae Hae ( Esme), So Seong Hoon (Carlisle).
Aku sudah cukup sering mengalami peristiwa ketika aku nyaris
mati, tapi bukan berarti dengan begitu aku jadi terbiasa. Namun anehnya,
lagi-lagi aku harus berhadapan dengan kematian, dan tidak bisa mengelak
darinya.
Meski begitu kali ini sangat berbeda dari yang suda-sudah. Kau bisa melarikan diri dari orang yang kau
takuti, kau bisa melawan orang yang kau benci. Semua reaksiku siap menghadapi
pembunuh-pembunuh semacam itu, para monster, para musuh.
Tapi bila kau mencintai orang yang membunuhmu, kau tak punya
pilahan lain, bagaimana kau bisa melarikan diri?. Jika kau melakukannya berarti
mencelakakan orang yang kau cintai? Bila nyawamu satu-satunya yang harus kau
berikan untuk orang yang kau cintai, bagaimana mungkin tidak kau memberikannya?
Bila itu orang yang benar-benar kau cintai?.
>>>>>>>>>
BERTUNANGAN
Tak ada yang menatapmu, aku meyakinkan diriku sendiri. Tak
ada yang menatapmu, tak ada yang menatapmu. Tapi karena aku tidak pintar
berbohong bahkan pada diriku sendiri, aku merasa harus mengeceknya. Sambil
duduk menunggu lampu berubah hijau didepan dari salah satu dari tiga lamu merah
kota ini, aku melirik ke kanan didalam minivannya Mrs. Weber jelas-jelas berputar
menghadapku dan aku bergidik, bertanya-tanya dalam hati mengapa dia tidak
cepat-cepat memalingkan wajah atau terlihat malu. Bukankah tidak sopan menatap
orang? Ataukah aturan itu tidak berlaku terhadapku.
Lalu aku teringat bahwa jendela-jendela mobil ini hitam
pekat sehingga Mrs. Weber mungkin tidak menyadari bahwa akulah yang berada di
balik kemudi, apalagi mengetahui aku memergokinya menatapku. Aku berusaha
menghibur diri dengan kenyataan ia tidak benar-benar bermaksud menatapku
melainkan menatap mobil ini.
Mobilku, ya ampun.
Aku melirik ke kiri dan mengerang. Dua pejalan kaki tertegun
di trotoar, tidak jadi menyebrang gara-gara melongo di belakang mereka, Mr.
Marshall memandang keluar etalase toko souvenir kecilnya dengan mulut
ternganga. Yah, setidaknya ia tidak menempelkan hidungnya ke kaca etalase.
Lampu berubah hijau dan saking terburu-buru ingin kabur dari
situ, aku menginjak pedal gas tanpa berpikir seperti aku menginjak pedal gas
truk chevy tuaku untuk menjalankannya.
Mesin meraung bagaikan macan tutul sedang berburu, dan mobil
melesat begitu cepat hingga tubuhku membentur jok berlapis kulit hitam ini dan
perutku tertekan ke belakang.
“aaarrrgggghhh!” seruku kaget sementara kakiku meraba-raba
mencari rem. Sambil menenangkan diri kusentuh pelan pedal rem.
Seketika mobil terhenti.
Aku tak berani melihat sekeliling untuk mengetahui reaksi
orang-orang. Kalau tadi mereka bertanya-tanya siapa yang mengendarai mobil ini,
sekarang pertanyaan mereka pasti sudah terjawab. Dengan ujung sepatu
pelan-pelan kusentuh pedal gas sedikit saja, dan mobil kembali melesat.
Aku berhasil sampai ke tujuan yaitu pompa bensin. Kalau
bukan karena tanki bensinku nyaris kosong, aku tidak bakal pergi ke kota sama
sekali. Belakangan aku sampai rela meninggalkan kesenangan dan kemudahan hidup,
seperti Pop Tarts dan tali sepatu, hanya karena tak ingin tampil di depan umum.
“Eh nona?” seorang pria memanggilku.
Aku berbalik kemudian berharap tidak melakukannya.
Dua pria berdiri di sebelah SUV mewah dan dua kayak baru
diikat di atapnya. Tak satupun dari mereka menatapku. Keduanya melongo menatap
mobilku. Sejujurnya aku tidak mengerti tapi itu sebenarnya wajar, karena bisa
membedakan mana mobil yang bermerek Toyota Ford, dan Chevy saja aku sudah
bangga. Mobil ini memang hitam mengilat, mulus, dan keren tapi tetap saja
bagiku ini hanya mobil.
“maaf mengganggu tapi boleh tau mobil apa yang kau kendarai
itu?” yang jangkung bertanya.
“eh, Mercedes, bukan?”
“benar,” jawab laki-laki itu sopan, sementara temannya yang
lebih pendek memutar bola mata mendengar jawabanku. “ aku tahu. Tapi aku
penasaran, benerkah itu…. Mercedes Guardian?”
Lelaki itu mengucapkan nama itu dengan sikap takzim.
Firasatku mengatakan, lelaki ini pasti bisa bergaul akrab dengan Kim Sang Bum….
Tunanganku (sebenarnya tidak ada gunanya menyangkal istilah itu karena
pernikahan toh akan dilangsungkan beberapa hari lagi). “mobil itu seharusnya
belum tersedia di eropa” sambung lelaki itu. “ apalagi disini”.
Sementara matanya menyusuri lekak-liku mobilku di mataku
kelihatannya tidak ada bedanya dengan sedan-sedan Mercedes lainnya, tapi tau
apa sih aku? Sejenak aku memikirkan masalahku berkaitan dengan kata-kata
seperti tunangan, pernikahan, suami, dsb.
Rasanya aku tidak mampu menyatukan ketiga kata itu dalam
benakku.
Di satu sisi, aku dibesarkan untuk mengerutkan kening pada
gaun putih mengembang dan buket bunga. Tapi lebih dari itu aku benar-benar
tidak bisa menyatukan konsep suami yang serius, terhormat, dan membosankan
dengan konsepku tentang Kim Sang Bum. Rasanya seperti menempatkan malaikat
dalam posisi akuntan, aku tidak sanggup membayangkan Kim Sang Bum dalam peran
yang paling biasa mana pun.
Seperti biasa, begitu mulai memikirkan Kim Bum, aku langsung
terperangkap dalam fantasi-fantasi yang memusingkan. Lelaki tadi sampai harus
berdeham-deham untuk menarik perhatianku. Ia masih menunggu jawabanku tentang
nama dan asal-usul mobil ini.
“aku tidak tahu” jawabku sejujurnya.
“kau tidak keberatan kalau aku berfoto dengan mobil ini?’’
Butuh sedetik bagiku untuk memprotesnya. “serius nih? Kau
ingin berfoto dengan mobil ini?”
“tentu, tidak ada yang bakal percaya kalau aku tidak punya
buktinya”
“eh, oke, baiklah.”
Dengan sigap kukembalikan slang bensin ke tempatnya lalu
beringsut masuk ke kursi depan untuk bersembunyi, sementara si penggemar mobil
mengeluarkan kamera canggih dari tas ranselnya. Ia dan temannya bergantian
bergaya di depan kap mesin, kemudian mereka mengambil gambar bagian belakangnya
juga.
“aku rindu trukku” aku mengerang sendiri.
Sangat, sangat kebetulan, terlalu kebetulan malah trukku
mengembuskan napas terakhirnya hanya beberapa minggu setelah kim bum dan aku
menyepakati perjanjian kami yang berat sebelah itu, dimana salah satu detail
kesepakatannya adalah bahwa kim bum diperbolehkan mengganti trukku kalau sudah
rusak nanti. Kim bum bersumpah tidak melakukan apa-apa, trukku sudah menjalani
kehidupan yang panjang dan penuh dan kadaluarsa karena sebab-sebab alamiah.
Menurut dia. Dan tentu saja, aku tidak tahu memverifikasi cerita itu atau
bagaimana membangkitkan trukku dari kematian. Mekanik favoritku….
Selasa, 11 Juni 2013
I Love You My Private Teacher (Part 2) NC
Author: Chintami (Mediyanti Christin)
Judul: I Love You My Private Teacher Part 2
Genre: Romantic, Friendship, NC
Cast: Kim Sang Bum, Kim So Eun
“appa, eomma, aku pulang” teriakku.
“aduhh.. anaknya eomma sudah pulang, gimana sekolahmu hari ini, apakah sekolah barumu menyenangkan?” tanya eommaku.
“hmm biasa saja eomma”
“aigoo.. kenapa biasa saja? Apakah cewek-cewek disana tidak tertarik dengan anak eomma yang ganteng ini?”
“haha eomma bisa saja, aku mau kekamarku dulu eomma, mau istirahat”
“haha ne.. nanti eomma aku suruh bibi mengantarkan susu untukmu”
“baiklah eomma”
Aku dengan malasnya ke kamarku yang luas itu. aku berbaring di ranjangku yang besar dan pikiranku kembali lagi mengingat wajah gadis yang duduk disampingku. Dia sungguh cantik pikirku dan dia berbeda dengan gadis lainnya.
Keesokan harinya aku berangkat sekolah dengan malas,sungguh menyebalkan harus sekolah terus. Aku memasuki kelas dan kulihat so eun sedang membaca buku pelajarannya.
“annyeong”sapaku.
“ohh annyeong kim bum” sapanya juga sambil tersenyum.
“kamu nampak rajin ya”kataku memulai pembicaraan.
“hahaha tidak juga kok, daripada tidak ada kerjaan jadi mendingan belajar aja lagian nanti ada ulangan”
“mwo? ulangan? Ulangan apa so eun ah?”
“kamu tidak tahu ya? Kemarin kan bu hye sun ada bilang kalau hari ini ada ulangan akuntansi”
“aduhh akuntansi ya? Hehe, baiklah kalau gitu, makasih so eun” jawabku, lalu mengeluarkan buku akuntansi dari tasku.
Aku Cuma membolak-balikkan buku yang berada di depanku ini. aaiissh aku sungguh tidak mengerti sedikitpun.
Teng Teng Teng.. bunyi bel pun berbunyi sebagai tanda masuk.
Gawat.. aku belum belajar sedikitpun terus tidak ngerti lagi.
Bu hye sun berjalan memasuki kelasku sekarang dan mulai duduk di mejanya.
“anak-anak, apa kalian ingat tentang apa yang ibu beri tahu kemarin?”
“ingat bu” jawab anak-anak di kelasku.
“baiklah kalau begitu, ibu harap kalian sudah belajar dan akan mendapat nilai yang memuaskan”
Bu hye sun mulai membagikan kertas itu dan soal-soal akuntansi sekarang berada di depanku. Pelajaran bu hye sun ada 2 jam dan bu hye sun memberikan kami waktu 1 jam untuk mengerjakan 15 soal di depanku ini.
Aku mulai kebingungan mengerjakannya. Aku sungguh tidak mengerti 1 pun dari soal-soal itu. aku hanya memandangi kertas didepanku. Aku bahkan tidak dapat mengerjakan salah 1 dari 15 soal itu. aku melihat kesampingku, so eun begitu serius mengerjakan soal-soalnya. So eun nampak berpikir lalu menulis lagi.
Mungkin aku bisa nyontek so eun pikirku. Aku mulai melihat kertas so eun dan astaga, panjang banget jawabannya. So eun sudah mengerjakan 13 soal itu dan aku mencoba melihat lagi jawaban kertas so eun. ketika so eun tahu aku yang berusaha untuk melihat jawaban dari dia, dia langsung menutup kertasnya dengan tangannya dan melanjuti menulisnya lagi. Tidak berapa lama kemudian, dia maju kedepan kelas membawa kertasnya dan memberikannya kepada bu hye sun.
Astaga.. dia benar-benar cepat mengerjakan soal itu. bahkan dalam waktu 20 menit saja dia sudah selesai.
Aiishh benar-benar cewek yang pelit, Cuma bagi 1 jawaban aja tidak boleh. Aku mulai memandangi kertasku lagi dan Cuma coret-coret di kertasku saja.
1 jam sudah berlalu. Semua teman-teman sekelasku sudah kumpul, aku hanya pasrah dan Cuma mengumpulkan kertas yang masih kosong dan di belakangnya ada bekas coret-coretanku. Aku tidak mengerjakan 1 soalpun.
“oke anak-anak waktunya sudah selesai dan semua sudah kumpul bukan” tanya bu hye sun.
“ne”
“kalau begitu ibu akan mulai mengoreksi pekerjaan kalian dan kalian boleh santai-santai asalkan kalian jangan ribut, mengerti?”
“ne” jawab kami lagi.
setengah jam sudah berlalu. Ibu hye sun masih mengoreksi pekerjaan ulangan kami. aku mulai mengajak so eun untuk mengobrol.
“so eun, bagaimana ulangannya tadi?” tanyaku. Aku seperti orang bodoh saja, jelas-jelas tadi dia mengerjakan dengan sangat bagus. Aduhh apalagi mengingat tadi aku ketahuan nyontek so eun, sungguh memalukan.
“bagus kok, bagaimana dengan kau sendiri, kau bisa mengerjakan ulangannya tadi?” tanya so eun balik.
“ohh ada yang bisa dan tidak kok” dustaku. Sungguh memalukan pikirku.
“haha makanya lain kali dengarin penjelasan bu hye sun, jangan sibuk sendiri kayak kemarin” dia menjelaskannya sambil tertawa, dan ya Tuhan.. senyumannya sungguh cantik.
Aku benar-benar terpesona dengan senyumannya. Aku hanya mengangguk pelan karena masih terpesona dengan wajahnya. Baru kali ini aku lihat dia tertawa dan betapa cantiknya dia.
Bu hye sun mulai berdiri dari tempat duduknya sedangkan aku masih melihat wajah so eun.
“ehemm? Kim bum ah? Ada yang salah dengan wajahku? Tanya so eun dan bisa kulihat pipinya mulai memerah.
“aniyo”jawabku mulai tersadar.
“anak-anak, pekerjaan kalian sudah ibu koreksi semua dan ibu akan membacakan nilai tertinggi di kelas”
Anak-anak di kelasku nampak diam memperhatikan bu hye sun.
“nilai tertinggi di kelas adalahhh…”
Teman-teman mulai berharap agar mereka yang mendapatkan nilai tertinggi sedangkan aku hanya pasrah. Tidak mungkin aku mendapatkan nilai tinggi.
“Kim So Eun” kata bu hye sun.
Semua teman-teman bertepuk tangan untuk so eun.
“haha so eun selamat ya.. kamu mah tidak heran kalau mendapat nilai tinggi.. toh kamu murid terpintar di sekolah ini” kata salah satu teman so eun yang bernama moon geun young.
Karena aku duduk di tempat moon geun young, bu hye sun memindahkan moon geun young duduk di belakang aku dan so eun.
“makasih moon geun young” balas so eun.
“nah.. yang mendapat nilai terendah di kelas adalahh… Kim Sang Bum” jelas bu hye sun.
So eun nampak kaget dan dari wajahnya ada nampak perasaan bersalah.
“Kim Bum ah.. bukannya kamu duduk sama so eun? seharusnya nilai kamu itu di atas tuntas.. kamu kan bisa meminta so eun untuk mengajari kamu pelajaran yang tidak bisa, apalagi so eun itu kan murid paling pintar di sekolah” jelas bu hye sun.
“lain kali kalau kamu ada yang tidak bisa.. kamu minta so eun untuk menjelaskan ya” sambung bu hye sun.
“ne” jawab ku.
Aku pulang dengan rasa sakit hati. Aku benar-benar malu dengan so eun. dia begitu pintar sedangkan aku? Aissh.. andai saja aku dikarunia kan otak yang jenius.
“omo.. ada apa dengan anak eomma ini?”tanya eommaku.
“aniyo eomma.. aku Cuma capek.. aku mau kembali kekamar dulu”
“ne’’ jawab eommaku.
“appa.. ada apa ya dengan anak kita? Sepertinya dia tidak menyukai sekolah barunya” tanya eomma kim bum kepada appanya kim bum yang duduk di ruang tamu.
“kamu sebagai ibunya.. coba kamu tanyakan saja kepada kim bum.. mungkin aja dia ada masalah di sekolahnya” jawab appa kim bum sambil membaca Koran.
“ne.. aku akan ke kamarnya sekarang dan coba menanyai nya”
Ibu kim bum mulai ke lantai atas untuk kekamar kim bum.
Tok tok tok
“siapa?”tanya kim bum dari dalam kamar.
“ini eomma sayang.. boleh eomma masuk kedalam?” tanya eomma kim bum.
“ne eomma”.
Ibu kim bum memasuki kamar kim bum dan duduk di tepi ranjang anaknya sambil mengelus kepala anaknya dengan perasaan sayang.
“kim bum ah.. kalau kamu ada masalah.. cerita dong ke eomma”
“aku tidak ada masalah apa-apa kok eomma”
“kamu tidak bisa membohongi eomma karna aku ini ibumu.. eomma tahu kamu sedang ada masalah”
“baiklah eomma.. sebenarnya eomma, aku di sekolah sering mendapat nilai rendah, contohnya saja tadi.. kami ulangan dan aku yang mendapatkan nilai paling rendah di kelas, bukan di sekolah aku yang ini saja eomma tapi di sekolahku yang dulu juga.. bagaimana aku bisa meneruskan perusahaan appa kalau aku nya saja bodoh seperti ini” jelas kim bum.
“ya ampun anak eomma, jadi karena itu, hmm eomma akan mencarikan kau guru les privat yang bagus, bagaimana?” tanya eomma.
“aniyo eomma.. aku sulit bertukar pikiran dengan guru-guru les itu. eomma sendiri ingat bukan waktu di jepang dulu? Sudah berapa banyak guru les yang gagal mengajariku sampai minta berhenti? Aku sungguh sulit bertukar pikiran dengan guru-guru itu eomma”
Malamnya ibu kim bum mulai berbincang dengan ayahnya kim bum soal permasalahan kim bum.
“sayang, kita harus bagaimana? Kim bum mengeluh nilai-nilainya rendah tapi dia menolak untuk mencari guru privat”
“bagaimana kalau kita minta teman sekelas kim bum yang juara 1 saja untuk mengajari kim bum dan menjadi guru les private kim bum? Bagaimana menurut kamu’’ tanya appa kim bum.
“bagus juga ide kamu yeobo, aku setuju.. apalagi kim bum bilang kalau dia tidak bisa bertukar pikiran sama guru-guru les yang beda jauh umurnya dengan kim bum, mungkin kalau kita suruh temannya yang ajarin dia, dia bisa punya kemajuan” setuju ibu kim bum.
“besok aku akan kesekolah kim bum dan mencoba berdiskusi dengan gurunya kim bum” kata appa kim bum.
>>>>>>>>>>>>>>>
Aku pulang kerumah lagi dengan perasaan lesu, selalu saja mendapat nilai rendah. Aku merasa minder dengan so eun. padahal aku menaruh hati kepadanya dan berharap bisa menjadi pacarnya. Tapi nilai aku yang hancur begitu buat aku malu untuk menyatakan perasaanku padanya. Dia begitu pintar, sedangkan aku? 50 aja sudah nilai yang paling tinggi buat aku dari dulu.
“kim bum sayang, kamu sudah pulang?” tanya eommaku.
“iya eomma”
“kamu bersiap-siap dulu, jangan malas-malas seperti itu, eomma sudah mencari guru les yang tepat untuk kamu, 1 jam lagi guru les kamu akan datang dan eomma yakin kau pasti bisa bertukar pikiran dengan guru les kamu yang sekarang”
“baiklah eomma”
1 Jam Kemudian
Aku sudah menunggu kedatangan guru les aku, seperti apa ya penampilan guru les aku yang sekarang?.
Tidak berapa lama, seorang gadis yang cantik datang, gadis yang selalu membuat aku terpesona kepadanya, gadis yang sudah duduk disamping aku selama hampir 2 bulan ini. dan gadis yang sudah memenuhi ruang hatiku juga.
“annyeong kim bum”
“annyeong so eun.. kau kenapa bisa ada dirumahku so eun ah?”
“ohh itu.. aku mulai sekarang adalah guru les private kamu.. dan mulai sekarang juga aku akan mengajarimu semua pelajaran yang tidak kamu bisa, jadi kalau ada soal yang tidak kau bisa, bisa kau tanyakan kepadaku” kata so eun sambil tersenyum lalu duduk di kursi yang dikamarku (disini ceritanya mereka belajarnya didalam kamar ya).
“bagaimana bisa kau yang jadi guru les private aku?”tanya kim bum yang bingung bercampur senang.
“ohh itu.. tadi waktu istirahat aku di panggil ke ruang guru dan ternyata ada ayahmu disana, ayahmu menjelaskan kepada guru dan aku kalau kau kesusahan belajar dan kesusahan untuk bisa memahami apa yang guru kamu jelasin.. sebenarnya tadi ayahmu bertanya pada wali kelas kita bu hye sun siapa murid terpintar di sekolah ini, jadi bu hye sun menjawab aku, terus aku diminta jadi guru les kamu.. sebenarnya aku juga tidak tolak jadi guru les private kamu apalagi selama ini pekerjaan aku emang guru les” jelas so eun.
“nah sekarang karena aku sudah jelasin, ayo kita mulai belajarnya, sekarang kau mau belajar apa dulu bum? Pelajaran yang paling tidak kau bisa menurutmu” sambung so eun.
“hmm sepertinya akuntansi saja, apalagi kemarin akuntansi aku dapat nilai rendah”
“baiklah kalau gitu, kita buka halaman 23 ya tentang kartu persediaan”
Kim bum dan so eun nampak mulai serius belajar, so eun berkali-kali menjelaskan kepada kim bum yang dia tidak ngerti sampai dia ngerti.
Tidak terasa kim so eun sudah menjadi guru les kim bum selama 3 bulan dan sekolah juga sudah mulai mengadakan ujian nasional. Kedekatan so eun dan kim bum mulai nampak makin hari.
Besok adalah hari terakhir ujian, nampak so eun yang bersemangat untuk mengajari kim bum, pasalnya so eun tetap saja kerumah kim bum walaupun sedang hujan deras.
“so eun?”kaget kim bum.
“annyeong kim bum” kata so eun sambil gemetaran karena kedinginan dan seluruh tubuh so eun basah.
“astaga.. so eun, kenapa kau masih datang hujan-hujan begini? Kalau nanti kau sakit bagaimana?” kata kim bum yang khawatir dengan keadaan so eun.
“hehe aku tidak apa-apa kok, YAA.. aku ini mau kau mendapat nilai yang tinggi makanya aku datang”
“hmm ya sudah, kalau gitu kamu sekarang mandi dikamar aku terus aku bakal beri kau pakaian aku”
15 menit kemudian, so eun keluar dari kamar mandi kim bum dengan mengenakan pakaian kim bum. Kemeja kim bum nampak besar di tubuh so eun yang kecil. Kim bum hanya dapat menelan ludah ketika melihat tubuh so eun yang nampak seksi di kemejanya.
So eun mulai menerangkan lagi pelajaran untuk ujian besok. Kim bum bukannya mendengarkan tapi malah sibuk melihat tubuhnya so eun yang seksi.
“heyy kim bum ah? Kau sudah ngerti bukan apa yang tadi aku jelasin?”tanya so eun.
“hah? Apa? Ohh.. iya” jawab kim bum.
“so eun ahh.. kau sudah menjadi guru les aku selama 3 bulan ini dan selalu mengajariku tentang pelajaran, sekarang giliran aku 1 hari yang menjadi gurumu” sambung kim bum.
“hah? Maksudnya? Aku tidak mengerti bum ah” jawab so eun yang masih bingung.
Kim bum mendekatkan wajahnya ketelinga so eun dan membisikkan sesuatu.
“sekarang aku yang akan menjadi gurumu dan akan mengajarimu tentang seks, kau begitu menggoda dan itu adalah salahmu karena sudah membangkitkat nafsuku so eun” bisik kim bum di telinganya.
Deg.. so eun nampak kaget tapi sejurus kemudian kim bum langsung melumat bibir so eun. so eun nampak memberontak dan menolak ciuman kim bum. Kim bum yang semakin nafsu lalu meremas dada so eun, so eun yang terkejut langsung membuka mulutnya. Kim bum tidak menyia-nyiakan itu, langsung di masukkannya lidahnya ke mulut so eun. kim bum memainkan lidahnya di mulut so eun. so eun yang terhanyut dengan permainan kim bum lalu membiarkan saja kim bum menciuminya dengan nafsu. Kim bum menarik so eun ke ranjangnya yang king size dan membaringkan so eun disana. Kim bum mulai menciuminya lagi dan mulai membuka kancing-kancing kemeja so eun. so eun hanya pasrah dengan permainan kim bum.
“panggil aku guru so eun ah” bisik kim bum.
“aniyo.. karena akulah gurumu” kata so eun lalu mendesah lagi karena perbuatan kim bum.
Kim bum setelah membuka semua kancing kemeja so eun lalu terdiam sebentar, terpesona dengan tubuh so eun yang indah.
So eun hanya mengenakan pakaian dalam sekarang. Kim bum meremas dada so eun yang masih terbungkus branya.
Karena tidak mau membuang waktu.. kim bum langsung melepaskan pakaian dalam so eun dalam sekejap lalu membuka semua pakaiannya. Kim bum mencium bibir so eun lagi dan ciumannya turun keleher so eun yang jenjang dan meninggalkan beberapa kissmark disana.
Kim bum mulai memasuki dirinya. Aaaaahh teriak so eun yang kesakitan ketika kim bum memasuki dirinya.
Mereka mulai bercinta. So eun hanya dapat mendesah dan aaaaaahh teriak mereka berdua ketika sudah mencapai puncak kenikmatan mereka. Mereka berdua ambruk di ranjangnya kim bum.
Mereka nampak ngos-ngosan setelah selesai bercinta. Kim bum menghapus keringat so eun dan mencium bibir so eun dengan perasaan sayang.
“I love you” kata kim bum sambil menselimuti tubuh mereka berdua yang naked.
Pukul 9 malam. So eun terbangun dari tidurnya lalu bergegas mengenakan pakaiannya yang tadi basah karena hujan di kamar mandi kim bum lalu dengan cepat pulang karena dia masih harus merawat ibunya.
Keesokan harinya
Ujian sedang berlangsung. Kim bum mengerjakan soal-soal itu dengan teliti dan cermat. Ketika ujian sudah berakhir, kim bum dengan cepat keluar ruangan lalu pergi keruangan so eun tapi so eun sudah tidak berada di ruangannya (disini ceritanya kelas ujian mereka beda ya).
Hari-hari berikutnya tidak nampak so eun, so eun seperti di telan bumi. Sudah 1 bulan dia tidak melihat so eun.
Apa karena perbuatan aku malam itu? aaaarrggghh sial.. seharusnya aku bisa menahan nafsuku dan tidak menyentuhnya, teriak kim bum frustasi. Kim bum juga sudah menyelesaikan SMA’nya dengan nilai yang sangat memuaskan berkat so eun.
Tok tok tok
Pintu kamar kim bum diketuk.
“masuk saja” teriak kim bum.
“kim bum ahh.. appa dan eomma mau berbicara sesuatu denganmu” kata appa kim bum.
“emang berbicara tentang apa?” tanya kim bum cuek.
“appa dan eomma mau menjodohkan kamu dengan anak asisten appa, dia adalah asisten appa yang sangat setia dan baik tapi sayangnya dia sudah meninggal dan karena appa sangat ingin membalas perbuatannya jadi appa mau menjodohkan kamu dengan putrinya, lagian appa juga sudah melihat putrinya, dia anak yang baik dan pasti bakal cocok dengan kamu” jelas appa kim bum.
“aniyo appa, aku sudah mencintai seorang wanita dan aku tidak bisa dan lagian aku masih muda dan baru lulus SMA” kata kim bum.
“jangan melawan permintaan appa, pokoknya kamu harus menikah dengan dia dan pernikahan kalian sudah appa siapkan, 1 minggu lagi kamu akan menikah dengan putri asistennya appa. Emangnya kenapa kalau kamu masih muda? Yang pentingkan appa tidak memintamu menikah pas kau masih duduk di bangku sekolah”
“tapi appa..”
“tidak ada tapi-tapian.. siapkanlah dirimu karena pernikahan kamu 1 minggu lagi”
Appa dan eomma kim bum lalu keluar dari kamar kim bum. Kim bum hanya dapat duduk di tepi ranjangnya, frustasi, itulah yang dia rasakan. Dia sudah kehilangan so eun dan sekarang dia mesti menikah dengan wanita yang tidak pernah dikenalnya. So eun ahh.. sebenarnya kamu kemana? Aku hanya mau menikah dengan kamu.
Hari H
Kim bum berdiri didepan altar sambil menunggu pengantin wanitanya datang.. tidak berapa lama pengantin wanita itu pun datang. Kim bum kaget melihat siapa wanita yang akan dinikahkan ayahnya kepadanya.
“so eun?” bisik kim bum.
So eun hanya tersenyum manis kepadanya dan tidak berapa lama kim bum pun ikut tersenyum kepadanya. Setelah mengucapkan janji suci mereka, Mereka pun berciuman dengan rasa sayang di depan para tamu-tamu.
>>>>>>>>>
Malamnya di rumah kim bum. Nampak kedua pengantin baru yang di kamar kim bum. So eun menyandarkan kepalanya di dada bidang kim bum sambil memainkan jari-jarinya kim bum.
“so eun ahh, bisa kau jelaskan kenapa waktu itu kau menghilang dan bagaimana juga bisa kau yang dijodohkan oleh appaku? “ tanya kim bum.
“hmm sebenarnya waktu itu eommaku sudah sakit parah, aku meminta tolong kepada appamu untuk meminjam biaya untuk pengobatan ibu.. ayahmu yang tahu ibuku siapa lalu memberikan kami uang untuk keluar negeri mengobati penyakitnya ibu.. aku bisa dijodohkan kepadamu karena dulu ayahku bekerja sebagai asisten kepada appamu dan appamu meminta aku menikah dengan kamu, katanya sebagai balasan kebaikan dan jasa yang sudah ayahku berikan kepada ayahmu dan perusahaannya jadi aku menerima tawaran ayahmu apalagi tahu kalau yang dijodohkan kepadaku adalah orang yang aku cintai” jelas so eun sambil tersenyum
“benarkah? Padahal aku sudah hampir gila karena memikirkanmu kemarin karena aku pikir kau marah sama aku karena sudah menyentuhmu”
“haha dasar pabbo”
“apa? Kau bilang aku bodoh, aku sudah lulus dengan nilai memuaskan dan tidak bodoh lagi jadi kamu harus menerima akibat karena sudah mengatakan aku bodoh guru kim so eun” kata kim bum sambil mengeluarkan senyum evilnya.
Kim bum langsung menindih tubuh so eun dan menciuminya lalu menutupi mereka berdua dengan selimut.
The End
Judul: I Love You My Private Teacher Part 2
Genre: Romantic, Friendship, NC
Cast: Kim Sang Bum, Kim So Eun
“appa, eomma, aku pulang” teriakku.
“aduhh.. anaknya eomma sudah pulang, gimana sekolahmu hari ini, apakah sekolah barumu menyenangkan?” tanya eommaku.
“hmm biasa saja eomma”
“aigoo.. kenapa biasa saja? Apakah cewek-cewek disana tidak tertarik dengan anak eomma yang ganteng ini?”
“haha eomma bisa saja, aku mau kekamarku dulu eomma, mau istirahat”
“haha ne.. nanti eomma aku suruh bibi mengantarkan susu untukmu”
“baiklah eomma”
Aku dengan malasnya ke kamarku yang luas itu. aku berbaring di ranjangku yang besar dan pikiranku kembali lagi mengingat wajah gadis yang duduk disampingku. Dia sungguh cantik pikirku dan dia berbeda dengan gadis lainnya.
Keesokan harinya aku berangkat sekolah dengan malas,sungguh menyebalkan harus sekolah terus. Aku memasuki kelas dan kulihat so eun sedang membaca buku pelajarannya.
“annyeong”sapaku.
“ohh annyeong kim bum” sapanya juga sambil tersenyum.
“kamu nampak rajin ya”kataku memulai pembicaraan.
“hahaha tidak juga kok, daripada tidak ada kerjaan jadi mendingan belajar aja lagian nanti ada ulangan”
“mwo? ulangan? Ulangan apa so eun ah?”
“kamu tidak tahu ya? Kemarin kan bu hye sun ada bilang kalau hari ini ada ulangan akuntansi”
“aduhh akuntansi ya? Hehe, baiklah kalau gitu, makasih so eun” jawabku, lalu mengeluarkan buku akuntansi dari tasku.
Aku Cuma membolak-balikkan buku yang berada di depanku ini. aaiissh aku sungguh tidak mengerti sedikitpun.
Teng Teng Teng.. bunyi bel pun berbunyi sebagai tanda masuk.
Gawat.. aku belum belajar sedikitpun terus tidak ngerti lagi.
Bu hye sun berjalan memasuki kelasku sekarang dan mulai duduk di mejanya.
“anak-anak, apa kalian ingat tentang apa yang ibu beri tahu kemarin?”
“ingat bu” jawab anak-anak di kelasku.
“baiklah kalau begitu, ibu harap kalian sudah belajar dan akan mendapat nilai yang memuaskan”
Bu hye sun mulai membagikan kertas itu dan soal-soal akuntansi sekarang berada di depanku. Pelajaran bu hye sun ada 2 jam dan bu hye sun memberikan kami waktu 1 jam untuk mengerjakan 15 soal di depanku ini.
Aku mulai kebingungan mengerjakannya. Aku sungguh tidak mengerti 1 pun dari soal-soal itu. aku hanya memandangi kertas didepanku. Aku bahkan tidak dapat mengerjakan salah 1 dari 15 soal itu. aku melihat kesampingku, so eun begitu serius mengerjakan soal-soalnya. So eun nampak berpikir lalu menulis lagi.
Mungkin aku bisa nyontek so eun pikirku. Aku mulai melihat kertas so eun dan astaga, panjang banget jawabannya. So eun sudah mengerjakan 13 soal itu dan aku mencoba melihat lagi jawaban kertas so eun. ketika so eun tahu aku yang berusaha untuk melihat jawaban dari dia, dia langsung menutup kertasnya dengan tangannya dan melanjuti menulisnya lagi. Tidak berapa lama kemudian, dia maju kedepan kelas membawa kertasnya dan memberikannya kepada bu hye sun.
Astaga.. dia benar-benar cepat mengerjakan soal itu. bahkan dalam waktu 20 menit saja dia sudah selesai.
Aiishh benar-benar cewek yang pelit, Cuma bagi 1 jawaban aja tidak boleh. Aku mulai memandangi kertasku lagi dan Cuma coret-coret di kertasku saja.
1 jam sudah berlalu. Semua teman-teman sekelasku sudah kumpul, aku hanya pasrah dan Cuma mengumpulkan kertas yang masih kosong dan di belakangnya ada bekas coret-coretanku. Aku tidak mengerjakan 1 soalpun.
“oke anak-anak waktunya sudah selesai dan semua sudah kumpul bukan” tanya bu hye sun.
“ne”
“kalau begitu ibu akan mulai mengoreksi pekerjaan kalian dan kalian boleh santai-santai asalkan kalian jangan ribut, mengerti?”
“ne” jawab kami lagi.
setengah jam sudah berlalu. Ibu hye sun masih mengoreksi pekerjaan ulangan kami. aku mulai mengajak so eun untuk mengobrol.
“so eun, bagaimana ulangannya tadi?” tanyaku. Aku seperti orang bodoh saja, jelas-jelas tadi dia mengerjakan dengan sangat bagus. Aduhh apalagi mengingat tadi aku ketahuan nyontek so eun, sungguh memalukan.
“bagus kok, bagaimana dengan kau sendiri, kau bisa mengerjakan ulangannya tadi?” tanya so eun balik.
“ohh ada yang bisa dan tidak kok” dustaku. Sungguh memalukan pikirku.
“haha makanya lain kali dengarin penjelasan bu hye sun, jangan sibuk sendiri kayak kemarin” dia menjelaskannya sambil tertawa, dan ya Tuhan.. senyumannya sungguh cantik.
Aku benar-benar terpesona dengan senyumannya. Aku hanya mengangguk pelan karena masih terpesona dengan wajahnya. Baru kali ini aku lihat dia tertawa dan betapa cantiknya dia.
Bu hye sun mulai berdiri dari tempat duduknya sedangkan aku masih melihat wajah so eun.
“ehemm? Kim bum ah? Ada yang salah dengan wajahku? Tanya so eun dan bisa kulihat pipinya mulai memerah.
“aniyo”jawabku mulai tersadar.
“anak-anak, pekerjaan kalian sudah ibu koreksi semua dan ibu akan membacakan nilai tertinggi di kelas”
Anak-anak di kelasku nampak diam memperhatikan bu hye sun.
“nilai tertinggi di kelas adalahhh…”
Teman-teman mulai berharap agar mereka yang mendapatkan nilai tertinggi sedangkan aku hanya pasrah. Tidak mungkin aku mendapatkan nilai tinggi.
“Kim So Eun” kata bu hye sun.
Semua teman-teman bertepuk tangan untuk so eun.
“haha so eun selamat ya.. kamu mah tidak heran kalau mendapat nilai tinggi.. toh kamu murid terpintar di sekolah ini” kata salah satu teman so eun yang bernama moon geun young.
Karena aku duduk di tempat moon geun young, bu hye sun memindahkan moon geun young duduk di belakang aku dan so eun.
“makasih moon geun young” balas so eun.
“nah.. yang mendapat nilai terendah di kelas adalahh… Kim Sang Bum” jelas bu hye sun.
So eun nampak kaget dan dari wajahnya ada nampak perasaan bersalah.
“Kim Bum ah.. bukannya kamu duduk sama so eun? seharusnya nilai kamu itu di atas tuntas.. kamu kan bisa meminta so eun untuk mengajari kamu pelajaran yang tidak bisa, apalagi so eun itu kan murid paling pintar di sekolah” jelas bu hye sun.
“lain kali kalau kamu ada yang tidak bisa.. kamu minta so eun untuk menjelaskan ya” sambung bu hye sun.
“ne” jawab ku.
Aku pulang dengan rasa sakit hati. Aku benar-benar malu dengan so eun. dia begitu pintar sedangkan aku? Aissh.. andai saja aku dikarunia kan otak yang jenius.
“omo.. ada apa dengan anak eomma ini?”tanya eommaku.
“aniyo eomma.. aku Cuma capek.. aku mau kembali kekamar dulu”
“ne’’ jawab eommaku.
“appa.. ada apa ya dengan anak kita? Sepertinya dia tidak menyukai sekolah barunya” tanya eomma kim bum kepada appanya kim bum yang duduk di ruang tamu.
“kamu sebagai ibunya.. coba kamu tanyakan saja kepada kim bum.. mungkin aja dia ada masalah di sekolahnya” jawab appa kim bum sambil membaca Koran.
“ne.. aku akan ke kamarnya sekarang dan coba menanyai nya”
Ibu kim bum mulai ke lantai atas untuk kekamar kim bum.
Tok tok tok
“siapa?”tanya kim bum dari dalam kamar.
“ini eomma sayang.. boleh eomma masuk kedalam?” tanya eomma kim bum.
“ne eomma”.
Ibu kim bum memasuki kamar kim bum dan duduk di tepi ranjang anaknya sambil mengelus kepala anaknya dengan perasaan sayang.
“kim bum ah.. kalau kamu ada masalah.. cerita dong ke eomma”
“aku tidak ada masalah apa-apa kok eomma”
“kamu tidak bisa membohongi eomma karna aku ini ibumu.. eomma tahu kamu sedang ada masalah”
“baiklah eomma.. sebenarnya eomma, aku di sekolah sering mendapat nilai rendah, contohnya saja tadi.. kami ulangan dan aku yang mendapatkan nilai paling rendah di kelas, bukan di sekolah aku yang ini saja eomma tapi di sekolahku yang dulu juga.. bagaimana aku bisa meneruskan perusahaan appa kalau aku nya saja bodoh seperti ini” jelas kim bum.
“ya ampun anak eomma, jadi karena itu, hmm eomma akan mencarikan kau guru les privat yang bagus, bagaimana?” tanya eomma.
“aniyo eomma.. aku sulit bertukar pikiran dengan guru-guru les itu. eomma sendiri ingat bukan waktu di jepang dulu? Sudah berapa banyak guru les yang gagal mengajariku sampai minta berhenti? Aku sungguh sulit bertukar pikiran dengan guru-guru itu eomma”
Malamnya ibu kim bum mulai berbincang dengan ayahnya kim bum soal permasalahan kim bum.
“sayang, kita harus bagaimana? Kim bum mengeluh nilai-nilainya rendah tapi dia menolak untuk mencari guru privat”
“bagaimana kalau kita minta teman sekelas kim bum yang juara 1 saja untuk mengajari kim bum dan menjadi guru les private kim bum? Bagaimana menurut kamu’’ tanya appa kim bum.
“bagus juga ide kamu yeobo, aku setuju.. apalagi kim bum bilang kalau dia tidak bisa bertukar pikiran sama guru-guru les yang beda jauh umurnya dengan kim bum, mungkin kalau kita suruh temannya yang ajarin dia, dia bisa punya kemajuan” setuju ibu kim bum.
“besok aku akan kesekolah kim bum dan mencoba berdiskusi dengan gurunya kim bum” kata appa kim bum.
>>>>>>>>>>>>>>>
Aku pulang kerumah lagi dengan perasaan lesu, selalu saja mendapat nilai rendah. Aku merasa minder dengan so eun. padahal aku menaruh hati kepadanya dan berharap bisa menjadi pacarnya. Tapi nilai aku yang hancur begitu buat aku malu untuk menyatakan perasaanku padanya. Dia begitu pintar, sedangkan aku? 50 aja sudah nilai yang paling tinggi buat aku dari dulu.
“kim bum sayang, kamu sudah pulang?” tanya eommaku.
“iya eomma”
“kamu bersiap-siap dulu, jangan malas-malas seperti itu, eomma sudah mencari guru les yang tepat untuk kamu, 1 jam lagi guru les kamu akan datang dan eomma yakin kau pasti bisa bertukar pikiran dengan guru les kamu yang sekarang”
“baiklah eomma”
1 Jam Kemudian
Aku sudah menunggu kedatangan guru les aku, seperti apa ya penampilan guru les aku yang sekarang?.
Tidak berapa lama, seorang gadis yang cantik datang, gadis yang selalu membuat aku terpesona kepadanya, gadis yang sudah duduk disamping aku selama hampir 2 bulan ini. dan gadis yang sudah memenuhi ruang hatiku juga.
“annyeong kim bum”
“annyeong so eun.. kau kenapa bisa ada dirumahku so eun ah?”
“ohh itu.. aku mulai sekarang adalah guru les private kamu.. dan mulai sekarang juga aku akan mengajarimu semua pelajaran yang tidak kamu bisa, jadi kalau ada soal yang tidak kau bisa, bisa kau tanyakan kepadaku” kata so eun sambil tersenyum lalu duduk di kursi yang dikamarku (disini ceritanya mereka belajarnya didalam kamar ya).
“bagaimana bisa kau yang jadi guru les private aku?”tanya kim bum yang bingung bercampur senang.
“ohh itu.. tadi waktu istirahat aku di panggil ke ruang guru dan ternyata ada ayahmu disana, ayahmu menjelaskan kepada guru dan aku kalau kau kesusahan belajar dan kesusahan untuk bisa memahami apa yang guru kamu jelasin.. sebenarnya tadi ayahmu bertanya pada wali kelas kita bu hye sun siapa murid terpintar di sekolah ini, jadi bu hye sun menjawab aku, terus aku diminta jadi guru les kamu.. sebenarnya aku juga tidak tolak jadi guru les private kamu apalagi selama ini pekerjaan aku emang guru les” jelas so eun.
“nah sekarang karena aku sudah jelasin, ayo kita mulai belajarnya, sekarang kau mau belajar apa dulu bum? Pelajaran yang paling tidak kau bisa menurutmu” sambung so eun.
“hmm sepertinya akuntansi saja, apalagi kemarin akuntansi aku dapat nilai rendah”
“baiklah kalau gitu, kita buka halaman 23 ya tentang kartu persediaan”
Kim bum dan so eun nampak mulai serius belajar, so eun berkali-kali menjelaskan kepada kim bum yang dia tidak ngerti sampai dia ngerti.
Tidak terasa kim so eun sudah menjadi guru les kim bum selama 3 bulan dan sekolah juga sudah mulai mengadakan ujian nasional. Kedekatan so eun dan kim bum mulai nampak makin hari.
Besok adalah hari terakhir ujian, nampak so eun yang bersemangat untuk mengajari kim bum, pasalnya so eun tetap saja kerumah kim bum walaupun sedang hujan deras.
“so eun?”kaget kim bum.
“annyeong kim bum” kata so eun sambil gemetaran karena kedinginan dan seluruh tubuh so eun basah.
“astaga.. so eun, kenapa kau masih datang hujan-hujan begini? Kalau nanti kau sakit bagaimana?” kata kim bum yang khawatir dengan keadaan so eun.
“hehe aku tidak apa-apa kok, YAA.. aku ini mau kau mendapat nilai yang tinggi makanya aku datang”
“hmm ya sudah, kalau gitu kamu sekarang mandi dikamar aku terus aku bakal beri kau pakaian aku”
15 menit kemudian, so eun keluar dari kamar mandi kim bum dengan mengenakan pakaian kim bum. Kemeja kim bum nampak besar di tubuh so eun yang kecil. Kim bum hanya dapat menelan ludah ketika melihat tubuh so eun yang nampak seksi di kemejanya.
So eun mulai menerangkan lagi pelajaran untuk ujian besok. Kim bum bukannya mendengarkan tapi malah sibuk melihat tubuhnya so eun yang seksi.
“heyy kim bum ah? Kau sudah ngerti bukan apa yang tadi aku jelasin?”tanya so eun.
“hah? Apa? Ohh.. iya” jawab kim bum.
“so eun ahh.. kau sudah menjadi guru les aku selama 3 bulan ini dan selalu mengajariku tentang pelajaran, sekarang giliran aku 1 hari yang menjadi gurumu” sambung kim bum.
“hah? Maksudnya? Aku tidak mengerti bum ah” jawab so eun yang masih bingung.
Kim bum mendekatkan wajahnya ketelinga so eun dan membisikkan sesuatu.
“sekarang aku yang akan menjadi gurumu dan akan mengajarimu tentang seks, kau begitu menggoda dan itu adalah salahmu karena sudah membangkitkat nafsuku so eun” bisik kim bum di telinganya.
Deg.. so eun nampak kaget tapi sejurus kemudian kim bum langsung melumat bibir so eun. so eun nampak memberontak dan menolak ciuman kim bum. Kim bum yang semakin nafsu lalu meremas dada so eun, so eun yang terkejut langsung membuka mulutnya. Kim bum tidak menyia-nyiakan itu, langsung di masukkannya lidahnya ke mulut so eun. kim bum memainkan lidahnya di mulut so eun. so eun yang terhanyut dengan permainan kim bum lalu membiarkan saja kim bum menciuminya dengan nafsu. Kim bum menarik so eun ke ranjangnya yang king size dan membaringkan so eun disana. Kim bum mulai menciuminya lagi dan mulai membuka kancing-kancing kemeja so eun. so eun hanya pasrah dengan permainan kim bum.
“panggil aku guru so eun ah” bisik kim bum.
“aniyo.. karena akulah gurumu” kata so eun lalu mendesah lagi karena perbuatan kim bum.
Kim bum setelah membuka semua kancing kemeja so eun lalu terdiam sebentar, terpesona dengan tubuh so eun yang indah.
So eun hanya mengenakan pakaian dalam sekarang. Kim bum meremas dada so eun yang masih terbungkus branya.
Karena tidak mau membuang waktu.. kim bum langsung melepaskan pakaian dalam so eun dalam sekejap lalu membuka semua pakaiannya. Kim bum mencium bibir so eun lagi dan ciumannya turun keleher so eun yang jenjang dan meninggalkan beberapa kissmark disana.
Kim bum mulai memasuki dirinya. Aaaaahh teriak so eun yang kesakitan ketika kim bum memasuki dirinya.
Mereka mulai bercinta. So eun hanya dapat mendesah dan aaaaaahh teriak mereka berdua ketika sudah mencapai puncak kenikmatan mereka. Mereka berdua ambruk di ranjangnya kim bum.
Mereka nampak ngos-ngosan setelah selesai bercinta. Kim bum menghapus keringat so eun dan mencium bibir so eun dengan perasaan sayang.
“I love you” kata kim bum sambil menselimuti tubuh mereka berdua yang naked.
Pukul 9 malam. So eun terbangun dari tidurnya lalu bergegas mengenakan pakaiannya yang tadi basah karena hujan di kamar mandi kim bum lalu dengan cepat pulang karena dia masih harus merawat ibunya.
Keesokan harinya
Ujian sedang berlangsung. Kim bum mengerjakan soal-soal itu dengan teliti dan cermat. Ketika ujian sudah berakhir, kim bum dengan cepat keluar ruangan lalu pergi keruangan so eun tapi so eun sudah tidak berada di ruangannya (disini ceritanya kelas ujian mereka beda ya).
Hari-hari berikutnya tidak nampak so eun, so eun seperti di telan bumi. Sudah 1 bulan dia tidak melihat so eun.
Apa karena perbuatan aku malam itu? aaaarrggghh sial.. seharusnya aku bisa menahan nafsuku dan tidak menyentuhnya, teriak kim bum frustasi. Kim bum juga sudah menyelesaikan SMA’nya dengan nilai yang sangat memuaskan berkat so eun.
Tok tok tok
Pintu kamar kim bum diketuk.
“masuk saja” teriak kim bum.
“kim bum ahh.. appa dan eomma mau berbicara sesuatu denganmu” kata appa kim bum.
“emang berbicara tentang apa?” tanya kim bum cuek.
“appa dan eomma mau menjodohkan kamu dengan anak asisten appa, dia adalah asisten appa yang sangat setia dan baik tapi sayangnya dia sudah meninggal dan karena appa sangat ingin membalas perbuatannya jadi appa mau menjodohkan kamu dengan putrinya, lagian appa juga sudah melihat putrinya, dia anak yang baik dan pasti bakal cocok dengan kamu” jelas appa kim bum.
“aniyo appa, aku sudah mencintai seorang wanita dan aku tidak bisa dan lagian aku masih muda dan baru lulus SMA” kata kim bum.
“jangan melawan permintaan appa, pokoknya kamu harus menikah dengan dia dan pernikahan kalian sudah appa siapkan, 1 minggu lagi kamu akan menikah dengan putri asistennya appa. Emangnya kenapa kalau kamu masih muda? Yang pentingkan appa tidak memintamu menikah pas kau masih duduk di bangku sekolah”
“tapi appa..”
“tidak ada tapi-tapian.. siapkanlah dirimu karena pernikahan kamu 1 minggu lagi”
Appa dan eomma kim bum lalu keluar dari kamar kim bum. Kim bum hanya dapat duduk di tepi ranjangnya, frustasi, itulah yang dia rasakan. Dia sudah kehilangan so eun dan sekarang dia mesti menikah dengan wanita yang tidak pernah dikenalnya. So eun ahh.. sebenarnya kamu kemana? Aku hanya mau menikah dengan kamu.
Hari H
Kim bum berdiri didepan altar sambil menunggu pengantin wanitanya datang.. tidak berapa lama pengantin wanita itu pun datang. Kim bum kaget melihat siapa wanita yang akan dinikahkan ayahnya kepadanya.
“so eun?” bisik kim bum.
So eun hanya tersenyum manis kepadanya dan tidak berapa lama kim bum pun ikut tersenyum kepadanya. Setelah mengucapkan janji suci mereka, Mereka pun berciuman dengan rasa sayang di depan para tamu-tamu.
>>>>>>>>>
Malamnya di rumah kim bum. Nampak kedua pengantin baru yang di kamar kim bum. So eun menyandarkan kepalanya di dada bidang kim bum sambil memainkan jari-jarinya kim bum.
“so eun ahh, bisa kau jelaskan kenapa waktu itu kau menghilang dan bagaimana juga bisa kau yang dijodohkan oleh appaku? “ tanya kim bum.
“hmm sebenarnya waktu itu eommaku sudah sakit parah, aku meminta tolong kepada appamu untuk meminjam biaya untuk pengobatan ibu.. ayahmu yang tahu ibuku siapa lalu memberikan kami uang untuk keluar negeri mengobati penyakitnya ibu.. aku bisa dijodohkan kepadamu karena dulu ayahku bekerja sebagai asisten kepada appamu dan appamu meminta aku menikah dengan kamu, katanya sebagai balasan kebaikan dan jasa yang sudah ayahku berikan kepada ayahmu dan perusahaannya jadi aku menerima tawaran ayahmu apalagi tahu kalau yang dijodohkan kepadaku adalah orang yang aku cintai” jelas so eun sambil tersenyum
“benarkah? Padahal aku sudah hampir gila karena memikirkanmu kemarin karena aku pikir kau marah sama aku karena sudah menyentuhmu”
“haha dasar pabbo”
“apa? Kau bilang aku bodoh, aku sudah lulus dengan nilai memuaskan dan tidak bodoh lagi jadi kamu harus menerima akibat karena sudah mengatakan aku bodoh guru kim so eun” kata kim bum sambil mengeluarkan senyum evilnya.
Kim bum langsung menindih tubuh so eun dan menciuminya lalu menutupi mereka berdua dengan selimut.
The End
I Love You My Private Teacher Part 2 (not NC)
Author: Chintami (Mediyanti Christin)
Judul: I Love You My Private Teacher Part 2
Genre: Romantic, Friendship
Cast: Kim Sang Bum, Kim So Eun
“appa, eomma, aku pulang” teriakku.
“aduhh.. anaknya eomma sudah pulang, gimana sekolahmu hari ini, apakah sekolah barumu menyenangkan?” tanya eommaku.
“hmm biasa saja eomma”
“aigoo.. kenapa biasa saja? Apakah cewek-cewek disana tidak tertarik dengan anak eomma yang ganteng ini?”
“haha eomma bisa saja, aku mau kekamarku dulu eomma, mau istirahat”
“haha ne.. nanti eomma aku suruh bibi mengantarkan susu untukmu”
“baiklah eomma”
Aku dengan malasnya ke kamarku yang luas itu. aku berbaring di ranjangku yang besar dan pikiranku kembali lagi mengingat wajah gadis yang duduk disampingku. Dia sungguh cantik pikirku dan dia berbeda dengan gadis lainnya.
Keesokan harinya aku berangkat sekolah dengan malas,sungguh menyebalkan harus sekolah terus. Aku memasuki kelas dan kulihat so eun sedang membaca buku pelajarannya.
“annyeong”sapaku.
“ohh annyeong kim bum” sapanya juga sambil tersenyum.
“kamu nampak rajin ya”kataku memulai pembicaraan.
“hahaha tidak juga kok, daripada tidak ada kerjaan jadi mendingan belajar aja lagian nanti ada ulangan”
“mwo? ulangan? Ulangan apa so eun ah?”
“kamu tidak tahu ya? Kemarin kan bu hye sun ada bilang kalau hari ini ada ulangan akuntansi”
“aduhh akuntansi ya? Hehe, baiklah kalau gitu, makasih so eun” jawabku, lalu mengeluarkan buku akuntansi dari tasku.
Aku Cuma membolak-balikkan buku yang berada di depanku ini. aaiissh aku sungguh tidak mengerti sedikitpun.
Teng Teng Teng.. bunyi bel pun berbunyi sebagai tanda masuk.
Gawat.. aku belum belajar sedikitpun terus tidak ngerti lagi.
Bu hye sun berjalan memasuki kelasku sekarang dan mulai duduk di mejanya.
“anak-anak, apa kalian ingat tentang apa yang ibu beri tahu kemarin?”
“ingat bu” jawab anak-anak di kelasku.
“baiklah kalau begitu, ibu harap kalian sudah belajar dan akan mendapat nilai yang memuaskan”
Bu hye sun mulai membagikan kertas itu dan soal-soal akuntansi sekarang berada di depanku. Pelajaran bu hye sun ada 2 jam dan bu hye sun memberikan kami waktu 1 jam untuk mengerjakan 15 soal di depanku ini.
Aku mulai kebingungan mengerjakannya. Aku sungguh tidak mengerti 1 pun dari soal-soal itu. aku hanya memandangi kertas didepanku. Aku bahkan tidak dapat mengerjakan salah 1 dari 15 soal itu. aku melihat kesampingku, so eun begitu serius mengerjakan soal-soalnya. So eun nampak berpikir lalu menulis lagi.
Mungkin aku bisa nyontek so eun pikirku. Aku mulai melihat kertas so eun dan astaga, panjang banget jawabannya. So eun sudah mengerjakan 13 soal itu dan aku mencoba melihat lagi jawaban kertas so eun. ketika so eun tahu aku yang berusaha untuk melihat jawaban dari dia, dia langsung menutup kertasnya dengan tangannya dan melanjuti menulisnya lagi. Tidak berapa lama kemudian, dia maju kedepan kelas membawa kertasnya dan memberikannya kepada bu hye sun.
Astaga.. dia benar-benar cepat mengerjakan soal itu. bahkan dalam waktu 20 menit saja dia sudah selesai.
Aiishh benar-benar cewek yang pelit, Cuma bagi 1 jawaban aja tidak boleh. Aku mulai memandangi kertasku lagi dan Cuma coret-coret di kertasku saja.
1 jam sudah berlalu. Semua teman-teman sekelasku sudah kumpul, aku hanya pasrah dan Cuma mengumpulkan kertas yang masih kosong dan di belakangnya ada bekas coret-coretanku. Aku tidak mengerjakan 1 soalpun.
“oke anak-anak waktunya sudah selesai dan semua sudah kumpul bukan” tanya bu hye sun.
“ne”
“kalau begitu ibu akan mulai mengoreksi pekerjaan kalian dan kalian boleh santai-santai asalkan kalian jangan ribut, mengerti?”
“ne” jawab kami lagi.
setengah jam sudah berlalu. Ibu hye sun masih mengoreksi pekerjaan ulangan kami. aku mulai mengajak so eun untuk mengobrol.
“so eun, bagaimana ulangannya tadi?” tanyaku. Aku seperti orang bodoh saja, jelas-jelas tadi dia mengerjakan dengan sangat bagus. Aduhh apalagi mengingat tadi aku ketahuan nyontek so eun, sungguh memalukan.
“bagus kok, bagaimana dengan kau sendiri, kau bisa mengerjakan ulangannya tadi?” tanya so eun balik.
“ohh ada yang bisa dan tidak kok” dustaku. Sungguh memalukan pikirku.
“haha makanya lain kali dengarin penjelasan bu hye sun, jangan sibuk sendiri kayak kemarin” dia menjelaskannya sambil tertawa, dan ya Tuhan.. senyumannya sungguh cantik.
Aku benar-benar terpesona dengan senyumannya. Aku hanya mengangguk pelan karena masih terpesona dengan wajahnya. Baru kali ini aku lihat dia tertawa dan betapa cantiknya dia.
Bu hye sun mulai berdiri dari tempat duduknya sedangkan aku masih melihat wajah so eun.
“ehemm? Kim bum ah? Ada yang salah dengan wajahku? Tanya so eun dan bisa kulihat pipinya mulai memerah.
“aniyo”jawabku mulai tersadar.
“anak-anak, pekerjaan kalian sudah ibu koreksi semua dan ibu akan membacakan nilai tertinggi di kelas”
Anak-anak di kelasku nampak diam memperhatikan bu hye sun.
“nilai tertinggi di kelas adalahhh…”
Teman-teman mulai berharap agar mereka yang mendapatkan nilai tertinggi sedangkan aku hanya pasrah. Tidak mungkin aku mendapatkan nilai tinggi.
“Kim So Eun” kata bu hye sun.
Semua teman-teman bertepuk tangan untuk so eun.
“haha so eun selamat ya.. kamu mah tidak heran kalau mendapat nilai tinggi.. toh kamu murid terpintar di sekolah ini” kata salah satu teman so eun yang bernama moon geun young.
Karena aku duduk di tempat moon geun young, bu hye sun memindahkan moon geun young duduk di belakang aku dan so eun.
“makasih moon geun young” balas so eun.
“nah.. yang mendapat nilai terendah di kelas adalahh… Kim Sang Bum” jelas bu hye sun.
So eun nampak kaget dan dari wajahnya ada nampak perasaan bersalah.
“Kim Bum ah.. bukannya kamu duduk sama so eun? seharusnya nilai kamu itu di atas tuntas.. kamu kan bisa meminta so eun untuk mengajari kamu pelajaran yang tidak bisa, apalagi so eun itu kan murid paling pintar di sekolah” jelas bu hye sun.
“lain kali kalau kamu ada yang tidak bisa.. kamu minta so eun untuk menjelaskan ya” sambung bu hye sun.
“ne” jawab ku.
Aku pulang dengan rasa sakit hati. Aku benar-benar malu dengan so eun. dia begitu pintar sedangkan aku? Aissh.. andai saja aku dikarunia kan otak yang jenius.
“omo.. ada apa dengan anak eomma ini?”tanya eommaku.
“aniyo eomma.. aku Cuma capek.. aku mau kembali kekamar dulu”
“ne’’ jawab eommaku.
“appa.. ada apa ya dengan anak kita? Sepertinya dia tidak menyukai sekolah barunya” tanya eomma kim bum kepada appanya kim bum yang duduk di ruang tamu.
“kamu sebagai ibunya.. coba kamu tanyakan saja kepada kim bum.. mungkin aja dia ada masalah di sekolahnya” jawab appa kim bum sambil membaca Koran.
“ne.. aku akan ke kamarnya sekarang dan coba menanyai nya”
Ibu kim bum mulai ke lantai atas untuk kekamar kim bum.
Tok tok tok
“siapa?”tanya kim bum dari dalam kamar.
“ini eomma sayang.. boleh eomma masuk kedalam?” tanya eomma kim bum.
“ne eomma”.
Ibu kim bum memasuki kamar kim bum dan duduk di tepi ranjang anaknya sambil mengelus kepala anaknya dengan perasaan sayang.
“kim bum ah.. kalau kamu ada masalah.. cerita dong ke eomma”
“aku tidak ada masalah apa-apa kok eomma”
“kamu tidak bisa membohongi eomma karna aku ini ibumu.. eomma tahu kamu sedang ada masalah”
“baiklah eomma.. sebenarnya eomma, aku di sekolah sering mendapat nilai rendah, contohnya saja tadi.. kami ulangan dan aku yang mendapatkan nilai paling rendah di kelas, bukan di sekolah aku yang ini saja eomma tapi di sekolahku yang dulu juga.. bagaimana aku bisa meneruskan perusahaan appa kalau aku nya saja bodoh seperti ini” jelas kim bum.
“ya ampun anak eomma, jadi karena itu, hmm eomma akan mencarikan kau guru les privat yang bagus, bagaimana?” tanya eomma.
“aniyo eomma.. aku sulit bertukar pikiran dengan guru-guru les itu. eomma sendiri ingat bukan waktu di jepang dulu? Sudah berapa banyak guru les yang gagal mengajariku sampai minta berhenti? Aku sungguh sulit bertukar pikiran dengan guru-guru itu eomma”
Malamnya ibu kim bum mulai berbincang dengan ayahnya kim bum soal permasalahan kim bum.
“sayang, kita harus bagaimana? Kim bum mengeluh nilai-nilainya rendah tapi dia menolak untuk mencari guru privat”
“bagaimana kalau kita minta teman sekelas kim bum yang juara 1 saja untuk mengajari kim bum dan menjadi guru les private kim bum? Bagaimana menurut kamu’’ tanya appa kim bum.
“bagus juga ide kamu yeobo, aku setuju.. apalagi kim bum bilang kalau dia tidak bisa bertukar pikiran sama guru-guru les yang beda jauh umurnya dengan kim bum, mungkin kalau kita suruh temannya yang ajarin dia, dia bisa punya kemajuan” setuju ibu kim bum.
“besok aku akan kesekolah kim bum dan mencoba berdiskusi dengan gurunya kim bum” kata appa kim bum.
>>>>>>>>>>>>>>>
Aku pulang kerumah lagi dengan perasaan lesu, selalu saja mendapat nilai rendah. Aku merasa minder dengan so eun. padahal aku menaruh hati kepadanya dan berharap bisa menjadi pacarnya. Tapi nilai aku yang hancur begitu buat aku malu untuk menyatakan perasaanku padanya. Dia begitu pintar, sedangkan aku? 50 aja sudah nilai yang paling tinggi buat aku dari dulu.
“kim bum sayang, kamu sudah pulang?” tanya eommaku.
“iya eomma”
“kamu bersiap-siap dulu, jangan malas-malas seperti itu, eomma sudah mencari guru les yang tepat untuk kamu, 1 jam lagi guru les kamu akan datang dan eomma yakin kau pasti bisa bertukar pikiran dengan guru les kamu yang sekarang”
“baiklah eomma”
1 Jam Kemudian
Aku sudah menunggu kedatangan guru les aku, seperti apa ya penampilan guru les aku yang sekarang?.
Tidak berapa lama, seorang gadis yang cantik datang, gadis yang selalu membuat aku terpesona kepadanya, gadis yang sudah duduk disamping aku selama hampir 2 bulan ini. dan gadis yang sudah memenuhi ruang hatiku juga.
“annyeong kim bum”
“annyeong so eun.. kau kenapa bisa ada dirumahku so eun ah?”
“ohh itu.. aku mulai sekarang adalah guru les private kamu.. dan mulai sekarang juga aku akan mengajarimu semua pelajaran yang tidak kamu bisa, jadi kalau ada soal yang tidak kau bisa, bisa kau tanyakan kepadaku” kata so eun sambil tersenyum lalu duduk di kursi yang dikamarku (disini ceritanya mereka belajarnya didalam kamar ya).
“bagaimana bisa kau yang jadi guru les private aku?”tanya kim bum yang bingung bercampur senang.
“ohh itu.. tadi waktu istirahat aku di panggil ke ruang guru dan ternyata ada ayahmu disana, ayahmu menjelaskan kepada guru dan aku kalau kau kesusahan belajar dan kesusahan untuk bisa memahami apa yang guru kamu jelasin.. sebenarnya tadi ayahmu bertanya pada wali kelas kita bu hye sun siapa murid terpintar di sekolah ini, jadi bu hye sun menjawab aku, terus aku diminta jadi guru les kamu.. sebenarnya aku juga tidak tolak jadi guru les private kamu apalagi selama ini pekerjaan aku emang guru les” jelas so eun.
“nah sekarang karena aku sudah jelasin, ayo kita mulai belajarnya, sekarang kau mau belajar apa dulu bum? Pelajaran yang paling tidak kau bisa menurutmu” sambung so eun.
“hmm sepertinya akuntansi saja, apalagi kemarin akuntansi aku dapat nilai rendah”
“baiklah kalau gitu, kita buka halaman 23 ya tentang kartu persediaan”
Kim bum dan so eun nampak mulai serius belajar, so eun berkali-kali menjelaskan kepada kim bum yang dia tidak ngerti sampai dia ngerti.
Tidak terasa kim so eun sudah menjadi guru les kim bum selama 3 bulan dan sekolah juga sudah mulai mengadakan ujian nasional. Kedekatan so eun dan kim bum mulai nampak makin hari.
Besok adalah hari terakhir ujian, nampak so eun yang bersemangat untuk mengajari kim bum, pasalnya so eun tetap saja kerumah kim bum walaupun sedang hujan deras.
“so eun?”kaget kim bum.
“annyeong kim bum” kata so eun sambil gemetaran karena kedinginan dan seluruh tubuh so eun basah.
“astaga.. so eun, kenapa kau masih datang hujan-hujan begini? Kalau nanti kau sakit bagaimana?” kata kim bum yang khawatir dengan keadaan so eun.
“hehe aku tidak apa-apa kok, YAA.. aku ini mau kau mendapat nilai yang tinggi makanya aku datang”
“hmm ya sudah, kalau gitu kamu sekarang mandi dikamar aku terus aku bakal beri kau pakaian aku”
15 menit kemudian, so eun keluar dari kamar mandi kim bum dengan mengenakan pakaian kim bum. Kemeja kim bum nampak besar di tubuh so eun yang kecil. Kim bum hanya dapat menelan ludah ketika melihat tubuh so eun yang nampak seksi di kemejanya.
So eun mulai menerangkan lagi pelajaran untuk ujian besok. Kim bum bukannya mendengarkan tapi malah sibuk melihat tubuhnya so eun yang seksi.
“heyy kim bum ah? Kau sudah ngerti bukan apa yang tadi aku jelasin?”tanya so eun.
“hah? Apa? Ohh.. iya” jawab kim bum.
“so eun ahh.. kau sudah menjadi guru les aku selama 3 bulan ini dan selalu mengajariku tentang pelajaran, sekarang giliran aku 1 hari yang menjadi gurumu” sambung kim bum.
“hah? Maksudnya? Aku tidak mengerti bum ah” jawab so eun yang masih bingung.
Kim bum mendekatkan wajahnya ketelinga so eun dan membisikkan sesuatu.
“sekarang aku yang akan menjadi gurumu dan akan mengajarimu tentang seks, kau begitu menggoda dan itu adalah salahmu karena sudah membangkitkat nafsuku so eun” bisik kim bum di telinganya.
Deg.. so eun nampak kaget tapi sejurus kemudian kim bum langsung melumat bibir so eun. so eun nampak memberontak dan menolak ciuman kim bum.
dan mereka nampak ngos-ngosan setelah selesai bercinta. kim bum menghapus keringat so eun dan mencium bibir so eun dengan perasaan sayang.
“I love you” kata kim bum sambil menselimuti tubuh mereka berdua yang naked.
Pukul 9 malam. So eun terbangun dari tidurnya lalu bergegas mengenakan pakaiannya yang tadi basah karena hujan di kamar mandi kim bum lalu dengan cepat pulang karena dia masih harus merawat ibunya.
Keesokan harinya
Ujian sedang berlangsung. Kim bum mengerjakan soal-soal itu dengan teliti dan cermat. Ketika ujian sudah berakhir, kim bum dengan cepat keluar ruangan lalu pergi keruangan so eun tapi so eun sudah tidak berada di ruangannya (disini ceritanya kelas ujian mereka beda ya).
Hari-hari berikutnya tidak nampak so eun, so eun seperti di telan bumi. Sudah 1 bulan dia tidak melihat so eun.
Apa karena perbuatan aku malam itu? aaaarrggghh sial.. seharusnya aku bisa menahan nafsuku dan tidak menyentuhnya, teriak kim bum frustasi. Kim bum juga sudah menyelesaikan SMA’nya dengan nilai yang sangat memuaskan berkat so eun.
Tok tok tok
Pintu kamar kim bum diketuk.
“masuk saja” teriak kim bum.
“kim bum ahh.. appa dan eomma mau berbicara sesuatu denganmu” kata appa kim bum.
“emang berbicara tentang apa?” tanya kim bum cuek.
“appa dan eomma mau menjodohkan kamu dengan anak asisten appa, dia adalah asisten appa yang sangat setia dan baik tapi sayangnya dia sudah meninggal dan karena appa sangat ingin membalas perbuatannya jadi appa mau menjodohkan kamu dengan putrinya, lagian appa juga sudah melihat putrinya, dia anak yang baik dan pasti bakal cocok dengan kamu” jelas appa kim bum.
“aniyo appa, aku sudah mencintai seorang wanita dan aku tidak bisa dan lagian aku masih muda dan baru lulus SMA” kata kim bum.
“jangan melawan permintaan appa, pokoknya kamu harus menikah dengan dia dan pernikahan kalian sudah appa siapkan, 1 minggu lagi kamu akan menikah dengan putri asistennya appa. Emangnya kenapa kalau kamu masih muda? Yang pentingkan appa tidak memintamu menikah pas kau masih duduk di bangku sekolah”
“tapi appa..”
“tidak ada tapi-tapian.. siapkanlah dirimu karena pernikahan kamu 1 minggu lagi”
Appa dan eomma kim bum lalu keluar dari kamar kim bum. Kim bum hanya dapat duduk di tepi ranjangnya, frustasi, itulah yang dia rasakan. Dia sudah kehilangan so eun dan sekarang dia mesti menikah dengan wanita yang tidak pernah dikenalnya. So eun ahh.. sebenarnya kamu kemana? Aku hanya mau menikah dengan kamu.
Hari H
Kim bum berdiri didepan altar sambil menunggu pengantin wanitanya datang.. tidak berapa lama pengantin wanita itu pun datang. Kim bum kaget melihat siapa wanita yang akan dinikahkan ayahnya kepadanya.
“so eun?” bisik kim bum.
So eun hanya tersenyum manis kepadanya dan tidak berapa lama kim bum pun ikut tersenyum kepadanya. Setelah mengucapkan janji suci mereka, Mereka pun berciuman dengan rasa sayang di depan para tamu-tamu.
>>>>>>>>>
Malamnya di rumah kim bum. Nampak kedua pengantin baru yang di kamar kim bum. So eun menyandarkan kepalanya di dada bidang kim bum sambil memainkan jari-jarinya kim bum.
“so eun ahh, bisa kau jelaskan kenapa waktu itu kau menghilang dan bagaimana juga bisa kau yang dijodohkan oleh appaku? “ tanya kim bum.
“hmm sebenarnya waktu itu eommaku sudah sakit parah, aku meminta tolong kepada appamu untuk meminjam biaya untuk pengobatan ibu.. ayahmu yang tahu ibuku siapa lalu memberikan kami uang untuk keluar negeri mengobati penyakitnya ibu.. aku bisa dijodohkan kepadamu karena dulu ayahku bekerja sebagai asisten kepada appamu dan appamu meminta aku menikah dengan kamu, katanya sebagai balasan kebaikan dan jasa yang sudah ayahku berikan kepada ayahmu dan perusahaannya jadi aku menerima tawaran ayahmu apalagi tahu kalau yang dijodohkan kepadaku adalah orang yang aku cintai” jelas so eun sambil tersenyum
“benarkah? Padahal aku sudah hampir gila karena memikirkanmu kemarin karena aku pikir kau marah sama aku karena sudah menyentuhmu”
“haha dasar pabbo”
“apa? Kau bilang aku bodoh, aku sudah lulus dengan nilai memuaskan dan tidak bodoh lagi jadi kamu harus menerima akibat karena sudah mengatakan aku bodoh guru kim so eun” kata kim bum sambil mengeluarkan senyum evilnya.
Kim bum langsung menindih tubuh so eun dan menciuminya lalu menutupi mereka berdua dengan selimut.
The End
mian kalau jelek dan terkesan mau cepat-cepat.. mau cepat-cepat di kelarkan jadi ndak ada hutang deh dengan readers :D
hahaha
Judul: I Love You My Private Teacher Part 2
Genre: Romantic, Friendship
Cast: Kim Sang Bum, Kim So Eun
“appa, eomma, aku pulang” teriakku.
“aduhh.. anaknya eomma sudah pulang, gimana sekolahmu hari ini, apakah sekolah barumu menyenangkan?” tanya eommaku.
“hmm biasa saja eomma”
“aigoo.. kenapa biasa saja? Apakah cewek-cewek disana tidak tertarik dengan anak eomma yang ganteng ini?”
“haha eomma bisa saja, aku mau kekamarku dulu eomma, mau istirahat”
“haha ne.. nanti eomma aku suruh bibi mengantarkan susu untukmu”
“baiklah eomma”
Aku dengan malasnya ke kamarku yang luas itu. aku berbaring di ranjangku yang besar dan pikiranku kembali lagi mengingat wajah gadis yang duduk disampingku. Dia sungguh cantik pikirku dan dia berbeda dengan gadis lainnya.
Keesokan harinya aku berangkat sekolah dengan malas,sungguh menyebalkan harus sekolah terus. Aku memasuki kelas dan kulihat so eun sedang membaca buku pelajarannya.
“annyeong”sapaku.
“ohh annyeong kim bum” sapanya juga sambil tersenyum.
“kamu nampak rajin ya”kataku memulai pembicaraan.
“hahaha tidak juga kok, daripada tidak ada kerjaan jadi mendingan belajar aja lagian nanti ada ulangan”
“mwo? ulangan? Ulangan apa so eun ah?”
“kamu tidak tahu ya? Kemarin kan bu hye sun ada bilang kalau hari ini ada ulangan akuntansi”
“aduhh akuntansi ya? Hehe, baiklah kalau gitu, makasih so eun” jawabku, lalu mengeluarkan buku akuntansi dari tasku.
Aku Cuma membolak-balikkan buku yang berada di depanku ini. aaiissh aku sungguh tidak mengerti sedikitpun.
Teng Teng Teng.. bunyi bel pun berbunyi sebagai tanda masuk.
Gawat.. aku belum belajar sedikitpun terus tidak ngerti lagi.
Bu hye sun berjalan memasuki kelasku sekarang dan mulai duduk di mejanya.
“anak-anak, apa kalian ingat tentang apa yang ibu beri tahu kemarin?”
“ingat bu” jawab anak-anak di kelasku.
“baiklah kalau begitu, ibu harap kalian sudah belajar dan akan mendapat nilai yang memuaskan”
Bu hye sun mulai membagikan kertas itu dan soal-soal akuntansi sekarang berada di depanku. Pelajaran bu hye sun ada 2 jam dan bu hye sun memberikan kami waktu 1 jam untuk mengerjakan 15 soal di depanku ini.
Aku mulai kebingungan mengerjakannya. Aku sungguh tidak mengerti 1 pun dari soal-soal itu. aku hanya memandangi kertas didepanku. Aku bahkan tidak dapat mengerjakan salah 1 dari 15 soal itu. aku melihat kesampingku, so eun begitu serius mengerjakan soal-soalnya. So eun nampak berpikir lalu menulis lagi.
Mungkin aku bisa nyontek so eun pikirku. Aku mulai melihat kertas so eun dan astaga, panjang banget jawabannya. So eun sudah mengerjakan 13 soal itu dan aku mencoba melihat lagi jawaban kertas so eun. ketika so eun tahu aku yang berusaha untuk melihat jawaban dari dia, dia langsung menutup kertasnya dengan tangannya dan melanjuti menulisnya lagi. Tidak berapa lama kemudian, dia maju kedepan kelas membawa kertasnya dan memberikannya kepada bu hye sun.
Astaga.. dia benar-benar cepat mengerjakan soal itu. bahkan dalam waktu 20 menit saja dia sudah selesai.
Aiishh benar-benar cewek yang pelit, Cuma bagi 1 jawaban aja tidak boleh. Aku mulai memandangi kertasku lagi dan Cuma coret-coret di kertasku saja.
1 jam sudah berlalu. Semua teman-teman sekelasku sudah kumpul, aku hanya pasrah dan Cuma mengumpulkan kertas yang masih kosong dan di belakangnya ada bekas coret-coretanku. Aku tidak mengerjakan 1 soalpun.
“oke anak-anak waktunya sudah selesai dan semua sudah kumpul bukan” tanya bu hye sun.
“ne”
“kalau begitu ibu akan mulai mengoreksi pekerjaan kalian dan kalian boleh santai-santai asalkan kalian jangan ribut, mengerti?”
“ne” jawab kami lagi.
setengah jam sudah berlalu. Ibu hye sun masih mengoreksi pekerjaan ulangan kami. aku mulai mengajak so eun untuk mengobrol.
“so eun, bagaimana ulangannya tadi?” tanyaku. Aku seperti orang bodoh saja, jelas-jelas tadi dia mengerjakan dengan sangat bagus. Aduhh apalagi mengingat tadi aku ketahuan nyontek so eun, sungguh memalukan.
“bagus kok, bagaimana dengan kau sendiri, kau bisa mengerjakan ulangannya tadi?” tanya so eun balik.
“ohh ada yang bisa dan tidak kok” dustaku. Sungguh memalukan pikirku.
“haha makanya lain kali dengarin penjelasan bu hye sun, jangan sibuk sendiri kayak kemarin” dia menjelaskannya sambil tertawa, dan ya Tuhan.. senyumannya sungguh cantik.
Aku benar-benar terpesona dengan senyumannya. Aku hanya mengangguk pelan karena masih terpesona dengan wajahnya. Baru kali ini aku lihat dia tertawa dan betapa cantiknya dia.
Bu hye sun mulai berdiri dari tempat duduknya sedangkan aku masih melihat wajah so eun.
“ehemm? Kim bum ah? Ada yang salah dengan wajahku? Tanya so eun dan bisa kulihat pipinya mulai memerah.
“aniyo”jawabku mulai tersadar.
“anak-anak, pekerjaan kalian sudah ibu koreksi semua dan ibu akan membacakan nilai tertinggi di kelas”
Anak-anak di kelasku nampak diam memperhatikan bu hye sun.
“nilai tertinggi di kelas adalahhh…”
Teman-teman mulai berharap agar mereka yang mendapatkan nilai tertinggi sedangkan aku hanya pasrah. Tidak mungkin aku mendapatkan nilai tinggi.
“Kim So Eun” kata bu hye sun.
Semua teman-teman bertepuk tangan untuk so eun.
“haha so eun selamat ya.. kamu mah tidak heran kalau mendapat nilai tinggi.. toh kamu murid terpintar di sekolah ini” kata salah satu teman so eun yang bernama moon geun young.
Karena aku duduk di tempat moon geun young, bu hye sun memindahkan moon geun young duduk di belakang aku dan so eun.
“makasih moon geun young” balas so eun.
“nah.. yang mendapat nilai terendah di kelas adalahh… Kim Sang Bum” jelas bu hye sun.
So eun nampak kaget dan dari wajahnya ada nampak perasaan bersalah.
“Kim Bum ah.. bukannya kamu duduk sama so eun? seharusnya nilai kamu itu di atas tuntas.. kamu kan bisa meminta so eun untuk mengajari kamu pelajaran yang tidak bisa, apalagi so eun itu kan murid paling pintar di sekolah” jelas bu hye sun.
“lain kali kalau kamu ada yang tidak bisa.. kamu minta so eun untuk menjelaskan ya” sambung bu hye sun.
“ne” jawab ku.
Aku pulang dengan rasa sakit hati. Aku benar-benar malu dengan so eun. dia begitu pintar sedangkan aku? Aissh.. andai saja aku dikarunia kan otak yang jenius.
“omo.. ada apa dengan anak eomma ini?”tanya eommaku.
“aniyo eomma.. aku Cuma capek.. aku mau kembali kekamar dulu”
“ne’’ jawab eommaku.
“appa.. ada apa ya dengan anak kita? Sepertinya dia tidak menyukai sekolah barunya” tanya eomma kim bum kepada appanya kim bum yang duduk di ruang tamu.
“kamu sebagai ibunya.. coba kamu tanyakan saja kepada kim bum.. mungkin aja dia ada masalah di sekolahnya” jawab appa kim bum sambil membaca Koran.
“ne.. aku akan ke kamarnya sekarang dan coba menanyai nya”
Ibu kim bum mulai ke lantai atas untuk kekamar kim bum.
Tok tok tok
“siapa?”tanya kim bum dari dalam kamar.
“ini eomma sayang.. boleh eomma masuk kedalam?” tanya eomma kim bum.
“ne eomma”.
Ibu kim bum memasuki kamar kim bum dan duduk di tepi ranjang anaknya sambil mengelus kepala anaknya dengan perasaan sayang.
“kim bum ah.. kalau kamu ada masalah.. cerita dong ke eomma”
“aku tidak ada masalah apa-apa kok eomma”
“kamu tidak bisa membohongi eomma karna aku ini ibumu.. eomma tahu kamu sedang ada masalah”
“baiklah eomma.. sebenarnya eomma, aku di sekolah sering mendapat nilai rendah, contohnya saja tadi.. kami ulangan dan aku yang mendapatkan nilai paling rendah di kelas, bukan di sekolah aku yang ini saja eomma tapi di sekolahku yang dulu juga.. bagaimana aku bisa meneruskan perusahaan appa kalau aku nya saja bodoh seperti ini” jelas kim bum.
“ya ampun anak eomma, jadi karena itu, hmm eomma akan mencarikan kau guru les privat yang bagus, bagaimana?” tanya eomma.
“aniyo eomma.. aku sulit bertukar pikiran dengan guru-guru les itu. eomma sendiri ingat bukan waktu di jepang dulu? Sudah berapa banyak guru les yang gagal mengajariku sampai minta berhenti? Aku sungguh sulit bertukar pikiran dengan guru-guru itu eomma”
Malamnya ibu kim bum mulai berbincang dengan ayahnya kim bum soal permasalahan kim bum.
“sayang, kita harus bagaimana? Kim bum mengeluh nilai-nilainya rendah tapi dia menolak untuk mencari guru privat”
“bagaimana kalau kita minta teman sekelas kim bum yang juara 1 saja untuk mengajari kim bum dan menjadi guru les private kim bum? Bagaimana menurut kamu’’ tanya appa kim bum.
“bagus juga ide kamu yeobo, aku setuju.. apalagi kim bum bilang kalau dia tidak bisa bertukar pikiran sama guru-guru les yang beda jauh umurnya dengan kim bum, mungkin kalau kita suruh temannya yang ajarin dia, dia bisa punya kemajuan” setuju ibu kim bum.
“besok aku akan kesekolah kim bum dan mencoba berdiskusi dengan gurunya kim bum” kata appa kim bum.
>>>>>>>>>>>>>>>
Aku pulang kerumah lagi dengan perasaan lesu, selalu saja mendapat nilai rendah. Aku merasa minder dengan so eun. padahal aku menaruh hati kepadanya dan berharap bisa menjadi pacarnya. Tapi nilai aku yang hancur begitu buat aku malu untuk menyatakan perasaanku padanya. Dia begitu pintar, sedangkan aku? 50 aja sudah nilai yang paling tinggi buat aku dari dulu.
“kim bum sayang, kamu sudah pulang?” tanya eommaku.
“iya eomma”
“kamu bersiap-siap dulu, jangan malas-malas seperti itu, eomma sudah mencari guru les yang tepat untuk kamu, 1 jam lagi guru les kamu akan datang dan eomma yakin kau pasti bisa bertukar pikiran dengan guru les kamu yang sekarang”
“baiklah eomma”
1 Jam Kemudian
Aku sudah menunggu kedatangan guru les aku, seperti apa ya penampilan guru les aku yang sekarang?.
Tidak berapa lama, seorang gadis yang cantik datang, gadis yang selalu membuat aku terpesona kepadanya, gadis yang sudah duduk disamping aku selama hampir 2 bulan ini. dan gadis yang sudah memenuhi ruang hatiku juga.
“annyeong kim bum”
“annyeong so eun.. kau kenapa bisa ada dirumahku so eun ah?”
“ohh itu.. aku mulai sekarang adalah guru les private kamu.. dan mulai sekarang juga aku akan mengajarimu semua pelajaran yang tidak kamu bisa, jadi kalau ada soal yang tidak kau bisa, bisa kau tanyakan kepadaku” kata so eun sambil tersenyum lalu duduk di kursi yang dikamarku (disini ceritanya mereka belajarnya didalam kamar ya).
“bagaimana bisa kau yang jadi guru les private aku?”tanya kim bum yang bingung bercampur senang.
“ohh itu.. tadi waktu istirahat aku di panggil ke ruang guru dan ternyata ada ayahmu disana, ayahmu menjelaskan kepada guru dan aku kalau kau kesusahan belajar dan kesusahan untuk bisa memahami apa yang guru kamu jelasin.. sebenarnya tadi ayahmu bertanya pada wali kelas kita bu hye sun siapa murid terpintar di sekolah ini, jadi bu hye sun menjawab aku, terus aku diminta jadi guru les kamu.. sebenarnya aku juga tidak tolak jadi guru les private kamu apalagi selama ini pekerjaan aku emang guru les” jelas so eun.
“nah sekarang karena aku sudah jelasin, ayo kita mulai belajarnya, sekarang kau mau belajar apa dulu bum? Pelajaran yang paling tidak kau bisa menurutmu” sambung so eun.
“hmm sepertinya akuntansi saja, apalagi kemarin akuntansi aku dapat nilai rendah”
“baiklah kalau gitu, kita buka halaman 23 ya tentang kartu persediaan”
Kim bum dan so eun nampak mulai serius belajar, so eun berkali-kali menjelaskan kepada kim bum yang dia tidak ngerti sampai dia ngerti.
Tidak terasa kim so eun sudah menjadi guru les kim bum selama 3 bulan dan sekolah juga sudah mulai mengadakan ujian nasional. Kedekatan so eun dan kim bum mulai nampak makin hari.
Besok adalah hari terakhir ujian, nampak so eun yang bersemangat untuk mengajari kim bum, pasalnya so eun tetap saja kerumah kim bum walaupun sedang hujan deras.
“so eun?”kaget kim bum.
“annyeong kim bum” kata so eun sambil gemetaran karena kedinginan dan seluruh tubuh so eun basah.
“astaga.. so eun, kenapa kau masih datang hujan-hujan begini? Kalau nanti kau sakit bagaimana?” kata kim bum yang khawatir dengan keadaan so eun.
“hehe aku tidak apa-apa kok, YAA.. aku ini mau kau mendapat nilai yang tinggi makanya aku datang”
“hmm ya sudah, kalau gitu kamu sekarang mandi dikamar aku terus aku bakal beri kau pakaian aku”
15 menit kemudian, so eun keluar dari kamar mandi kim bum dengan mengenakan pakaian kim bum. Kemeja kim bum nampak besar di tubuh so eun yang kecil. Kim bum hanya dapat menelan ludah ketika melihat tubuh so eun yang nampak seksi di kemejanya.
So eun mulai menerangkan lagi pelajaran untuk ujian besok. Kim bum bukannya mendengarkan tapi malah sibuk melihat tubuhnya so eun yang seksi.
“heyy kim bum ah? Kau sudah ngerti bukan apa yang tadi aku jelasin?”tanya so eun.
“hah? Apa? Ohh.. iya” jawab kim bum.
“so eun ahh.. kau sudah menjadi guru les aku selama 3 bulan ini dan selalu mengajariku tentang pelajaran, sekarang giliran aku 1 hari yang menjadi gurumu” sambung kim bum.
“hah? Maksudnya? Aku tidak mengerti bum ah” jawab so eun yang masih bingung.
Kim bum mendekatkan wajahnya ketelinga so eun dan membisikkan sesuatu.
“sekarang aku yang akan menjadi gurumu dan akan mengajarimu tentang seks, kau begitu menggoda dan itu adalah salahmu karena sudah membangkitkat nafsuku so eun” bisik kim bum di telinganya.
Deg.. so eun nampak kaget tapi sejurus kemudian kim bum langsung melumat bibir so eun. so eun nampak memberontak dan menolak ciuman kim bum.
dan mereka nampak ngos-ngosan setelah selesai bercinta. kim bum menghapus keringat so eun dan mencium bibir so eun dengan perasaan sayang.
“I love you” kata kim bum sambil menselimuti tubuh mereka berdua yang naked.
Pukul 9 malam. So eun terbangun dari tidurnya lalu bergegas mengenakan pakaiannya yang tadi basah karena hujan di kamar mandi kim bum lalu dengan cepat pulang karena dia masih harus merawat ibunya.
Keesokan harinya
Ujian sedang berlangsung. Kim bum mengerjakan soal-soal itu dengan teliti dan cermat. Ketika ujian sudah berakhir, kim bum dengan cepat keluar ruangan lalu pergi keruangan so eun tapi so eun sudah tidak berada di ruangannya (disini ceritanya kelas ujian mereka beda ya).
Hari-hari berikutnya tidak nampak so eun, so eun seperti di telan bumi. Sudah 1 bulan dia tidak melihat so eun.
Apa karena perbuatan aku malam itu? aaaarrggghh sial.. seharusnya aku bisa menahan nafsuku dan tidak menyentuhnya, teriak kim bum frustasi. Kim bum juga sudah menyelesaikan SMA’nya dengan nilai yang sangat memuaskan berkat so eun.
Tok tok tok
Pintu kamar kim bum diketuk.
“masuk saja” teriak kim bum.
“kim bum ahh.. appa dan eomma mau berbicara sesuatu denganmu” kata appa kim bum.
“emang berbicara tentang apa?” tanya kim bum cuek.
“appa dan eomma mau menjodohkan kamu dengan anak asisten appa, dia adalah asisten appa yang sangat setia dan baik tapi sayangnya dia sudah meninggal dan karena appa sangat ingin membalas perbuatannya jadi appa mau menjodohkan kamu dengan putrinya, lagian appa juga sudah melihat putrinya, dia anak yang baik dan pasti bakal cocok dengan kamu” jelas appa kim bum.
“aniyo appa, aku sudah mencintai seorang wanita dan aku tidak bisa dan lagian aku masih muda dan baru lulus SMA” kata kim bum.
“jangan melawan permintaan appa, pokoknya kamu harus menikah dengan dia dan pernikahan kalian sudah appa siapkan, 1 minggu lagi kamu akan menikah dengan putri asistennya appa. Emangnya kenapa kalau kamu masih muda? Yang pentingkan appa tidak memintamu menikah pas kau masih duduk di bangku sekolah”
“tapi appa..”
“tidak ada tapi-tapian.. siapkanlah dirimu karena pernikahan kamu 1 minggu lagi”
Appa dan eomma kim bum lalu keluar dari kamar kim bum. Kim bum hanya dapat duduk di tepi ranjangnya, frustasi, itulah yang dia rasakan. Dia sudah kehilangan so eun dan sekarang dia mesti menikah dengan wanita yang tidak pernah dikenalnya. So eun ahh.. sebenarnya kamu kemana? Aku hanya mau menikah dengan kamu.
Hari H
Kim bum berdiri didepan altar sambil menunggu pengantin wanitanya datang.. tidak berapa lama pengantin wanita itu pun datang. Kim bum kaget melihat siapa wanita yang akan dinikahkan ayahnya kepadanya.
“so eun?” bisik kim bum.
So eun hanya tersenyum manis kepadanya dan tidak berapa lama kim bum pun ikut tersenyum kepadanya. Setelah mengucapkan janji suci mereka, Mereka pun berciuman dengan rasa sayang di depan para tamu-tamu.
>>>>>>>>>
Malamnya di rumah kim bum. Nampak kedua pengantin baru yang di kamar kim bum. So eun menyandarkan kepalanya di dada bidang kim bum sambil memainkan jari-jarinya kim bum.
“so eun ahh, bisa kau jelaskan kenapa waktu itu kau menghilang dan bagaimana juga bisa kau yang dijodohkan oleh appaku? “ tanya kim bum.
“hmm sebenarnya waktu itu eommaku sudah sakit parah, aku meminta tolong kepada appamu untuk meminjam biaya untuk pengobatan ibu.. ayahmu yang tahu ibuku siapa lalu memberikan kami uang untuk keluar negeri mengobati penyakitnya ibu.. aku bisa dijodohkan kepadamu karena dulu ayahku bekerja sebagai asisten kepada appamu dan appamu meminta aku menikah dengan kamu, katanya sebagai balasan kebaikan dan jasa yang sudah ayahku berikan kepada ayahmu dan perusahaannya jadi aku menerima tawaran ayahmu apalagi tahu kalau yang dijodohkan kepadaku adalah orang yang aku cintai” jelas so eun sambil tersenyum
“benarkah? Padahal aku sudah hampir gila karena memikirkanmu kemarin karena aku pikir kau marah sama aku karena sudah menyentuhmu”
“haha dasar pabbo”
“apa? Kau bilang aku bodoh, aku sudah lulus dengan nilai memuaskan dan tidak bodoh lagi jadi kamu harus menerima akibat karena sudah mengatakan aku bodoh guru kim so eun” kata kim bum sambil mengeluarkan senyum evilnya.
Kim bum langsung menindih tubuh so eun dan menciuminya lalu menutupi mereka berdua dengan selimut.
The End
mian kalau jelek dan terkesan mau cepat-cepat.. mau cepat-cepat di kelarkan jadi ndak ada hutang deh dengan readers :D
hahaha
I Love You My Private Teacher (part 1)
Author: Chintami (Mediyanti Christin)
Judul: I Love You My Private Teacher
Genre: Romantic, Friendship
Cast: Kim Sang Bum, Kim So Eun
Aku hanya dapat terduduk dilantai sambil melihat wajah ibuku yang sedang tertidur. Ibuku sedang sakit sekarang dan uangku tidak cukup untuk membeli obat untuk ibu. Aku Cuma tinggal bersama ibuku dan ayahku sudah lama meninggal. Perekonomian kami sangatlah kurang sejak ayahku meninggalkan aku dan ibuku apalagi dengan keadaan aku yang masih SMA kelas 3 sekarang. Dulu perekonomian kami tidak seburuk ini karena ayahku masih bekerja di perusahaan Kims yang sangat besar tapi sekarang ayah sudah meninggal. Aku anak satu-satunya dan karena aku anak satu-satunya jadi aku yang mesti jadi tulang punggung keluargaku sekarang ini. aku sehari-hari bekerja sebagai guru les karena otakku yang emang lumayan encer, aku sering menjadi juara 1 di sekolahku dan aku juga sering menang lomba sehingga aku sering mendapatkan beasiswa, jadi itu bisa mengurangi sedikit bebanku sekarang ini.
Aku pergi kesekolah dengan semangat karena aku memang senang dengan yang namanya sekolah, belajar, buku dan sebagainya yang terkait tentang itu. sesampai di sekolah, aku disapa beberapa teman baikku dan salah satu teman baikku mengatakan hari ini ada anak pindahan dari jepang dan kemungkinan akan 1 kelas nantinya dengan kami.
Bel berbunyi bertanda kelas sudah masuk. Tidak berapa lama wali kelas kami, bu hye sun pun masuk.
“selamat pagi anak-anak” kata bu hye sun.
“pagi bu”
“hari ini kalian akan kedatangan teman baru yang dari jepang”
Tidak berapa lama seorang murid laki-laki masuk ke kelas kami. dia lumayan tampan, badannya sangat tinggi dan besar. Murid-murid cewek di kelasku spontan berteriak ketika melihat namja itu. namja itu dengan cueknya ke samping ibu hye sun.
“nah, sekarang kamu perkenalkan namamu kepada teman-temanmu nak” kata bu hye sun.
“nama aku Kim Sang Bum tapi kalian dapat memanggil aku dengan panggilan kim bum, senang bertemu dengan kalian” kata kim bum sambil memperkenalkan dirinya.
“ohh bukannya kamu dari jepang? Tetapi sepertinya bahasa koreamu bagus” tanya bu hye sun.
“ohh ne? sebenarnya aku bukan orang jepang, aku asli korea tetapi waktu itu aku mengikuti orang tuaku untuk bersekolah disana jadi aku tinggal disana dan karena orang tuaku ada urusan di korea jadi aku pindah lagi ke korea” jelas kim bum.
“ohh ternyata begitu.. baiklah sekarang, kamu duduk di sampingnya so eun ya” kata bu hye sun sambil menunjuk kearahku.
“tapi bu? Disamping aku kan sudah ada moon geun yang? Bagaimana kalau nanti dia masuk?” protesku.
“hari ini kan moon geun yang tidak masuk, jadi tidak apa-apa kalau kim bum duduk disampingmu, kalau moon geun yang sudah masuk nanti ibu akan mengatur tempat duduk baru untuk dia” jelas bu hye sun.
“ne bu” kataku.
Kim bum berjalan kearah tempat dudukku dan duduk disampingku. Selama pelajaran berlangsung kami berdua berdiam dan tidak bicara sepatah katapun. Awas kau moon geun young, karna kau tidak masuk jadinya aku mesti duduk dengan namja ini nih, omel ku dalam hati. Aku melirik kea rah namja yang duduk disampingku, aku lihat sepertinya dia agak kesusahan dalam mengerjakan tugas Matematika itu. sebenarnya aku agak kasihan melihat dia mengerjakan tugas itu tapi karena dia tidak mau minta bantu aku jadinya aku tidak bantuin dia. Bel tanda pulang berbunyi, seharian aku diam seperti orang bodoh waktu duduk dengan namja yang bernama kim bum itu. akhirnya aku jalan kaki pulang kerumah dan sampailah aku dirumahku yang kecil ini.
Kim Sang Bum Pov
Hari pertama aku di sekolah baru aku benar-benar menyenangkan sekaligus menyebalkan. Menyenangkan karena wanita di satu sekolah itu semua mengagumi ketampananku dan menyebalkan karena dari semua wanita di sekolah yang mengagumiku hanya wanita yang duduk disampingku yang tidak. Aku agak bosan waktu didalam kelas itu karena wanita itu dan aku tidak berbicara sedikitpun. Aku juga agak kesusahan dalam mengerjakan tugas yang di beri oleh bu hye sun tadi, sebenarnya aku mau bertanya ke wanita yang duduk disampingku karena aku lihat dia begitu cepat mengerjakan semua tugas itu. tapi aku malu mau bertanya dengan dia karena pasti aku dipikir bodoh karena tidak dapat mengerjakan tugas itu.
Judul: I Love You My Private Teacher
Genre: Romantic, Friendship
Cast: Kim Sang Bum, Kim So Eun
Aku hanya dapat terduduk dilantai sambil melihat wajah ibuku yang sedang tertidur. Ibuku sedang sakit sekarang dan uangku tidak cukup untuk membeli obat untuk ibu. Aku Cuma tinggal bersama ibuku dan ayahku sudah lama meninggal. Perekonomian kami sangatlah kurang sejak ayahku meninggalkan aku dan ibuku apalagi dengan keadaan aku yang masih SMA kelas 3 sekarang. Dulu perekonomian kami tidak seburuk ini karena ayahku masih bekerja di perusahaan Kims yang sangat besar tapi sekarang ayah sudah meninggal. Aku anak satu-satunya dan karena aku anak satu-satunya jadi aku yang mesti jadi tulang punggung keluargaku sekarang ini. aku sehari-hari bekerja sebagai guru les karena otakku yang emang lumayan encer, aku sering menjadi juara 1 di sekolahku dan aku juga sering menang lomba sehingga aku sering mendapatkan beasiswa, jadi itu bisa mengurangi sedikit bebanku sekarang ini.
Aku pergi kesekolah dengan semangat karena aku memang senang dengan yang namanya sekolah, belajar, buku dan sebagainya yang terkait tentang itu. sesampai di sekolah, aku disapa beberapa teman baikku dan salah satu teman baikku mengatakan hari ini ada anak pindahan dari jepang dan kemungkinan akan 1 kelas nantinya dengan kami.
Bel berbunyi bertanda kelas sudah masuk. Tidak berapa lama wali kelas kami, bu hye sun pun masuk.
“selamat pagi anak-anak” kata bu hye sun.
“pagi bu”
“hari ini kalian akan kedatangan teman baru yang dari jepang”
Tidak berapa lama seorang murid laki-laki masuk ke kelas kami. dia lumayan tampan, badannya sangat tinggi dan besar. Murid-murid cewek di kelasku spontan berteriak ketika melihat namja itu. namja itu dengan cueknya ke samping ibu hye sun.
“nah, sekarang kamu perkenalkan namamu kepada teman-temanmu nak” kata bu hye sun.
“nama aku Kim Sang Bum tapi kalian dapat memanggil aku dengan panggilan kim bum, senang bertemu dengan kalian” kata kim bum sambil memperkenalkan dirinya.
“ohh bukannya kamu dari jepang? Tetapi sepertinya bahasa koreamu bagus” tanya bu hye sun.
“ohh ne? sebenarnya aku bukan orang jepang, aku asli korea tetapi waktu itu aku mengikuti orang tuaku untuk bersekolah disana jadi aku tinggal disana dan karena orang tuaku ada urusan di korea jadi aku pindah lagi ke korea” jelas kim bum.
“ohh ternyata begitu.. baiklah sekarang, kamu duduk di sampingnya so eun ya” kata bu hye sun sambil menunjuk kearahku.
“tapi bu? Disamping aku kan sudah ada moon geun yang? Bagaimana kalau nanti dia masuk?” protesku.
“hari ini kan moon geun yang tidak masuk, jadi tidak apa-apa kalau kim bum duduk disampingmu, kalau moon geun yang sudah masuk nanti ibu akan mengatur tempat duduk baru untuk dia” jelas bu hye sun.
“ne bu” kataku.
Kim bum berjalan kearah tempat dudukku dan duduk disampingku. Selama pelajaran berlangsung kami berdua berdiam dan tidak bicara sepatah katapun. Awas kau moon geun young, karna kau tidak masuk jadinya aku mesti duduk dengan namja ini nih, omel ku dalam hati. Aku melirik kea rah namja yang duduk disampingku, aku lihat sepertinya dia agak kesusahan dalam mengerjakan tugas Matematika itu. sebenarnya aku agak kasihan melihat dia mengerjakan tugas itu tapi karena dia tidak mau minta bantu aku jadinya aku tidak bantuin dia. Bel tanda pulang berbunyi, seharian aku diam seperti orang bodoh waktu duduk dengan namja yang bernama kim bum itu. akhirnya aku jalan kaki pulang kerumah dan sampailah aku dirumahku yang kecil ini.
Kim Sang Bum Pov
Hari pertama aku di sekolah baru aku benar-benar menyenangkan sekaligus menyebalkan. Menyenangkan karena wanita di satu sekolah itu semua mengagumi ketampananku dan menyebalkan karena dari semua wanita di sekolah yang mengagumiku hanya wanita yang duduk disampingku yang tidak. Aku agak bosan waktu didalam kelas itu karena wanita itu dan aku tidak berbicara sedikitpun. Aku juga agak kesusahan dalam mengerjakan tugas yang di beri oleh bu hye sun tadi, sebenarnya aku mau bertanya ke wanita yang duduk disampingku karena aku lihat dia begitu cepat mengerjakan semua tugas itu. tapi aku malu mau bertanya dengan dia karena pasti aku dipikir bodoh karena tidak dapat mengerjakan tugas itu.
Happy Family (Pursuit Of Love That Has Been Lost Special Part)
Author: Chintami (Mediyanti Christin)
Judul: Happy Family (Pursuit Of Love That Has Been Lost Special Part) Genre: romantic, comedy, NC (maybe)
Cast: Kim Sang Bum, Kim So Eun
Sepasang kekasih terlihat sedang mengikat janji suci itu di sebuah gereja dan di hadapan semua orang. Setelah mengucapkan janji suci sehidup semati itu, pasangan itu saling melemparkan senyum dan mendekatkan wajah mereka sampai bibir mereka bertemu. Ciuman yang penuh dengan kasih sayang dari kedua pasangan itu yang sekarang sudah resmi menjadi suami istri.
Kim So Eun Pov
Hari ini adalah hari pernikahan aku dengan pria yang benar-benar aku cintai. Aku sungguh bahagia karena sekarang bisa bersama untuk selamanya dengan pria yang berdiri di depanku ini. pria yang sungguh tampan dan yang selalu sabar denganku. Dan dia juga orang yang telah berhasil mencuri hati ku dengan kesabarannya itu. aku adalah wanita yang sangat beruntung karena bisa menikah dengan pria yang berdiri di depanku mengenakan jas putih. Jas putih itu sungguh cocok dengannya dan membuat wajahnya lebih tampan lagi. Kadang aku berpikir siapa pria yang aku nikahi ini? manusia apa malaikat? Wajahnya sungguh seperti wajah malaikat, sangat sangatlah tampan. aku menyesal karena dulu pernah menyia-nyiakan pria ini. Ga Eul ahh.. lihatlah sekarang Ga Eul.. eonnie sudah bersama pria yang kau suruh itu dan benar saja Ga Eul, dia adalah soulmate ku. Ga eul ahh.. eonnie berharap kau melihat ini ga eul di atas sana dan eonnie yakin di atas sana kau juga bahagia melihat eonnie sudah bersama pria yang eonnie cintai ini.
Kim So Eun Pov End
Jauh di atas sana, Ga eul tersenyum melihat orang-orang yang dia cintai akhirnya bersama lagi. Kakak yang dia sayangi dan pria yang dia cintai. Ga eul tersenyum lalu pergi dengan malaikat-malaikat lainnya ke tempat yang lebih terang lagi di atas sana.
Pengantin baru itu pun sekarang berada di rumah sang pria. Sang pria itu tersenyum melihat wanitanya yang sekarang resmi menjadi istrinya. Pria itu menggendong wanita itu ala bridal style dan membawanya kekamarnya di atas.
“bum ah.. kau pasti capek kalau menggendong aku sampai di atas sana, apalagi kan aku berat”
“hahaha asalkan tuan putriku tidak capek saja” kata kim bum lalu mencium bibir so eun sekilas yang masih berada di gendongannya.
Pasangan pengantin itu sampai di kamar. Perlahan kim bum menurunkan sang wanita ke ranjangnya lalu pria itu mulai menutup pintu.
“malam ini kita akan menghabiskan malam yang panjang dan melelahkan so eun ah” kata kim bum sambil tersenyum nakal ke so eun.
“haha ternyata penyakit genit mu tidak hilang”
“ne.. penyakit genit aku tidak hilang tapi aku cuma bersikap genit ke istriku saja”
“iya iya.. haha.. sini bum cium aku” kata so eun sambil memonyongkan bibirnya dan merayu kim bum.
“hahaha ini kamu yang pinta ya, jangan menyesal nantinya” kata kim bum yang langsung menciumi bibir istrinya dengan ganas.
Ciuman mereka semakin ganas dan ciuman kim bum mulai turun ke leher putih sang istri. Di bukanya resleting gaun pengantin so eun dan di rabanya punggung so eun yang mulus.
Mereka pun naik ke atas ranjang dan kim bum mulai melepaskan jasnya dan menciumi sang istri lagi.
Desahan demi desahan keluar dari bibir mungilnya so eun. dia menikmati semua perlakuan kim bum kepadanya. Kim bum yang mendengar desahan seksi so eun lebih bernafsu lagi untuk memasuki inti dari permainan mereka. Kim bum mulai melepaskan lagi benang-benang yang masih menyangkut di tubuh so eun dan melepaskan pakaian terakhir yang dikenakannya sendiri ( CD ny maksudnya).
Mereka melakukan pemanasan yang cukup lama sampai akhirnya mereka memasuki inti permainan mereka. Kim bum pun memasuki diri so eun dan Cuma desahan-desahan yang seksi yang keluar dari bibirnya so eun. mereka pun mencapai puncak klimaks mereka dan keduanya pun tidur tanpa melepaskan ikatan mereka.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Silau matahari memasuki kamar pengantin baru itu. so eun yang memang sudah bangun dari tadi Cuma memerhatikan wajah sang suami yang sedang tertidur lelap. Ide jail pun keluar dari otaknya so eun. di ambil nya peralatan make up dan jepit rambutnya.
Di pakai kan jepit rambut itu ke rambutnya kim bum dan mulai memakaikan lipstick yang merah menyala ke bibirnya kim bum. Karena merasa kurang puas dengan itu, so eun mulai memakaikan eye shadow yang hitam ke mata kim bum dan mengambil kamera untuk mengabadikan wajah kim bum yang telah selesai di make over.
Setelah mengambil fotonya kim bum pun so eun cepat-cepat bergegas mandi dan ke dapur karena takut kim bum terbangun dan membalas perbuatannya.
So eun pun menyiapkan sarapan untuk kim bum. Tidak berapa lama terdengar teriakan dari kim bum dan so eun yang mendengar teriakan dari kim bum Cuma tertawa terbahak-bahak di dapur sana.
“YA yeobo ahh.. bagaimana bisa kau membuat aku terlihat seperti banci begitu” kata kim bum yang sedikit kesal.
“mianhae bum ahh, aku bosan karena sudah bangun duluan dan karena lama menunggu kau bangun jadi nya aku agak bosan, dan karena bosan jadinya aku kerjain kamu deh.. hehehe”
“awas kamu nanti malam, aku kerjain balik baru tahu”
“yaa sudah.. kalau gitu aku tidak mau tidur bersama kau mala mini, aku akan tidur di kamar tamu saja” kata so eun yang pura-pura marah.
“hehe mianhae yeoba, jangan marah dong.. aku gak bisa tidur tanpa pelukan hangat dari istriku yang cantik nih” kata kim bum sambil memeluki so eun dari belakang.
“kalau kau tidak mau aku marah, kiss me.. kamu kan belum kasi aku morning kiss” kata so eun manja.
“kekeke dari dulu gak berubah sikap menggoda kamu itu tetapi aku menyukainya” kata kim bum yang langsung mencium bibirnya so eun.
Ciuman yang lembut berubah menjadi kasar dan ciuman mereka terhenti ketika ada asap hitam yang keluar dari dapur mereka.
“kyaaaaaa.. ayamku” teriak so eun.
So eun pun yang tersadar masakannya gosong langsung berlari menuju dapur. Kim bum yang melihat Cuma tersenyum dan langsung mengikuti so eun ke dapur.
“gara-gara kamu tuh bum.. kalau kamu tidak turun tadikan aku tidak mungkin keruang tamu sama ka uterus ciuman disana, akibatnya ayam aku gosong deh”
“tidak salah kamu sayang? Tadi yang minta morning kiss kan kamu”
“iya.. aku yang minta morning kiss.. tapi kan aku gak minta kamu untuk cium aku lama-lama, jadi gimana dong? Ayamnya sudah gosong”
“kita makan di restaurant aja ya” ajak kim bum.
“aniyo.. pengantin baru itu seharusnya makan di rumah biar kelihatan lebih seperti pasangan suami istri.. hehehe bum ahh? Hari ini makan ini aja ya” kata so eun sambil memberikan ayam gosongnya itu.
“mwo? tapi bagaimana aku makannya?”
“hehehe kulit gosong ayamnya di kupas aja.. yang dalamnya kan masih bisa dimakan” kata so eun sambil mengeluarkan senyum termanisnya.
“terus kamu makan apa?” tanya kim bum curiga.
“hehe kalau aku pesan KFC dong”
“MWO? awas kamu ya” kata kim bum yang langsung mengejar so eun.
So eun yang tahu kim bum mengejarnya pun terus berlari. Terjadilah saling kejar-mengejar di rumah pengantin baru itu dan happ akhirnya so eun tertangkap juga.
“akhirnya.. habislah kamu hari ini” kata kim bum.
“mwo? wekkks :P aku gak takut kok sama kamu” kata so eun sambil menjulurkan lidahnya.
“beneran tidak takut nih? Aku bakal minta sarapan dari kamu sekarang juga”
Kim bum pun mendekatkan wajahnya ke wajah so eun dan melumat bibirnya so eun. mereka pun bercinta lagi di pagi hari itu.
2 Bulan kemudian.
Huuuekks.. hueekkss..
Terdengar suara muntahan dari so eun.
“sayang.. kamu tidak apa-apa?” tanya kim bum khawatir.
“aku tidak apa ap.. hueekkkss” kata so eun yang masih muntah.
“ayo kita ke dokter sekarang ya” kata kim bum sambil membimbing sang istri ke tempat duduk.
“ne” kata so eun lemah.
“baiklah kalau gitu aku akan siap-siap dulu ya” kata kim bum.
Mereka pun pergi ke dokter dan sampai di ruangan dokter itu.
“selamat Ny.Kim anda sedang hamil 2 minggu” kata sang dokter sambil tersenyum.
“mwo ? istri aku hamil? Kalau gitu aku bakal jadi ayah dong? Aku bakal jadi ayah? Hahaha.. terima kasih dok.. terima kasih” kata kim bum yang saking senangnya sampai memeluk sang dokter. (disini dokternya cowok ya.. wkwk)
“eheemmm” kata sang dokter itu.
“hehe maaf dok.. aku terlalu senang” kata kim bum yang masih senyum-senyum gaje itu.
So eun yang melihat tingkah sang suami pun hanya tertawa.
Mereka habis dari rumah sakit pun langsung menuju toko peralatan bayi. Disana kim bum yang saking semangatnya memborong semua peralatan bayi disana.
“YA kim bum ah? Apa kau gila?” tanya so eun.
“waeyo? Aku hanya membeli barang untuk bayiku nanti, aku tidak mau bayiku nanti kekurangan barang” kata kim bum yang masih memilih peralatan bayi.
“tapi bum ahh.. aku ini baru hamil dan usia kandungan aku baru 2 minggu”
“ne.. aku tau.. kan sudah aku bilang kalau aku tidak mau bayiku nanti kekurangan barang atau sesuatu.. anak kim sang bum tidak boleh kekurangan barang” kata kim bum dengan mantap.
“hmm terserah kamu saja”
Perut so eun pun semakin besar setiap bulan dan kim bum pun mulai kerepotan karena ngidam so eun yang aneh-aneh. Sekarang kim bum sedang di ruang meetingnya bersama klien yang lain tapi tiba-tiba kim bum mendapat telepon dari sang istri.
“waeyo yeobo ah?” tanya kim bum lembut.
“aku ngidam lagi sayang..” kata so eun dari seberang telepon.
“hmm emangnya sekarang kamu ngidam apa so eun ah?”
“hehe aku mau dengar kamu nyanyi kim bum ah”
“mwo? tapi kan sekarang aku lagi meeting?” kata kim bum yang tidak percaya dengan omongan so eun.
“waeyo? Kamu tidak mau ya? Ya sudah.. baby sayang ahh.. appa kamu tidak menyanyai kamu tuh.. masa Cuma di suruh nyanyi aja tidak mau sih?”
“aniyo.. nanti pulang aku bakal nyanyi deh buat kamu”
“TIDAK MAUUUUU, aku maunya SEKARANG. TITIK”
“tapi ?” kata kim bum.
“ya sudah.. aku matikan teleponnya sekarang”
“jangan jangan.. baiklah aku bakal nyanyi tapi lagu apa?”
“gitu donk.. hehehe.. lagu T-ARA bo peep bo peep” kata so eun.
“eheemm baiklah.. BO PEEP BO PEEP BO PEEP BO PEEP BO PEEP AWW.. BO PEEP BO PEEP~” nyanyi kim bum sambil menahan malunya.
Klien yang melihat kim bum Cuma bisa bengong dan ternganga mulutnya melihat sikap kim bum. Kim bum yang menahan malu Cuma bisa senyum terpaksa kepada kliennya.
Usia kandungan so eun sudah memasuki usia 9 bulan. Ketika di ruang tamu, so eun lagi tertawa sambil melihat kim bum yang memakai pakaian kelinci dan memakai bando kelinci sedang berjoget (hehe maklom so eunnya masih ngidam aneh-aneh ceritanya). Tiba-tiba saja perut so eun sakit banget, kim bum yang melihat so eun kesakitan pun panik.
“sayang tahan dulu ya sayang, aku akan ganti baju aku dlu”
“YAA PABBO.. aku ini akan segera melahirkan.. dan kau masih sempat mau ganti baju” ngomel so eun.
“sayang.. aku tidak mungkin pakai baju kelinci ini ngantar kamu kerumah sakit”
“ihh aku tidak tahan lagi bum.. sakittttt, kamu mau anak kita kenapa-kenapa?”
“oke oke.. aku akan ngantar kamu kerumah sakit sekarang”
Kim bum pun terpaksa mengenakan pakaian kelinci untuk mengantar so eun kerumah sakit. Ketika masuk kerumah sakit, semua orang disana tertawa melihat kim bum yang mengenakan pakaian kelinci itu.
Dan sampai di ruang persalinan. Kim bum pun setia menemani so eun yang sedang dalam proses persalinan. Dokter yang membantu persalinan so eun hanya dapat menahan tawa ketika melihat kim bum yang mengenakan pakaian kelinci.
“hiks hiks bum ahh.. sakit banget..”kata so eun.
“ne so eun.. ayo tarik nafas mu.. di buang pelan-pelann” kata kim bum.
So eun pun mulai mengikuti kim bum menarik nafas dan tidak lama so eun pun tertawa terbahak-bahak.
“YAA kim bum ah? Kamu kentut ya? Hahaha kelinci manis yang jorok” kata so eun.
“mianhae.. aku tidak tahan pas tadi lagi tahan nafasnya”kata kim bum.
So eun yang melihat wajah kim merah karena menahan malu pun tertawa lagi sampai suara dokter menghentikan suara ketawa so eun.
“nyonya.. anda sedang melahirkan.. aku harap anda bisa serius.. kalau tidak bayinya tidak akan keluar sampai besok kalau nyonya ketawa terus” kata sang dokter sambil menahan tawa juga.
AAAAAHHH SAKITTTTTTT dan oek oek.. terdengarlah tangisan sang bayi yang baru hadir ke dunia ini.
“bayi eomma cantik banget” senyum so eun ketika melihat wajah bayinya dan tidak berapa lama..
“awww dokter.. perut aku masih sakit dok” teriak so eun.
“nyonya.. sepertinya anda akan melahirkan lagi.. masih ada bayi didalam” kata sang dokter.
“tarik nafas ya” kata dokter lagi dan AAAAAAHHHHH teriakan yang lebih keras terdengar dari bibir so eun yang di susul tangisan seorang bayi lagi.
Suster pun membawa kedua bayi itu ke tempat so eun dan kim bum setelah bayi itu sudah selesai dibersihkan.
“selamat nyonya, anda melahirkan sepasang bayi kembar yang cantik, manis dan tampan seperti nyonya dan tuan” kata sang suster yang tertawa melihat kim bum yang masih mengenakan pakaian kelinci.
“ sepertinya bayi ceweknya mewarisi wajah ayahnya yang manis” kata sang suster tertawa lalu pergi.
So eun yang mendengar perkataan suster pun mulai tertawa lagi.
“hmm susternya nyebelin banget sih.. orang seganteng aku dibilang manis” kata kim bum dengan pedenya.
“aduhh.. obat kamu habis lagi ya bum? Hmm bagusan sekarang kamu beri nama untuk kedua bayi kita ini” kata so eun.
“ne..” kata kim bum
Kim bum pun tampak mikir nama yang cocok untuk kedua bayi nya.
“aku tahu.. bagaimana kalau kita beri nama So Yi Jeong aja untuk bayi laki-lakinya?”
“so yi jeong? Hmm sepertinya bagus.. hmm kim bum ahh? Aku mau beri nama Chu Ga Eul untuk bayi perempuan kita? Apakah boleh? “ tanya so eun hati-hati.
“hmm kenapa kau kasi nama adikmu untuk anak perempuan kita?” tanya kim bum.
“aku mau anak aku seperti adikku yang baik dan polos dan juga memiliki wajah yang cantik.. dan aku beri anakku nama chu ga eul juga untuk mengenang adikku yang sudah tiada.. jadi bolehkan?”tanya so eun.
“ne.. tentu saja so eun ahh.. kelak bayi perempuan kita akan memiliki hati yang baik seperti ga eul” kata kim bum sambil tersenyum.
“ kim bum ah.. ayo kita mengabadikan moment kita sekarang”kata so eun.
“mwo? tapi kan aku masih pakai baju kelinci?”
“tidak apa-apa.. ayolah.. bersama bayi-bayi kita” kata so eun sambil tersenyum.
“hmm baiklah” kata kim bum lemah.
Mereka pun mengabadikan foto itu.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
“eomma? Kenapa ayah mengenakan pakaian itu?” tanya seorang gadis kecil berusia 5 tahun itu sambil menunjuk sebuah foto yang di ambil 5 tahun lalu di rumah sakit waktu persalinan so eun. “iya nih eomma? Kok appa pakai baju itu sih?” sambung anak cowo yang usianya sama dengan gadis kecil itu.
“haha appa mengenakan pakaian itu karena sayang kalian” kata so eun menjelaskan kepada anak-anaknya.
“mwo? kenapa ayah sayang tapi mengenakan pakaian itu? emang apa hubungannya eomma?” tanya bocah kecil itu lagi.
“ayah mengenakan pakaian itu supaya menghibur ibu dan supaya ibu tertawa, kalau ibu tertawakan kalian di dalam perut eomma juga bakal ikut tertawa” jawab so eun sambil tersenyum kepada anak-anaknya.
“ohh ternyata begitu ya? Apa sama seperti apa yang sekarang ayah lagi lakukan untuk adik didalam TV itu?” tanya gadis kecil itu lagi sambil menunjuk TV
“ne” jawab so eun sambil tersenyum dan mengelus perutnya yang sudah agak membesar dengan perasaan sayang.
So eun hanya tertawa melihat Acara Televisi sana yang menampilkan kim bum sedang menyanyi dan menari lagu Bo Peep milik T-Ara kesukaan so eun di acara Televisinya.
Setelah acara itu selesai pun kim bum pulang kerumah dan disambut oleh so eun dan, yi jeong dan ga eul kecil di pintu sana.
“yeee appa sudah pulang” kata Yi jeong kecil.
“appa sungguh luar biasa keren di acara televise itu” sambung ga eul kecil.
“benarkah ayah nampak keren disana?” tanya kim bum sambil menggendong kedua malaikat kecilnya.
“benar ayah” kata kedua anak kecil itu.
“dan ini semua karena ibumu dan demi adik yang sekarang berada di perut ibumu itu” kata kim bum sambil tersenyum. “ seharusnya kau memberi sebuah hadiah kepada suamimu ini yang rela masuk ke acara televise dan menyanyi dan menari lagu bo peep kesukaanmu itu. dan apa kata dunia seorang direktur terkenal menyanyi dan menari di acara televise seperti itu?” sambung kim bum.
“ne..” kata so eun sambil menciumi bibir kim bum.
Yi jeong kecil dan ga eul kecil yang melihat itu pun langsung menutup mata mereka dan, kim bum dan so eun yang melihat itu pun hanya tertawa.
Di rumah besar itu yang dulunya suram sekarang sudah berubah menjadi rumah yang di penuhi kehangatan oleh keluarga bahagia kim bum.
The End
Judul: Happy Family (Pursuit Of Love That Has Been Lost Special Part) Genre: romantic, comedy, NC (maybe)
Cast: Kim Sang Bum, Kim So Eun
Sepasang kekasih terlihat sedang mengikat janji suci itu di sebuah gereja dan di hadapan semua orang. Setelah mengucapkan janji suci sehidup semati itu, pasangan itu saling melemparkan senyum dan mendekatkan wajah mereka sampai bibir mereka bertemu. Ciuman yang penuh dengan kasih sayang dari kedua pasangan itu yang sekarang sudah resmi menjadi suami istri.
Kim So Eun Pov
Hari ini adalah hari pernikahan aku dengan pria yang benar-benar aku cintai. Aku sungguh bahagia karena sekarang bisa bersama untuk selamanya dengan pria yang berdiri di depanku ini. pria yang sungguh tampan dan yang selalu sabar denganku. Dan dia juga orang yang telah berhasil mencuri hati ku dengan kesabarannya itu. aku adalah wanita yang sangat beruntung karena bisa menikah dengan pria yang berdiri di depanku mengenakan jas putih. Jas putih itu sungguh cocok dengannya dan membuat wajahnya lebih tampan lagi. Kadang aku berpikir siapa pria yang aku nikahi ini? manusia apa malaikat? Wajahnya sungguh seperti wajah malaikat, sangat sangatlah tampan. aku menyesal karena dulu pernah menyia-nyiakan pria ini. Ga Eul ahh.. lihatlah sekarang Ga Eul.. eonnie sudah bersama pria yang kau suruh itu dan benar saja Ga Eul, dia adalah soulmate ku. Ga eul ahh.. eonnie berharap kau melihat ini ga eul di atas sana dan eonnie yakin di atas sana kau juga bahagia melihat eonnie sudah bersama pria yang eonnie cintai ini.
Kim So Eun Pov End
Jauh di atas sana, Ga eul tersenyum melihat orang-orang yang dia cintai akhirnya bersama lagi. Kakak yang dia sayangi dan pria yang dia cintai. Ga eul tersenyum lalu pergi dengan malaikat-malaikat lainnya ke tempat yang lebih terang lagi di atas sana.
Pengantin baru itu pun sekarang berada di rumah sang pria. Sang pria itu tersenyum melihat wanitanya yang sekarang resmi menjadi istrinya. Pria itu menggendong wanita itu ala bridal style dan membawanya kekamarnya di atas.
“bum ah.. kau pasti capek kalau menggendong aku sampai di atas sana, apalagi kan aku berat”
“hahaha asalkan tuan putriku tidak capek saja” kata kim bum lalu mencium bibir so eun sekilas yang masih berada di gendongannya.
Pasangan pengantin itu sampai di kamar. Perlahan kim bum menurunkan sang wanita ke ranjangnya lalu pria itu mulai menutup pintu.
“malam ini kita akan menghabiskan malam yang panjang dan melelahkan so eun ah” kata kim bum sambil tersenyum nakal ke so eun.
“haha ternyata penyakit genit mu tidak hilang”
“ne.. penyakit genit aku tidak hilang tapi aku cuma bersikap genit ke istriku saja”
“iya iya.. haha.. sini bum cium aku” kata so eun sambil memonyongkan bibirnya dan merayu kim bum.
“hahaha ini kamu yang pinta ya, jangan menyesal nantinya” kata kim bum yang langsung menciumi bibir istrinya dengan ganas.
Ciuman mereka semakin ganas dan ciuman kim bum mulai turun ke leher putih sang istri. Di bukanya resleting gaun pengantin so eun dan di rabanya punggung so eun yang mulus.
Mereka pun naik ke atas ranjang dan kim bum mulai melepaskan jasnya dan menciumi sang istri lagi.
Desahan demi desahan keluar dari bibir mungilnya so eun. dia menikmati semua perlakuan kim bum kepadanya. Kim bum yang mendengar desahan seksi so eun lebih bernafsu lagi untuk memasuki inti dari permainan mereka. Kim bum mulai melepaskan lagi benang-benang yang masih menyangkut di tubuh so eun dan melepaskan pakaian terakhir yang dikenakannya sendiri ( CD ny maksudnya).
Mereka melakukan pemanasan yang cukup lama sampai akhirnya mereka memasuki inti permainan mereka. Kim bum pun memasuki diri so eun dan Cuma desahan-desahan yang seksi yang keluar dari bibirnya so eun. mereka pun mencapai puncak klimaks mereka dan keduanya pun tidur tanpa melepaskan ikatan mereka.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Silau matahari memasuki kamar pengantin baru itu. so eun yang memang sudah bangun dari tadi Cuma memerhatikan wajah sang suami yang sedang tertidur lelap. Ide jail pun keluar dari otaknya so eun. di ambil nya peralatan make up dan jepit rambutnya.
Di pakai kan jepit rambut itu ke rambutnya kim bum dan mulai memakaikan lipstick yang merah menyala ke bibirnya kim bum. Karena merasa kurang puas dengan itu, so eun mulai memakaikan eye shadow yang hitam ke mata kim bum dan mengambil kamera untuk mengabadikan wajah kim bum yang telah selesai di make over.
Setelah mengambil fotonya kim bum pun so eun cepat-cepat bergegas mandi dan ke dapur karena takut kim bum terbangun dan membalas perbuatannya.
So eun pun menyiapkan sarapan untuk kim bum. Tidak berapa lama terdengar teriakan dari kim bum dan so eun yang mendengar teriakan dari kim bum Cuma tertawa terbahak-bahak di dapur sana.
“YA yeobo ahh.. bagaimana bisa kau membuat aku terlihat seperti banci begitu” kata kim bum yang sedikit kesal.
“mianhae bum ahh, aku bosan karena sudah bangun duluan dan karena lama menunggu kau bangun jadi nya aku agak bosan, dan karena bosan jadinya aku kerjain kamu deh.. hehehe”
“awas kamu nanti malam, aku kerjain balik baru tahu”
“yaa sudah.. kalau gitu aku tidak mau tidur bersama kau mala mini, aku akan tidur di kamar tamu saja” kata so eun yang pura-pura marah.
“hehe mianhae yeoba, jangan marah dong.. aku gak bisa tidur tanpa pelukan hangat dari istriku yang cantik nih” kata kim bum sambil memeluki so eun dari belakang.
“kalau kau tidak mau aku marah, kiss me.. kamu kan belum kasi aku morning kiss” kata so eun manja.
“kekeke dari dulu gak berubah sikap menggoda kamu itu tetapi aku menyukainya” kata kim bum yang langsung mencium bibirnya so eun.
Ciuman yang lembut berubah menjadi kasar dan ciuman mereka terhenti ketika ada asap hitam yang keluar dari dapur mereka.
“kyaaaaaa.. ayamku” teriak so eun.
So eun pun yang tersadar masakannya gosong langsung berlari menuju dapur. Kim bum yang melihat Cuma tersenyum dan langsung mengikuti so eun ke dapur.
“gara-gara kamu tuh bum.. kalau kamu tidak turun tadikan aku tidak mungkin keruang tamu sama ka uterus ciuman disana, akibatnya ayam aku gosong deh”
“tidak salah kamu sayang? Tadi yang minta morning kiss kan kamu”
“iya.. aku yang minta morning kiss.. tapi kan aku gak minta kamu untuk cium aku lama-lama, jadi gimana dong? Ayamnya sudah gosong”
“kita makan di restaurant aja ya” ajak kim bum.
“aniyo.. pengantin baru itu seharusnya makan di rumah biar kelihatan lebih seperti pasangan suami istri.. hehehe bum ahh? Hari ini makan ini aja ya” kata so eun sambil memberikan ayam gosongnya itu.
“mwo? tapi bagaimana aku makannya?”
“hehehe kulit gosong ayamnya di kupas aja.. yang dalamnya kan masih bisa dimakan” kata so eun sambil mengeluarkan senyum termanisnya.
“terus kamu makan apa?” tanya kim bum curiga.
“hehe kalau aku pesan KFC dong”
“MWO? awas kamu ya” kata kim bum yang langsung mengejar so eun.
So eun yang tahu kim bum mengejarnya pun terus berlari. Terjadilah saling kejar-mengejar di rumah pengantin baru itu dan happ akhirnya so eun tertangkap juga.
“akhirnya.. habislah kamu hari ini” kata kim bum.
“mwo? wekkks :P aku gak takut kok sama kamu” kata so eun sambil menjulurkan lidahnya.
“beneran tidak takut nih? Aku bakal minta sarapan dari kamu sekarang juga”
Kim bum pun mendekatkan wajahnya ke wajah so eun dan melumat bibirnya so eun. mereka pun bercinta lagi di pagi hari itu.
2 Bulan kemudian.
Huuuekks.. hueekkss..
Terdengar suara muntahan dari so eun.
“sayang.. kamu tidak apa-apa?” tanya kim bum khawatir.
“aku tidak apa ap.. hueekkkss” kata so eun yang masih muntah.
“ayo kita ke dokter sekarang ya” kata kim bum sambil membimbing sang istri ke tempat duduk.
“ne” kata so eun lemah.
“baiklah kalau gitu aku akan siap-siap dulu ya” kata kim bum.
Mereka pun pergi ke dokter dan sampai di ruangan dokter itu.
“selamat Ny.Kim anda sedang hamil 2 minggu” kata sang dokter sambil tersenyum.
“mwo ? istri aku hamil? Kalau gitu aku bakal jadi ayah dong? Aku bakal jadi ayah? Hahaha.. terima kasih dok.. terima kasih” kata kim bum yang saking senangnya sampai memeluk sang dokter. (disini dokternya cowok ya.. wkwk)
“eheemmm” kata sang dokter itu.
“hehe maaf dok.. aku terlalu senang” kata kim bum yang masih senyum-senyum gaje itu.
So eun yang melihat tingkah sang suami pun hanya tertawa.
Mereka habis dari rumah sakit pun langsung menuju toko peralatan bayi. Disana kim bum yang saking semangatnya memborong semua peralatan bayi disana.
“YA kim bum ah? Apa kau gila?” tanya so eun.
“waeyo? Aku hanya membeli barang untuk bayiku nanti, aku tidak mau bayiku nanti kekurangan barang” kata kim bum yang masih memilih peralatan bayi.
“tapi bum ahh.. aku ini baru hamil dan usia kandungan aku baru 2 minggu”
“ne.. aku tau.. kan sudah aku bilang kalau aku tidak mau bayiku nanti kekurangan barang atau sesuatu.. anak kim sang bum tidak boleh kekurangan barang” kata kim bum dengan mantap.
“hmm terserah kamu saja”
Perut so eun pun semakin besar setiap bulan dan kim bum pun mulai kerepotan karena ngidam so eun yang aneh-aneh. Sekarang kim bum sedang di ruang meetingnya bersama klien yang lain tapi tiba-tiba kim bum mendapat telepon dari sang istri.
“waeyo yeobo ah?” tanya kim bum lembut.
“aku ngidam lagi sayang..” kata so eun dari seberang telepon.
“hmm emangnya sekarang kamu ngidam apa so eun ah?”
“hehe aku mau dengar kamu nyanyi kim bum ah”
“mwo? tapi kan sekarang aku lagi meeting?” kata kim bum yang tidak percaya dengan omongan so eun.
“waeyo? Kamu tidak mau ya? Ya sudah.. baby sayang ahh.. appa kamu tidak menyanyai kamu tuh.. masa Cuma di suruh nyanyi aja tidak mau sih?”
“aniyo.. nanti pulang aku bakal nyanyi deh buat kamu”
“TIDAK MAUUUUU, aku maunya SEKARANG. TITIK”
“tapi ?” kata kim bum.
“ya sudah.. aku matikan teleponnya sekarang”
“jangan jangan.. baiklah aku bakal nyanyi tapi lagu apa?”
“gitu donk.. hehehe.. lagu T-ARA bo peep bo peep” kata so eun.
“eheemm baiklah.. BO PEEP BO PEEP BO PEEP BO PEEP BO PEEP AWW.. BO PEEP BO PEEP~” nyanyi kim bum sambil menahan malunya.
Klien yang melihat kim bum Cuma bisa bengong dan ternganga mulutnya melihat sikap kim bum. Kim bum yang menahan malu Cuma bisa senyum terpaksa kepada kliennya.
Usia kandungan so eun sudah memasuki usia 9 bulan. Ketika di ruang tamu, so eun lagi tertawa sambil melihat kim bum yang memakai pakaian kelinci dan memakai bando kelinci sedang berjoget (hehe maklom so eunnya masih ngidam aneh-aneh ceritanya). Tiba-tiba saja perut so eun sakit banget, kim bum yang melihat so eun kesakitan pun panik.
“sayang tahan dulu ya sayang, aku akan ganti baju aku dlu”
“YAA PABBO.. aku ini akan segera melahirkan.. dan kau masih sempat mau ganti baju” ngomel so eun.
“sayang.. aku tidak mungkin pakai baju kelinci ini ngantar kamu kerumah sakit”
“ihh aku tidak tahan lagi bum.. sakittttt, kamu mau anak kita kenapa-kenapa?”
“oke oke.. aku akan ngantar kamu kerumah sakit sekarang”
Kim bum pun terpaksa mengenakan pakaian kelinci untuk mengantar so eun kerumah sakit. Ketika masuk kerumah sakit, semua orang disana tertawa melihat kim bum yang mengenakan pakaian kelinci itu.
Dan sampai di ruang persalinan. Kim bum pun setia menemani so eun yang sedang dalam proses persalinan. Dokter yang membantu persalinan so eun hanya dapat menahan tawa ketika melihat kim bum yang mengenakan pakaian kelinci.
“hiks hiks bum ahh.. sakit banget..”kata so eun.
“ne so eun.. ayo tarik nafas mu.. di buang pelan-pelann” kata kim bum.
So eun pun mulai mengikuti kim bum menarik nafas dan tidak lama so eun pun tertawa terbahak-bahak.
“YAA kim bum ah? Kamu kentut ya? Hahaha kelinci manis yang jorok” kata so eun.
“mianhae.. aku tidak tahan pas tadi lagi tahan nafasnya”kata kim bum.
So eun yang melihat wajah kim merah karena menahan malu pun tertawa lagi sampai suara dokter menghentikan suara ketawa so eun.
“nyonya.. anda sedang melahirkan.. aku harap anda bisa serius.. kalau tidak bayinya tidak akan keluar sampai besok kalau nyonya ketawa terus” kata sang dokter sambil menahan tawa juga.
AAAAAHHH SAKITTTTTTT dan oek oek.. terdengarlah tangisan sang bayi yang baru hadir ke dunia ini.
“bayi eomma cantik banget” senyum so eun ketika melihat wajah bayinya dan tidak berapa lama..
“awww dokter.. perut aku masih sakit dok” teriak so eun.
“nyonya.. sepertinya anda akan melahirkan lagi.. masih ada bayi didalam” kata sang dokter.
“tarik nafas ya” kata dokter lagi dan AAAAAAHHHHH teriakan yang lebih keras terdengar dari bibir so eun yang di susul tangisan seorang bayi lagi.
Suster pun membawa kedua bayi itu ke tempat so eun dan kim bum setelah bayi itu sudah selesai dibersihkan.
“selamat nyonya, anda melahirkan sepasang bayi kembar yang cantik, manis dan tampan seperti nyonya dan tuan” kata sang suster yang tertawa melihat kim bum yang masih mengenakan pakaian kelinci.
“ sepertinya bayi ceweknya mewarisi wajah ayahnya yang manis” kata sang suster tertawa lalu pergi.
So eun yang mendengar perkataan suster pun mulai tertawa lagi.
“hmm susternya nyebelin banget sih.. orang seganteng aku dibilang manis” kata kim bum dengan pedenya.
“aduhh.. obat kamu habis lagi ya bum? Hmm bagusan sekarang kamu beri nama untuk kedua bayi kita ini” kata so eun.
“ne..” kata kim bum
Kim bum pun tampak mikir nama yang cocok untuk kedua bayi nya.
“aku tahu.. bagaimana kalau kita beri nama So Yi Jeong aja untuk bayi laki-lakinya?”
“so yi jeong? Hmm sepertinya bagus.. hmm kim bum ahh? Aku mau beri nama Chu Ga Eul untuk bayi perempuan kita? Apakah boleh? “ tanya so eun hati-hati.
“hmm kenapa kau kasi nama adikmu untuk anak perempuan kita?” tanya kim bum.
“aku mau anak aku seperti adikku yang baik dan polos dan juga memiliki wajah yang cantik.. dan aku beri anakku nama chu ga eul juga untuk mengenang adikku yang sudah tiada.. jadi bolehkan?”tanya so eun.
“ne.. tentu saja so eun ahh.. kelak bayi perempuan kita akan memiliki hati yang baik seperti ga eul” kata kim bum sambil tersenyum.
“ kim bum ah.. ayo kita mengabadikan moment kita sekarang”kata so eun.
“mwo? tapi kan aku masih pakai baju kelinci?”
“tidak apa-apa.. ayolah.. bersama bayi-bayi kita” kata so eun sambil tersenyum.
“hmm baiklah” kata kim bum lemah.
Mereka pun mengabadikan foto itu.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
“eomma? Kenapa ayah mengenakan pakaian itu?” tanya seorang gadis kecil berusia 5 tahun itu sambil menunjuk sebuah foto yang di ambil 5 tahun lalu di rumah sakit waktu persalinan so eun. “iya nih eomma? Kok appa pakai baju itu sih?” sambung anak cowo yang usianya sama dengan gadis kecil itu.
“haha appa mengenakan pakaian itu karena sayang kalian” kata so eun menjelaskan kepada anak-anaknya.
“mwo? kenapa ayah sayang tapi mengenakan pakaian itu? emang apa hubungannya eomma?” tanya bocah kecil itu lagi.
“ayah mengenakan pakaian itu supaya menghibur ibu dan supaya ibu tertawa, kalau ibu tertawakan kalian di dalam perut eomma juga bakal ikut tertawa” jawab so eun sambil tersenyum kepada anak-anaknya.
“ohh ternyata begitu ya? Apa sama seperti apa yang sekarang ayah lagi lakukan untuk adik didalam TV itu?” tanya gadis kecil itu lagi sambil menunjuk TV
“ne” jawab so eun sambil tersenyum dan mengelus perutnya yang sudah agak membesar dengan perasaan sayang.
So eun hanya tertawa melihat Acara Televisi sana yang menampilkan kim bum sedang menyanyi dan menari lagu Bo Peep milik T-Ara kesukaan so eun di acara Televisinya.
Setelah acara itu selesai pun kim bum pulang kerumah dan disambut oleh so eun dan, yi jeong dan ga eul kecil di pintu sana.
“yeee appa sudah pulang” kata Yi jeong kecil.
“appa sungguh luar biasa keren di acara televise itu” sambung ga eul kecil.
“benarkah ayah nampak keren disana?” tanya kim bum sambil menggendong kedua malaikat kecilnya.
“benar ayah” kata kedua anak kecil itu.
“dan ini semua karena ibumu dan demi adik yang sekarang berada di perut ibumu itu” kata kim bum sambil tersenyum. “ seharusnya kau memberi sebuah hadiah kepada suamimu ini yang rela masuk ke acara televise dan menyanyi dan menari lagu bo peep kesukaanmu itu. dan apa kata dunia seorang direktur terkenal menyanyi dan menari di acara televise seperti itu?” sambung kim bum.
“ne..” kata so eun sambil menciumi bibir kim bum.
Yi jeong kecil dan ga eul kecil yang melihat itu pun langsung menutup mata mereka dan, kim bum dan so eun yang melihat itu pun hanya tertawa.
Di rumah besar itu yang dulunya suram sekarang sudah berubah menjadi rumah yang di penuhi kehangatan oleh keluarga bahagia kim bum.
The End
Sabtu, 01 Juni 2013
Pursuit Of Love That Has Been Lost Part 5 ( Happy Ending)
Author: Chintami (Mediyanti Christin)
Judul: Pursuit Of Love That Has Been Lost (Part 5) ( Happy Ending)
Genre: Romantic, NC
Cast: Kim Bum, Kim So Eun, Chu Ga Eul
Kim So Eun Pov
Sejak itupun sikap aku semakin menjadi-jadi. Sekarang aku ada janjian sama kim bum di sebuah restoran tapi aku sengaja menyuruh seorang namja mengantarku ke restoran sana, aku juga sengaja datang agak telat agar kim bum bisa melihat aku dengan namja itu. namja itu mengantar aku sampai di dalam, ketika namja itu sudah mau pergi, namja itu pun menciumi bibir aku sekilas, hahaha itu sebenarnya aku yang suruh.
Aku melihat kim bum yang melihat kejadian tadi seperti menahan emosinya dengan mengepalkan tangannya dan wajahnya memerah. Senang sekali bisa melihat wajah kim bum yang menahan cemburu seperti itu. sakit hati bukan? Haha ya sudah pastilah sakit hati.
“annyeong kim bum”
“annyeong so eun”
Wajahnya kim bum masih merah karena menahan emosi. Aku pun berpura-pura seperti tidak terjadi apa-apa. Setelah makan kami jalan-jalan di mall tapi aku sengaja bersikap cuek dengan dia. Aku mau buat dia merasakan gimana perasaan adikku dulu.
Hari berganti hari. Akupun makin berani, hampir setiap bersama kim bum, aku juga bersama namja lain dan aku juga sering berciuman dengan namja lain atau hampir seperti mau bercinta dengan namja lain di depannya dan bisa aku lihat wajah dia selalu merah menahan emosi ketika seperti itu tetapi dia tidak berani memarahi aku atau apa dan yang buat aku tertarik kepadanya, dia selalu bersikap sabar dengan sikap aku. Aku selalu membatalkan janji dengan dia, selalu cuek dengan dia. Setiap kali aku bermesraan dengan pria lain, bisa ku lihat dia seperti menahan air matanya yang hampir jatuh, kadang aku kasihan dengan dia dan sepertinya aku mulai tertarik dengan kesabaran dia. Aku mau menghentikan semua ini tapi aku tidak bisa, aku harus melakukan ini demi adikku. Hati kecilku menyuruhku untuk menghentikannya karena sebenarnya aku tidak sanggup melihat kim bum yang seperti itu tapi kayaknya takdir tidak menentukan kami untuk bersama, aku tidak mungkin bersama pria yang sudah menyakiti adik aku walaupun sebenarnya aku mulai sayang dengan dia. Apa dia sudah benar-benar menyesal? Buktinya dia tetap mau menjaga hubungan aku dengan dia walaupun aku sering menyakiti dia.
Seperti sekarang ini aku, kim bum, dan seorang namja di sebuah diskotik. Sekarang ini kami sedang duduk bertiga. Aku berada tengah dari mereka dan namja itu sekarang sedang menciumi aku dan ciuman namja itu turun ke leher aku. Aku mendesah karena namja itu dan tangan namja itu sekarang sedang meremas dadaku. Aku tersenyum dan sambil mendesah, ketika aku lihat kim bum, dia sedang melihat kami dan waktu pandangan kami ketemu, dia pura-pura mengalihkan pandangan dia ke tempat lain dan bisa ku lihat ada sebutir air mata yang menetes di pipinya. Aku rasa dia benar-benar sakit hati.
“aku permisi ambil bir sebentar” kata kim bum dan langsung pergi.
Aku yang melihat kim bum pergi pun langsung mendorong namja itu dan memberikan dia sebuah amplop yang berisi sejumlah uang.
Aku tidak tahan lagi. Aku mau mengakhiri semua ini. aku mau memutuskan hubungan aku dengan dia. Aku tidak tahan melihat dirinya yang seperti itu dan aku rasa aku mulai jatuh cinta dengan dirinya itu.
Mungkin itu adalah masa lalu dia dan sekarang dia sudah menyesal dan mendapatkan balasannya. Aku menunggu kedatangan kim bum. Kim bum pun datang dang aku langsung menarik dia keluar dari diskotik itu.
“aku mau kita putus kim bum-ssi”
“mwo? tapi kenapa? Bukannya aku tidak mencampuri urusan kau dengan teman kau dan aku juga tidak memarahi kau waktu bermesraan dengan namja lain tapi kenapa kau mau memutuskan hubungan kita?”
“ aku tidak mencintai kau kim bum-ssi, aku menerima kau dulu Cuma untuk sekedar bersenang-senang. Kau seperti tidak mengenal aku aja, aku adalah KIM SO EUN dan seharusnya kau tau kalau aku bukanlah wanita yang setia dengan pasangannya. Aku selalu bersama namja-namja lain dan senang mempermainkan mereka. Untuk apa kau menjaga hubungan kita? Apa kau mau aku terus membuat kau sakit hati dan asal kau tahu juga kalau aku tidak tahan bersama kau lagi karena kau, aku tidak dapat bersenang-senang dengan namja lain” dustaku.
Sebenarnya itu karena aku tidak tahan yang melihat dirinya sakit terus, hati aku juga sakit kim bum ah ketika melihat kau seperti itu. setiap malam aku selalu menangis di kamar ku setiap mengingat dirimu.
“kalau itu yang kamu mau so eun, baiklah.. hubungan kita sampai disini saja, mianhae karena aku, kau tidak dapat bersama namja yang kau suka, sekali lagi mianhae tapi asal kau tau, kau akan tetap menjadi wanita yang berada dihatiku untuk selamanya.” kata kim bum sambil mengeluarkan air matanya. Kim bum pun mengantari aku pulang dan kamipun sampai dirumahku.
“setelah ini, kita tidak punya hubungan apa-apa lagi, anggap saja kita tidak pernah ketemu dan berhubungan” kata aku lalu langsung keluar dari mobil kim bum dan masuk ke rumahku.
Kim So Eun Pov End
Kim Bum Pov
Aku sangat sedih. Aku harus kehilangan wanita yang aku cintai lagi. Mungkin benar kalau ini adalah balasan untukku. Aku sudah menepati janjiku untuk tidak memarahi dia walau dia bersama pria lain tapi kenapa dia tetap memutuskan hubunganku dengan dia? Mungkin inilah takdir ku. aku tidak berjodoh dengan Chu Ga Eul bahkan bayangan dia (kim so eun maksudnya) sekalipun.
Kim Bum Pov End
Kim So Eun Pov
Aku menangis sejadi-jadinya dikamarku. Hati ini sungguh sakit. Aku tidak tahu lagi harus berbuat apa. Aku sudah kehilangan adikku dan sekarang aku kehilangan pria yang aku cintai. Dia benar-benar tulus mencintai aku. Aku salah. Aku terlalu keras kepala. Seharusnya dulu aku tidak balas dendam kepadanya apalagi dia sudah menyesali perbuatan dia dulu
Ini takdir kami, kami tidak dapat bersatu. Biarlah waktu yang menghapus luka ini dan aku Cuma bisa berdoa semoga kamu mendapati wanita yang benar-benar mencintaimu. Semoga kita bisa bersatu di kehidupan lainnya.
Aku pun tertidur karena capek menangis.
“eonnie ahhh”
“ga eul? Apakah benar kau ga eul?”
“ne eonnie, aku benar-benar merindukanmu eonnie ah” kata ga eul sambil memeluki aku.
“ga eul ahh,, aku juga rindu sama kamu ga eul ah, kenapa ga eul? Kenapa kamu meninggali eonnie hah? Apa kamu tidak tahu eonnie sangatlah sedih?”
“mianhae eonnie ah, ini sudah takdir aku, emang sudah saatnya eonnie untuk aku pergi”
“jangan pernah tinggali eonnie lagi ga eul ah, eonnie mau ikut kau ga eul”
“jangan eonnie, ini belum waktunya, eonnie ahh aku punya sebuah permintaah eonnie dan berjanjilah untuk menepati permintaan ini, kalau eonnie tidak menepati permintaan aku ini, aku tidak bakal bisa tenang untuk selamanya eon”
“apa itu ga eul? Katakana saja, eonnie janji eonnie bakal menepati permintaan kamu”
“bersatulah dengan kim bum oppa, kim bum oppa benar-benar membutuhkan kau eonnie, aku di gituin oleh kim bum dulu memang sudah takdir, kami tidak berjodoh eonnie, jodohnya kim bum oppa adalah eonnie, bukan aku. Karena aku digituin sama kim bum makanya eonnie baru bisa ketemu kim bum oppa dan itu sudah takdir. Kau harus bersama dengan kim bum oppa, kalau eonnie tidak bersama dia, aku tidak akan bisa tenang disana nanti. Kim bum benar-benar mencintai eonnie, dia adalah soulmate mu eonnie”
“eonnie tidak tahu eonnie bisa melakukan itu apa tidak, dia suda menyakiti kau ga eul ahhh”
“ lupakan itu eonnie, aku tau kau mencintai kim bum juga, jangan keras kepala eon. Bersatulah dengan kim bum. Demi aku eon… percayalah kalau dia adalah soulmate mu eon, memang aku yang tidak berjodoh dengan kim bum dan memang sudah takdir aku eon”
“ne kalau memang itu yang kau mau ga eul ahh.. eonnie janji eonnie bakal memenuhi permintaanmu ini”
“gomawo eonnie ahh.. sekarang aku sudah tenang, dan aku sekarang benar-benar sudah bisa pergi dengan tenang, aku harus pergi dulu eonnie. Selamat tinggal, aku titip eomma, appa dan kim bum oppa ya eonnie. Jaga mereka baik-baik”
“ga eul ahhh.. jangan pergi dulu.. ga eul ahh”
GA EULLLL.. aku pun terbangun oleh mimpi aku. Aku menangis, apa itu permintaan ga eul untukku?. Ga eul ahh.. eonnie berjanji eonnie bakal memenuhi permintaan kamu ga eul. Aku melihat jam dan sekarang sudah pukul 7 pagi. Aku bersiap-siap dan selesai bersiap-siap, aku langsung turun dan mengambil kunci mobilku. Aku pergi ke rumah kim bum sekarang dan setelah sampai dirumah kim bum, pembantunya membiarkan aku masuk.
“permisi, boleh aku tanya, sekarang kim bum ada dimana?”
“tuan kim bum dari semalam tidak mau keluar dari kamarnya nona, dari semalam dia meneriaki nama kim so eun dan dari semalam juga dia belum makan nona, aku sungguh khawatir”
“baiklah sekarang juga aku bakal ke kamar tuan kim bum, terima kasih”
“sama-sama nona”
Aku pun langsung kekamarnya kim bum.
Tok tok tok
“kim bum ahh, apa kau ada didalam sana? Buka pintunya kim bum, aku mau berbicara sesuatu kepadamu”
Pintu kamar itu pun terbuka dan dapat aku lihat wajah kim bum yang sangat kusut. Pasti dia menangis semalaman.
Aku masuk ke kamarnya.
“aku mau berbicara sesuatu kepadamu”
“bicaralah” kata kim bum.
“aku berbohong semalam, aku memutusi kau bukan karena aku mau bersama pria lain tapi karena aku tidak tahan melihat kau sakit hati terus dan menangis karena aku. Sekarang juga aku akan mengakui semuanya. Sebenarnya aku adalah kakaknya Chu Ga Eul dan aku sangat sakit hati karena kematian adik aku dan apalagi aku tau kalau kau adalah pria yang sudah menyakiti adik aku. Dari pertama aku memang sengaja mencoba untuk mendekati kau sampai-sampai aku sengaja memakai pakaian Chu ga eul agar kau jatuh cinta lagi kepadaku dan apalagi aku dengar kau mencintai ga eul. Pertama aku menerima cinta kau memang untuk balas dendam makanya aku sering bermesraan dengan pria lain di depanmu tapi yakin lah bum sekarang ini aku benar-benar jatuh cinta padamu. Sebenarnya pria-pria yang bersama aku adalah orang suruhan aku, aku mau membuat kau merasakan sakit hati yang adik aku rasakan dan memberikan kau pelajaran tapi aku terjatuh dalam lobang yang aku buat sendiri. Aku jatuh cinta padamu bum ah, mianhae bum ah,, mianhae’’ kata aku sambil menangis
Kim bum Cuma terdiam mendengar semua perkataan aku, aku tahu dia pasti sangat terkejut mengetahui aku adalah kakaknya ga eul dan mau membalas perbuatan dia.
Kim bum pun meraih wajah aku.
“maafkan aku so eun ah, aku sudah bersikap tidak baik kepada adikmu dulu, tapi sekarang aku benar-benar sangat mencintai kau so eun, aku sudah menyesal akan apa yang aku perbuat dulu.”
“ne.. tidak apa-apa. Apa kau mau bersama aku lagi kim bum ahh?”
“benarkah apa yang aku dengar? Ne so eun ahh.. ne”
Aku pun langsung menciumi bibir kim bum dan melumatnya dengan ganas. Aku mendorong tubuh kim bum sampai jatuh ke ranjangnya yang besar. Aku terus menciumi dirinya dan ciuman aku menurun ke leher kim bum. Aku melepas kemeja yang digunakan kim bum. Ciuman kami terus saja memanas dan tangan kim bum masuk kedalam dress aku yang pendek. Tangannya terus meremas bokongku. Tangan kim bum pun langsung merobek dress yang aku pakai.
“aww.. tidak sabaran sekali sih kamu.. haha”
Aku yang juga sudah tidak sabar lagi langsung membuka resleting celana kim bum dan langsung menurunkannya. Tangan aku mengelus-elus kejantanan kim bum. Kim bum yang tidak mau kalah pun langsung melepaskan bra aku dan celana dalam yang aku kenakan.
“huuu.. tidak adil” kata aku yang pura-pura marah.
“hahaha waeyo?” tanyanya sambil tersenyum.
“aku sudah telanjang tapi kau masih ada memakai CD”
“kalau gitu kamu lepasin CD aku sekarang aja biar kita sama-sama naked”
Aku langsung menurunkan celana dalam kim bum dan WOW
Aku benar-benar terkejut. Tangan kim bum meremas-remas dada aku dan ahh, aku semakin dibuat horny oleh dia.
“sekarang kim bum ahhh, aku sudah tidak tahan”
Kim bum pun mulai memasuki diriku dan ahhhh
“sakit kim bum ahh, pelan-pelan”
“kauu? Kau masih perawan? Dan aku orang pertama yang melakukan ini kepadamu?” tanya kim bum yang tidak percaya ketika dia mengoyak sesuatu yang berharga buat aku (keperawanannya).
“tentu saja bodoh, aku Cuma memberikan itu aku kepada pria yang benar-benar aku cintai”
“gomawo so eun ahh” kata kim bum dan langsung melumat bibirku.
Kim bum pun terus memasuki diriku dan aaaaahhhh seru kami berdua ketika sudah mencapai puncak kenikmatannya. Karena kecapekan kami berdua pun tertidur dan sebelum tertidur aku mendengar kata kim bum yang mengatakan “jeongmal saranghae so eun ahh”.
Aku pun tertidur di dalam pelukannya kim bum tanpa melepaskan kontak kami.
>>>>>>>>>>
Keesokan harinya. Sinar Matahari mulai masuk melalui jendela-jendela kamar kim bum. Aku terbangun dan mendapati kim bum yang sudah bangun sedari tadi dan asyik memperhatikan aku sekarang.
“ehemmm,, ada apa kim bum ah? Apa ada yang aneh dengan aku?”
“aniyo.. kau terlihat begitu cantik.. dan terima kasih untuk semalam. Aku benar-benar merasa seperti mimpi saja. So eun ahh.. aku mau mengatakan sesuatu”
“ne? apa itu kim bum?”
“menikahlah dengan aku so eun ahhh dan jadilah bagian dari hidupku. Jadilah ibu dari anak-anak aku kelak nanti. Apa kau mau?”
“hiks hiks benarkah yang tadi kamu bilang.. ne aku mau, aku mau kim bum ahh” kata aku sambil menangis bahagia.
“makasih so eun ahh. Saranghae so eun, aku berjanji tidak akan mengecewakanmu so eun ah, aku berjanji tidak akan pernah membuat kau meneteskan air matamu lagi”.
Kim bum pun mendekati wajah aku dan melumat bibirku lagi dan ciuman kami yang awalnya lembut pun menjadi kasar.
“aku mau sarapan pagi dari kamu” kata kim bum.
“haha dasar genit” lalu mencium kim bum lagi. Dan kami pun bercinta lagi sampai lupa waktu.
END
Judul: Pursuit Of Love That Has Been Lost (Part 5) ( Happy Ending)
Genre: Romantic, NC
Cast: Kim Bum, Kim So Eun, Chu Ga Eul
Kim So Eun Pov
Sejak itupun sikap aku semakin menjadi-jadi. Sekarang aku ada janjian sama kim bum di sebuah restoran tapi aku sengaja menyuruh seorang namja mengantarku ke restoran sana, aku juga sengaja datang agak telat agar kim bum bisa melihat aku dengan namja itu. namja itu mengantar aku sampai di dalam, ketika namja itu sudah mau pergi, namja itu pun menciumi bibir aku sekilas, hahaha itu sebenarnya aku yang suruh.
Aku melihat kim bum yang melihat kejadian tadi seperti menahan emosinya dengan mengepalkan tangannya dan wajahnya memerah. Senang sekali bisa melihat wajah kim bum yang menahan cemburu seperti itu. sakit hati bukan? Haha ya sudah pastilah sakit hati.
“annyeong kim bum”
“annyeong so eun”
Wajahnya kim bum masih merah karena menahan emosi. Aku pun berpura-pura seperti tidak terjadi apa-apa. Setelah makan kami jalan-jalan di mall tapi aku sengaja bersikap cuek dengan dia. Aku mau buat dia merasakan gimana perasaan adikku dulu.
Hari berganti hari. Akupun makin berani, hampir setiap bersama kim bum, aku juga bersama namja lain dan aku juga sering berciuman dengan namja lain atau hampir seperti mau bercinta dengan namja lain di depannya dan bisa aku lihat wajah dia selalu merah menahan emosi ketika seperti itu tetapi dia tidak berani memarahi aku atau apa dan yang buat aku tertarik kepadanya, dia selalu bersikap sabar dengan sikap aku. Aku selalu membatalkan janji dengan dia, selalu cuek dengan dia. Setiap kali aku bermesraan dengan pria lain, bisa ku lihat dia seperti menahan air matanya yang hampir jatuh, kadang aku kasihan dengan dia dan sepertinya aku mulai tertarik dengan kesabaran dia. Aku mau menghentikan semua ini tapi aku tidak bisa, aku harus melakukan ini demi adikku. Hati kecilku menyuruhku untuk menghentikannya karena sebenarnya aku tidak sanggup melihat kim bum yang seperti itu tapi kayaknya takdir tidak menentukan kami untuk bersama, aku tidak mungkin bersama pria yang sudah menyakiti adik aku walaupun sebenarnya aku mulai sayang dengan dia. Apa dia sudah benar-benar menyesal? Buktinya dia tetap mau menjaga hubungan aku dengan dia walaupun aku sering menyakiti dia.
Seperti sekarang ini aku, kim bum, dan seorang namja di sebuah diskotik. Sekarang ini kami sedang duduk bertiga. Aku berada tengah dari mereka dan namja itu sekarang sedang menciumi aku dan ciuman namja itu turun ke leher aku. Aku mendesah karena namja itu dan tangan namja itu sekarang sedang meremas dadaku. Aku tersenyum dan sambil mendesah, ketika aku lihat kim bum, dia sedang melihat kami dan waktu pandangan kami ketemu, dia pura-pura mengalihkan pandangan dia ke tempat lain dan bisa ku lihat ada sebutir air mata yang menetes di pipinya. Aku rasa dia benar-benar sakit hati.
“aku permisi ambil bir sebentar” kata kim bum dan langsung pergi.
Aku yang melihat kim bum pergi pun langsung mendorong namja itu dan memberikan dia sebuah amplop yang berisi sejumlah uang.
Aku tidak tahan lagi. Aku mau mengakhiri semua ini. aku mau memutuskan hubungan aku dengan dia. Aku tidak tahan melihat dirinya yang seperti itu dan aku rasa aku mulai jatuh cinta dengan dirinya itu.
Mungkin itu adalah masa lalu dia dan sekarang dia sudah menyesal dan mendapatkan balasannya. Aku menunggu kedatangan kim bum. Kim bum pun datang dang aku langsung menarik dia keluar dari diskotik itu.
“aku mau kita putus kim bum-ssi”
“mwo? tapi kenapa? Bukannya aku tidak mencampuri urusan kau dengan teman kau dan aku juga tidak memarahi kau waktu bermesraan dengan namja lain tapi kenapa kau mau memutuskan hubungan kita?”
“ aku tidak mencintai kau kim bum-ssi, aku menerima kau dulu Cuma untuk sekedar bersenang-senang. Kau seperti tidak mengenal aku aja, aku adalah KIM SO EUN dan seharusnya kau tau kalau aku bukanlah wanita yang setia dengan pasangannya. Aku selalu bersama namja-namja lain dan senang mempermainkan mereka. Untuk apa kau menjaga hubungan kita? Apa kau mau aku terus membuat kau sakit hati dan asal kau tahu juga kalau aku tidak tahan bersama kau lagi karena kau, aku tidak dapat bersenang-senang dengan namja lain” dustaku.
Sebenarnya itu karena aku tidak tahan yang melihat dirinya sakit terus, hati aku juga sakit kim bum ah ketika melihat kau seperti itu. setiap malam aku selalu menangis di kamar ku setiap mengingat dirimu.
“kalau itu yang kamu mau so eun, baiklah.. hubungan kita sampai disini saja, mianhae karena aku, kau tidak dapat bersama namja yang kau suka, sekali lagi mianhae tapi asal kau tau, kau akan tetap menjadi wanita yang berada dihatiku untuk selamanya.” kata kim bum sambil mengeluarkan air matanya. Kim bum pun mengantari aku pulang dan kamipun sampai dirumahku.
“setelah ini, kita tidak punya hubungan apa-apa lagi, anggap saja kita tidak pernah ketemu dan berhubungan” kata aku lalu langsung keluar dari mobil kim bum dan masuk ke rumahku.
Kim So Eun Pov End
Kim Bum Pov
Aku sangat sedih. Aku harus kehilangan wanita yang aku cintai lagi. Mungkin benar kalau ini adalah balasan untukku. Aku sudah menepati janjiku untuk tidak memarahi dia walau dia bersama pria lain tapi kenapa dia tetap memutuskan hubunganku dengan dia? Mungkin inilah takdir ku. aku tidak berjodoh dengan Chu Ga Eul bahkan bayangan dia (kim so eun maksudnya) sekalipun.
Kim Bum Pov End
Kim So Eun Pov
Aku menangis sejadi-jadinya dikamarku. Hati ini sungguh sakit. Aku tidak tahu lagi harus berbuat apa. Aku sudah kehilangan adikku dan sekarang aku kehilangan pria yang aku cintai. Dia benar-benar tulus mencintai aku. Aku salah. Aku terlalu keras kepala. Seharusnya dulu aku tidak balas dendam kepadanya apalagi dia sudah menyesali perbuatan dia dulu
Ini takdir kami, kami tidak dapat bersatu. Biarlah waktu yang menghapus luka ini dan aku Cuma bisa berdoa semoga kamu mendapati wanita yang benar-benar mencintaimu. Semoga kita bisa bersatu di kehidupan lainnya.
Aku pun tertidur karena capek menangis.
“eonnie ahhh”
“ga eul? Apakah benar kau ga eul?”
“ne eonnie, aku benar-benar merindukanmu eonnie ah” kata ga eul sambil memeluki aku.
“ga eul ahh,, aku juga rindu sama kamu ga eul ah, kenapa ga eul? Kenapa kamu meninggali eonnie hah? Apa kamu tidak tahu eonnie sangatlah sedih?”
“mianhae eonnie ah, ini sudah takdir aku, emang sudah saatnya eonnie untuk aku pergi”
“jangan pernah tinggali eonnie lagi ga eul ah, eonnie mau ikut kau ga eul”
“jangan eonnie, ini belum waktunya, eonnie ahh aku punya sebuah permintaah eonnie dan berjanjilah untuk menepati permintaan ini, kalau eonnie tidak menepati permintaan aku ini, aku tidak bakal bisa tenang untuk selamanya eon”
“apa itu ga eul? Katakana saja, eonnie janji eonnie bakal menepati permintaan kamu”
“bersatulah dengan kim bum oppa, kim bum oppa benar-benar membutuhkan kau eonnie, aku di gituin oleh kim bum dulu memang sudah takdir, kami tidak berjodoh eonnie, jodohnya kim bum oppa adalah eonnie, bukan aku. Karena aku digituin sama kim bum makanya eonnie baru bisa ketemu kim bum oppa dan itu sudah takdir. Kau harus bersama dengan kim bum oppa, kalau eonnie tidak bersama dia, aku tidak akan bisa tenang disana nanti. Kim bum benar-benar mencintai eonnie, dia adalah soulmate mu eonnie”
“eonnie tidak tahu eonnie bisa melakukan itu apa tidak, dia suda menyakiti kau ga eul ahhh”
“ lupakan itu eonnie, aku tau kau mencintai kim bum juga, jangan keras kepala eon. Bersatulah dengan kim bum. Demi aku eon… percayalah kalau dia adalah soulmate mu eon, memang aku yang tidak berjodoh dengan kim bum dan memang sudah takdir aku eon”
“ne kalau memang itu yang kau mau ga eul ahh.. eonnie janji eonnie bakal memenuhi permintaanmu ini”
“gomawo eonnie ahh.. sekarang aku sudah tenang, dan aku sekarang benar-benar sudah bisa pergi dengan tenang, aku harus pergi dulu eonnie. Selamat tinggal, aku titip eomma, appa dan kim bum oppa ya eonnie. Jaga mereka baik-baik”
“ga eul ahhh.. jangan pergi dulu.. ga eul ahh”
GA EULLLL.. aku pun terbangun oleh mimpi aku. Aku menangis, apa itu permintaan ga eul untukku?. Ga eul ahh.. eonnie berjanji eonnie bakal memenuhi permintaan kamu ga eul. Aku melihat jam dan sekarang sudah pukul 7 pagi. Aku bersiap-siap dan selesai bersiap-siap, aku langsung turun dan mengambil kunci mobilku. Aku pergi ke rumah kim bum sekarang dan setelah sampai dirumah kim bum, pembantunya membiarkan aku masuk.
“permisi, boleh aku tanya, sekarang kim bum ada dimana?”
“tuan kim bum dari semalam tidak mau keluar dari kamarnya nona, dari semalam dia meneriaki nama kim so eun dan dari semalam juga dia belum makan nona, aku sungguh khawatir”
“baiklah sekarang juga aku bakal ke kamar tuan kim bum, terima kasih”
“sama-sama nona”
Aku pun langsung kekamarnya kim bum.
Tok tok tok
“kim bum ahh, apa kau ada didalam sana? Buka pintunya kim bum, aku mau berbicara sesuatu kepadamu”
Pintu kamar itu pun terbuka dan dapat aku lihat wajah kim bum yang sangat kusut. Pasti dia menangis semalaman.
Aku masuk ke kamarnya.
“aku mau berbicara sesuatu kepadamu”
“bicaralah” kata kim bum.
“aku berbohong semalam, aku memutusi kau bukan karena aku mau bersama pria lain tapi karena aku tidak tahan melihat kau sakit hati terus dan menangis karena aku. Sekarang juga aku akan mengakui semuanya. Sebenarnya aku adalah kakaknya Chu Ga Eul dan aku sangat sakit hati karena kematian adik aku dan apalagi aku tau kalau kau adalah pria yang sudah menyakiti adik aku. Dari pertama aku memang sengaja mencoba untuk mendekati kau sampai-sampai aku sengaja memakai pakaian Chu ga eul agar kau jatuh cinta lagi kepadaku dan apalagi aku dengar kau mencintai ga eul. Pertama aku menerima cinta kau memang untuk balas dendam makanya aku sering bermesraan dengan pria lain di depanmu tapi yakin lah bum sekarang ini aku benar-benar jatuh cinta padamu. Sebenarnya pria-pria yang bersama aku adalah orang suruhan aku, aku mau membuat kau merasakan sakit hati yang adik aku rasakan dan memberikan kau pelajaran tapi aku terjatuh dalam lobang yang aku buat sendiri. Aku jatuh cinta padamu bum ah, mianhae bum ah,, mianhae’’ kata aku sambil menangis
Kim bum Cuma terdiam mendengar semua perkataan aku, aku tahu dia pasti sangat terkejut mengetahui aku adalah kakaknya ga eul dan mau membalas perbuatan dia.
Kim bum pun meraih wajah aku.
“maafkan aku so eun ah, aku sudah bersikap tidak baik kepada adikmu dulu, tapi sekarang aku benar-benar sangat mencintai kau so eun, aku sudah menyesal akan apa yang aku perbuat dulu.”
“ne.. tidak apa-apa. Apa kau mau bersama aku lagi kim bum ahh?”
“benarkah apa yang aku dengar? Ne so eun ahh.. ne”
Aku pun langsung menciumi bibir kim bum dan melumatnya dengan ganas. Aku mendorong tubuh kim bum sampai jatuh ke ranjangnya yang besar. Aku terus menciumi dirinya dan ciuman aku menurun ke leher kim bum. Aku melepas kemeja yang digunakan kim bum. Ciuman kami terus saja memanas dan tangan kim bum masuk kedalam dress aku yang pendek. Tangannya terus meremas bokongku. Tangan kim bum pun langsung merobek dress yang aku pakai.
“aww.. tidak sabaran sekali sih kamu.. haha”
Aku yang juga sudah tidak sabar lagi langsung membuka resleting celana kim bum dan langsung menurunkannya. Tangan aku mengelus-elus kejantanan kim bum. Kim bum yang tidak mau kalah pun langsung melepaskan bra aku dan celana dalam yang aku kenakan.
“huuu.. tidak adil” kata aku yang pura-pura marah.
“hahaha waeyo?” tanyanya sambil tersenyum.
“aku sudah telanjang tapi kau masih ada memakai CD”
“kalau gitu kamu lepasin CD aku sekarang aja biar kita sama-sama naked”
Aku langsung menurunkan celana dalam kim bum dan WOW
Aku benar-benar terkejut. Tangan kim bum meremas-remas dada aku dan ahh, aku semakin dibuat horny oleh dia.
“sekarang kim bum ahhh, aku sudah tidak tahan”
Kim bum pun mulai memasuki diriku dan ahhhh
“sakit kim bum ahh, pelan-pelan”
“kauu? Kau masih perawan? Dan aku orang pertama yang melakukan ini kepadamu?” tanya kim bum yang tidak percaya ketika dia mengoyak sesuatu yang berharga buat aku (keperawanannya).
“tentu saja bodoh, aku Cuma memberikan itu aku kepada pria yang benar-benar aku cintai”
“gomawo so eun ahh” kata kim bum dan langsung melumat bibirku.
Kim bum pun terus memasuki diriku dan aaaaahhhh seru kami berdua ketika sudah mencapai puncak kenikmatannya. Karena kecapekan kami berdua pun tertidur dan sebelum tertidur aku mendengar kata kim bum yang mengatakan “jeongmal saranghae so eun ahh”.
Aku pun tertidur di dalam pelukannya kim bum tanpa melepaskan kontak kami.
>>>>>>>>>>
Keesokan harinya. Sinar Matahari mulai masuk melalui jendela-jendela kamar kim bum. Aku terbangun dan mendapati kim bum yang sudah bangun sedari tadi dan asyik memperhatikan aku sekarang.
“ehemmm,, ada apa kim bum ah? Apa ada yang aneh dengan aku?”
“aniyo.. kau terlihat begitu cantik.. dan terima kasih untuk semalam. Aku benar-benar merasa seperti mimpi saja. So eun ahh.. aku mau mengatakan sesuatu”
“ne? apa itu kim bum?”
“menikahlah dengan aku so eun ahhh dan jadilah bagian dari hidupku. Jadilah ibu dari anak-anak aku kelak nanti. Apa kau mau?”
“hiks hiks benarkah yang tadi kamu bilang.. ne aku mau, aku mau kim bum ahh” kata aku sambil menangis bahagia.
“makasih so eun ahh. Saranghae so eun, aku berjanji tidak akan mengecewakanmu so eun ah, aku berjanji tidak akan pernah membuat kau meneteskan air matamu lagi”.
Kim bum pun mendekati wajah aku dan melumat bibirku lagi dan ciuman kami yang awalnya lembut pun menjadi kasar.
“aku mau sarapan pagi dari kamu” kata kim bum.
“haha dasar genit” lalu mencium kim bum lagi. Dan kami pun bercinta lagi sampai lupa waktu.
END
Pursuit Of love that has been lost Part 5 (sad ending)
Auhtor: Chintami (Mediyanti Christin)
Judul: Pursuit Of love that has been lost Part 5 (sad ending)
genre: sad, romantic
Cast: kim bum, kim so eun, chu ga eul
Kim So Eun Pov
Sejak itupun sikap aku semakin menjadi-jadi. Sekarang aku ada janjian sama kim bum di sebuah restoran tapi aku sengaja menyuruh seorang namja mengantarku ke restoran sana, aku juga sengaja datang agak telat agar kim bum bisa melihat aku dengan namja itu. namja itu mengantar aku sampai di dalam, ketika namja itu sudah mau pergi, namja itu pun menciumi bibir aku sekilas, hahaha itu sebenarnya aku yang suruh.
Aku melihat kim bum yang melihat kejadian tadi seperti menahan emosinya dengan mengepalkan tangannya dan wajahnya memerah. Senang sekali bisa melihat wajah kim bum yang menahan cemburu seperti itu. sakit hati bukan? Haha ya sudah pastilah sakit hati.
“annyeong kim bum”
“annyeong so eun”
Wajahnya kim bum masih merah karena menahan emosi. Aku pun berpura-pura seperti tidak terjadi apa-apa. Setelah makan kami jalan-jalan di mall tapi aku sengaja bersikap cuek dengan dia. Aku mau buat dia merasakan gimana perasaan adikku dulu.
Hari berganti hari. Akupun makin berani, hampir setiap bersama kim bum, aku juga bersama namja lain dan aku juga sering berciuman dengan namja lain atau hampir seperti mau bercinta dengan namja lain di depannya dan bisa aku lihat wajah dia selalu merah menahan emosi ketika seperti itu tetapi dia tidak berani memarahi aku atau apa dan yang buat aku tertarik kepadanya, dia selalu bersikap sabar dengan sikap aku. Aku selalu membatalkan janji dengan dia, selalu cuek dengan dia. Setiap kali aku bermesraan dengan pria lain, bisa ku lihat dia seperti menahan air matanya yang hampir jatuh, kadang aku kasihan dengan dia dan sepertinya aku mulai tertarik dengan kesabaran dia.
Aku mau menghentikan semua ini tapi aku tidak bisa, aku harus melakukan ini demi adikku. Hati kecilku menyuruhku untuk menghentikannya karena sebenarnya aku tidak sanggup melihat kim bum yang seperti itu tapi kayaknya takdir tidak menentukan kami untuk bersama, aku tidak mungkin bersama pria yang sudah menyakiti adik aku walaupun sebenarnya aku mulai sayang dengan dia. Apa dia sudah benar-benar menyesal? Buktinya dia tetap mau menjaga hubungan aku dengan dia walaupun aku sering menyakiti dia.
Seperti sekarang ini aku, kim bum, dan seorang namja di sebuah diskotik. Sekarang ini kami sedang duduk bertiga. Aku berada tengah dari mereka dan namja itu sekarang sedang menciumi aku dan ciuman namja itu turun ke leher aku. Aku mendesah karena namja itu dan tangan namja itu sekarang sedang meremas dadaku. Aku tersenyum dan sambil mendesah, ketika aku lihat kim bum, dia sedang melihat kami dan waktu pandangan kami ketemu, dia pura-pura mengalihkan pandangan dia ke tempat lain dan bisa ku lihat ada sebutir air mata yang menetes di pipinya. Aku rasa dia benar-benar sakit hati.
“aku permisi ambil bir sebentar” kata kim bum dan langsung pergi.
Aku yang melihat kim bum pergi pun langsung mendorong namja itu dan memberikan dia sebuah amplop yang berisi sejumlah uang.
Aku tidak tahan lagi. Aku mau mengakhiri semua ini. aku mau memutuskan hubungan aku dengan dia. Aku tidak tahan melihat dirinya yang seperti itu dan aku rasa aku mulai jatuh cinta dengan dirinya itu.
Mungkin itu adalah masa lalu dia dan sekarang dia sudah menyesal dan mendapatkan balasannya. Aku menunggu kedatangan kim bum. Kim bum pun datang dang aku langsung menarik dia keluar dari diskotik itu.
“aku mau kita putus kim bum-ssi”
“mwo? tapi kenapa? Bukannya aku sudah tidak mencampuri urusan kau dengan teman kau dan aku juga tidak memarahi kau waktu bermesraan dengan namja lain tapi kenapa kau masih mau memutuskan hubungan kita?”
“ aku tidak mencintai kau kim bum-ssi, aku menerima kau dulu Cuma untuk sekedar bersenang-senang. Kau seperti tidak mengenal aku aja, aku adalah KIM SO EUN dan seharusnya kau tau kalau aku bukanlah wanita yang setia dengan pasangannya. Aku selalu bersama namja-namja lain dan senang mempermainkan mereka. Untuk apa kau menjaga hubungan kita? Apa kau mau aku terus membuat kau sakit hati dan asal kau tahu juga kalau aku tidak tahan bersama kau lagi karena kau, aku tidak dapat bersenang-senang dengan namja lain” dustaku.
Sebenarnya itu karena aku tidak tahan yang melihat dirinya sakit terus, hati aku juga sakit kim bum ah ketika melihat kau seperti itu. setiap malam aku selalu menangis di kamar ku setiap mengingat dirimu.
“kalau itu yang kamu mau so eun, baiklah.. hubungan kita sampai disini saja, mianhae karena aku, kau tidak dapat bersama namja yang kau suka, sekali lagi mianhae tapi asal kau tau, kau akan tetap menjadi wanita yang berada dihatiku untuk selamanya.” kata kim bum sambil mengeluarkan air matanya. Kim bum pun mengantari aku pulang dan kamipun sampai dirumahku.
“setelah ini, kita tidak punya hubungan apa-apa lagi, anggap saja kita tidak pernah ketemu dan berhubungan” kata aku lalu langsung keluar dari mobil kim bum dan masuk ke rumahku.
Kim So Eun Pov End
Kim Bum Pov
Aku sangat sedih. Aku harus kehilangan wanita yang aku cintai lagi. Mungkin benar kalau ini adalah balasan untukku. Aku sudah menepati janjiku untuk tidak memarahi dia walau dia bersama pria lain tapi kenapa dia tetap memutuskan hubunganku dengan dia? Mungkin inilah takdir ku. aku tidak berjodoh dengan Chu Ga Eul bahkan bayangan dia (kim so eun maksudnya) sekalipun.
Kim Bum Pov End
Kim So Eun Pov
Aku menangis sejadi-jadinya dikamarku. Hati ini sungguh sakit. Aku tidak tahu lagi harus berbuat apa. Aku sudah kehilangan adikku dan sekarang aku kehilangan pria yang aku cintai. Dia benar-benar tulus mencintai aku. Aku salah. Aku terlalu keras kepala. Seharusnya dulu aku tidak balas dendam kepadanya apalagi dia sudah menyesali perbuatan dia dulu
Ini takdir kami, kami tidak dapat bersatu. Biarlah waktu yang menghapus luka ini dan aku Cuma bisa berdoa semoga kamu mendapati wanita yang benar-benar mencintaimu. Semoga kita bisa bersatu di kehidupan lainnya.
Judul: Pursuit Of love that has been lost Part 5 (sad ending)
genre: sad, romantic
Cast: kim bum, kim so eun, chu ga eul
Kim So Eun Pov
Sejak itupun sikap aku semakin menjadi-jadi. Sekarang aku ada janjian sama kim bum di sebuah restoran tapi aku sengaja menyuruh seorang namja mengantarku ke restoran sana, aku juga sengaja datang agak telat agar kim bum bisa melihat aku dengan namja itu. namja itu mengantar aku sampai di dalam, ketika namja itu sudah mau pergi, namja itu pun menciumi bibir aku sekilas, hahaha itu sebenarnya aku yang suruh.
Aku melihat kim bum yang melihat kejadian tadi seperti menahan emosinya dengan mengepalkan tangannya dan wajahnya memerah. Senang sekali bisa melihat wajah kim bum yang menahan cemburu seperti itu. sakit hati bukan? Haha ya sudah pastilah sakit hati.
“annyeong kim bum”
“annyeong so eun”
Wajahnya kim bum masih merah karena menahan emosi. Aku pun berpura-pura seperti tidak terjadi apa-apa. Setelah makan kami jalan-jalan di mall tapi aku sengaja bersikap cuek dengan dia. Aku mau buat dia merasakan gimana perasaan adikku dulu.
Hari berganti hari. Akupun makin berani, hampir setiap bersama kim bum, aku juga bersama namja lain dan aku juga sering berciuman dengan namja lain atau hampir seperti mau bercinta dengan namja lain di depannya dan bisa aku lihat wajah dia selalu merah menahan emosi ketika seperti itu tetapi dia tidak berani memarahi aku atau apa dan yang buat aku tertarik kepadanya, dia selalu bersikap sabar dengan sikap aku. Aku selalu membatalkan janji dengan dia, selalu cuek dengan dia. Setiap kali aku bermesraan dengan pria lain, bisa ku lihat dia seperti menahan air matanya yang hampir jatuh, kadang aku kasihan dengan dia dan sepertinya aku mulai tertarik dengan kesabaran dia.
Aku mau menghentikan semua ini tapi aku tidak bisa, aku harus melakukan ini demi adikku. Hati kecilku menyuruhku untuk menghentikannya karena sebenarnya aku tidak sanggup melihat kim bum yang seperti itu tapi kayaknya takdir tidak menentukan kami untuk bersama, aku tidak mungkin bersama pria yang sudah menyakiti adik aku walaupun sebenarnya aku mulai sayang dengan dia. Apa dia sudah benar-benar menyesal? Buktinya dia tetap mau menjaga hubungan aku dengan dia walaupun aku sering menyakiti dia.
Seperti sekarang ini aku, kim bum, dan seorang namja di sebuah diskotik. Sekarang ini kami sedang duduk bertiga. Aku berada tengah dari mereka dan namja itu sekarang sedang menciumi aku dan ciuman namja itu turun ke leher aku. Aku mendesah karena namja itu dan tangan namja itu sekarang sedang meremas dadaku. Aku tersenyum dan sambil mendesah, ketika aku lihat kim bum, dia sedang melihat kami dan waktu pandangan kami ketemu, dia pura-pura mengalihkan pandangan dia ke tempat lain dan bisa ku lihat ada sebutir air mata yang menetes di pipinya. Aku rasa dia benar-benar sakit hati.
“aku permisi ambil bir sebentar” kata kim bum dan langsung pergi.
Aku yang melihat kim bum pergi pun langsung mendorong namja itu dan memberikan dia sebuah amplop yang berisi sejumlah uang.
Aku tidak tahan lagi. Aku mau mengakhiri semua ini. aku mau memutuskan hubungan aku dengan dia. Aku tidak tahan melihat dirinya yang seperti itu dan aku rasa aku mulai jatuh cinta dengan dirinya itu.
Mungkin itu adalah masa lalu dia dan sekarang dia sudah menyesal dan mendapatkan balasannya. Aku menunggu kedatangan kim bum. Kim bum pun datang dang aku langsung menarik dia keluar dari diskotik itu.
“aku mau kita putus kim bum-ssi”
“mwo? tapi kenapa? Bukannya aku sudah tidak mencampuri urusan kau dengan teman kau dan aku juga tidak memarahi kau waktu bermesraan dengan namja lain tapi kenapa kau masih mau memutuskan hubungan kita?”
“ aku tidak mencintai kau kim bum-ssi, aku menerima kau dulu Cuma untuk sekedar bersenang-senang. Kau seperti tidak mengenal aku aja, aku adalah KIM SO EUN dan seharusnya kau tau kalau aku bukanlah wanita yang setia dengan pasangannya. Aku selalu bersama namja-namja lain dan senang mempermainkan mereka. Untuk apa kau menjaga hubungan kita? Apa kau mau aku terus membuat kau sakit hati dan asal kau tahu juga kalau aku tidak tahan bersama kau lagi karena kau, aku tidak dapat bersenang-senang dengan namja lain” dustaku.
Sebenarnya itu karena aku tidak tahan yang melihat dirinya sakit terus, hati aku juga sakit kim bum ah ketika melihat kau seperti itu. setiap malam aku selalu menangis di kamar ku setiap mengingat dirimu.
“kalau itu yang kamu mau so eun, baiklah.. hubungan kita sampai disini saja, mianhae karena aku, kau tidak dapat bersama namja yang kau suka, sekali lagi mianhae tapi asal kau tau, kau akan tetap menjadi wanita yang berada dihatiku untuk selamanya.” kata kim bum sambil mengeluarkan air matanya. Kim bum pun mengantari aku pulang dan kamipun sampai dirumahku.
“setelah ini, kita tidak punya hubungan apa-apa lagi, anggap saja kita tidak pernah ketemu dan berhubungan” kata aku lalu langsung keluar dari mobil kim bum dan masuk ke rumahku.
Kim So Eun Pov End
Kim Bum Pov
Aku sangat sedih. Aku harus kehilangan wanita yang aku cintai lagi. Mungkin benar kalau ini adalah balasan untukku. Aku sudah menepati janjiku untuk tidak memarahi dia walau dia bersama pria lain tapi kenapa dia tetap memutuskan hubunganku dengan dia? Mungkin inilah takdir ku. aku tidak berjodoh dengan Chu Ga Eul bahkan bayangan dia (kim so eun maksudnya) sekalipun.
Kim Bum Pov End
Kim So Eun Pov
Aku menangis sejadi-jadinya dikamarku. Hati ini sungguh sakit. Aku tidak tahu lagi harus berbuat apa. Aku sudah kehilangan adikku dan sekarang aku kehilangan pria yang aku cintai. Dia benar-benar tulus mencintai aku. Aku salah. Aku terlalu keras kepala. Seharusnya dulu aku tidak balas dendam kepadanya apalagi dia sudah menyesali perbuatan dia dulu
Ini takdir kami, kami tidak dapat bersatu. Biarlah waktu yang menghapus luka ini dan aku Cuma bisa berdoa semoga kamu mendapati wanita yang benar-benar mencintaimu. Semoga kita bisa bersatu di kehidupan lainnya.
Langganan:
Postingan (Atom)