Kamis, 08 Agustus 2013
I Always Beside You Part 1
Author: Chintami (Mediyanti Christin)
Judul: I Always Beside You
Genre: Sad, Romance, NC (Maybe)
Cast: Kim Sang Bum, Kim So eun
Aku menjadi wanita yang sangat bahagia, akhirnya aku bisa menikahi pria yang selama ini tulus mencintai aku apa adanya dan mau menerima kekuranganku. Ketika selesai mengikat janji sehidup-semati kami, akhirnya kami pulang kerumah baru aku dan suamiku.
“yeobo.. mandilah dulu, kau pasti capek” ucap suamiku yang bernama kim sang bum.
“ne, kalau begitu aku mandi dulu ya”kataku lalu ingin beranjak ke kamar mandi.
“tunggu dulu yeobo, aku ada ide bagus nih” kata suamiku tiba-tiba yang membuat langkahku terhenti.
“ne?” tanyaku.
“bagaimana kalau kita mandi sama-sama aja?”tanya suamiku.
“ihh dasar otak mesum, nggak ah, aku malu”
“buat apa kau malu, sekarangkan kita sudah suami istri”kata suamiku.
“tetap tidak mau”kataku.
“ayolah sayang” kata suami dengan wajah memohonnya.
Aku berpikir sejenak lalu aku meng-iyakan dia. Kami pun mandi bersama.
“sayang, kau begitu seksi”kata kim bum sambil mencium pundakku.
Kim bum pun melepaskan pakaianku lalu melepaskan pakaian dalamku. Sebenarnya aku agak malu karna ini pertama kalinya tubuhku dilihat oleh seorang pria. Aku menutup wajahku dengan kedua tanganku tapi tiba-tiba, tangan kekar suamiku melepaskannya.
“kau telah menjadi milikku dan aku juga telah menjadi milikmu, jadi tidak perlu malu sayang”kata suamiku.
Aku melepaskan kedua tanganku yang menutup wajahku lalu kulihat wajah suamiku, aku sungguh bahagia mempunyai suami yang sangat mengerti aku. Dia memeluk aku sebentar lalu didekatkan wajahnya ke wajahku. Kami berciuman dikamar mandi tapi karena hari sudah agak malam, aku merasa agak kedinginan apalagi aku tidak mengenakan pakaian.
“baiklah, sekarang kita mandi dulu, nanti kita baru melanjutkan itu”kata suamiku yang mengerti aku sudah kedinginan sedari tadi.
Suamiku menggosok tubuhku, sesekali tangannya yang jail meremas dadaku yang membuatku mendesah.
“hey yang benar dong gosoknya, aku sudah kedinginan nih”
“hehe maaf yeobo”kata kim bum sambil cengengesan.
Setelah selesai mandi aku dan kim bum langsung keluar dari kamar mandi dan tiba-tiba saja kim bum memelukku dari belakang dan mencium sekitar leherku.
“jadilah milikku seutuhnya sekarang sayang”kata kim bum lalu melepaskan handuk yang aku kenakan dan
*Disensor*
Keesokan paginya.
Aku tertidur di pelukan suamiku ini, aku membuka mataku dan kulihat kim bum sudah bangun dan sedang memperhatikanku.
“apa ada yang salah dengan wajahku?”tanyaku.
Dia hanya tersenyum.
“kau sungguh cantik seperti ini, aku merasa aku pria paling beruntung yang bisa memiliki mu so eun”
“ne.. aku juga bum ahh”
Aku mencium bibir suamiku sekilas lalu aku memeluknya, merasa bahagia berada disisinya dan menjadi miliknya.
TBC......
Ghost In An Old Villa Part 4 End
Author: Chintami (Mediyanti Christin)
Judul: Ghost In An Old Villa Part 4 End
Genre: Horror, NC
Cast: Kim So Eun, Kim Bum, Ny.Kim (Pemilik Villa), Moon Geun Young, Ji Yeon, Park Shin Hye, Yoona
Malam ini aku sengaja mengenakan gaun tidur yang potongannya lebih menantang dari semalam. Gaun tidurku panjangnya sampai di pahaku dan berwarna putih. Aku tidak mengenakan bra lagi sangat nampak jelas payudaraku di balik gaun tidur berwarna putihku ini. gaun aku ini mungkin Cuma sekali tarik tali belakangnya bakal lepas semua.
Aku tampak seperti orang gila, aku mencari tahu sesuatu dengan cara seperti ini.
Aku duduk di sofa samping kamarku itu, menunggu sesuatu. Aku juga tidak tahu apa yang aku lakukan, dari awal aku datang ke villa ini sudah merasa ada yang menyentuh tubuhku dan yang menyentuh tubuhku ini pastilah hantu divilla ini.
Karena takut aku keranjangku mengambil tasku dan mencari-cari sesuatu. Ini dia… barang yang selalu aku bawa kemana-mana, sebuah pisau kecil pelindungku dari pria-pria hidung belang. Setelah mengambil pisau kecil itu aku kembali duduk di sofa. Menunggu kedatangan pria misterius yang menodai kesucianku semalam. Tiba-tiba aku merasa aku seperti memasukkan diriku sendiri dikandang macan.
Jendela-jendela dikamarku tiba-tiba terbuka dengan kerasnya. Sesosok bayangan keluar dari balik tirai-tirai jendelaku yang berwarna putih. Aku tidak dapat melihat jelas wajah dari bayangan itu karna kamarku sangat gelap. Aku tadi sengaja mematikan lampu dikamar ini. bayangan itu semakin dekat kearahku dan sekarang aku benar-benar dapat melihat jelas wajah itu.
Astaga.. bukankah dia pria yang di lukisan itu, anaknya Ny.Kim? tanganku bergemetar kuat karena saking takutnya. Kim Sang Bum.. anaknya Ny.Kim itu bukankah sudah meninggal? Apa dia adalah hantunya?.
Wajah bayangan itu sangat dekat dengan wajahku. Bahkan aku dapat merasakan dinginnya hembusan nafas dari pria ini.
“apa kau menyiapkan ini semua untukku jagiya?”bisik pria itu ditelingaku.
Tanganku saking kuatnya gemetar, pisau kecil yang kupegang tadi terjatuh ke lantai. Pria itu langsung melihat pisau kecil itu dan tersenyum kecil.
tangan dingin pria itu membelai wajahku. Suhu pria ini sungguh sangat berbeda. Dia benar-benar hantu. Aku berusaha ingin berteriak untuk meminta pertolongan dari ahjumma tapi mulutku tidak dapat terbuka untuk memanggil ahjumma itu karna saking takutnya aku.
Pria itu melihat setiap jengkal tubuhku yang dibaluti gaun tidur tipis ini. pria itu langsung menggendongku ala bridal style keranjang besar itu. pria yang bernama kim bum itu lalu mulai menciumku..tangan pria itu langsung menarik tali di gaun tidurku dan seketika gaun tidurku langsung lepas. Aku sekarang benar-benar takut dan sangat ingin berteriak tapi tubuhku terasa kaku, tidak dapat melakukan apa-apa.
“jangan takut” bisik kim bum.
“kau tidak berubah jagiya, kau tetap cantik seperti dulu dan aroma tubuhmu ini, aku benar-benar merindukannya” sambung kim bum.
Kim bum terus menjelajahi tubuhku. Tangannya tidak berhenti-henti untuk mengelus punggungku lalu meremas payudaraku. Kim bum memberi kissmark di setiap jengkal leherku lalu berbisik sesuatu lagi yang membuat aku bergidik.
“aku akan membuatmu ingat siapa aku jagiya” kata kim bum ditelingaku.
Pandanganku tidak lepas dari kim bum. Aku menatap kim bum lalu tiba-tiba sebuah ingatan muncul lagi di otakku.
Gambaran seseorang yang mirip denganku sedang bersama kim bum, lalu berciuman dengan kim bum, mereka tampak seperti pasangan yang sangat saling mencintai.
Tiba-tiba aku teringat lagi.. wanita itu adalah aku.. aku dimasa lalu dan pria yang sekarang bersamaku adalah kekasih yang amat sangat aku cintai dulu. Sekarang aku benar-benar ingat siapa pria didepanku dan siapa aku di masa lalu.
“aku sudah ingat bum” kataku tiba-tiba.
Aku langsung menangis dan memeluk kim bum.
“aku tau kau bakal mengingatnya jagiya, aku sangat merindukanmu, aku telah menunggumu selama 18 tahun ini” kata kim bum.
“aku juga bum ahh”
“walau sekarang kau berbeda orang tapi aku yakin didalam dirimu itu, kau tetap orang yang aku tunggu selama 18 tahun ini, wajahmu tidak berubah so eun walau kau sudah tereinkarnasi kembali dan aku sangat senang kau dapat mengingatku kembali dengan cepat”
“aku sangat merindukanmu bum” kataku lalu langsung mencium ganas bibir kim bum.
Kim bum membalas ciumanku lalu tanganya meremas dadaku kembali. Tangannya yang satu berusaha melepaskan celana dalamku. Tanganku tidak mau kalah, aku membuka juga jas yang dikenakan oleh dia sampai kami berdua benar-benar naked.
Aku tersenyum sekilas lalu memberi tanda kepada kim bum untuk memasuki inti dari permainan ini.
Kim bum mulai memasukkan juniornya ke Mrs.V aku. Kim bum mulai memasuk-keluarkan juniornya di Mrs.V ku. aku terus menyeimbangkan permainan kim bum. Semakin lama semakin cepat, salah satu tangan kim bum meremas bokongku lalu kim bum menciumku lagi. 15 menit kemudian kami sampai dengan puncak permainan ini. kim bum menarik selimut untuk menutupi tubuhku dan tubuh dia yang polos.
“terima kasih sayang untuk malam ini” kata kim bum mempererat pelukan dia di pinggangku.
“bum.. kemarin kamu jugakan yang melakukan ini kepadaku?”tanyaku.
“ne.. mianhae jagiya.. aku benar-benar merindukanmu.. aku tidak tahan ketika melihatmu mengenakan gaun itu.. kau selalu menggodaku.. dulu kamu juga seperti itu”
“benarkah? Bum ahh.. kenapa kau melakukan hal bodoh itu hah?”tanyaku emosi.
“melakukan hal apa?”tanya dia.
“kenapa kau bunuh diri hah? Seharusnya kau tidak melakukan hal bodoh itu, seharusnya kau mencari yeoja lain”
“aku tidak mau bersama yeoja lain.. aku hanya mau bersama kamu, aku lebih memilih mati bersama kau daripada harus bersama yeoja lain”
“jadi kenapa kau masih di villa ini bum”tanyaku.
“aku mati dalam keadaan tidak wajar jadi aku menjadi hantu di villa ini”
“apa kau tidak bisa kembali padaku dalam bentuk manusia bum ahh?”tanyaku hampir menangis.
“aku bisa saja.. tapi apa kau mau menungguku?” tanya kim bum.
“aku akan menunggumu… 1000 tahun pun aku bakal tetap menunggumu bum”
“kalau begitu tunggu aku sso, aku bakal kembali untukmu dan bersamamu”
Aku tertidur dalam pelukan kim bum.
>>>>>>>>>
Sinar matahari menyinar masuk melalui jendela-jendela kamarku. Aku terbangun dan disamping tempat tidurku sudah tidak ada kim bum.
Aku membersihkan diriku dan mencari ahjumma.
Ahjumma sedang berada dikamarnya. Lalu aku mengetuk pintu kamar ahjumma dan dari dalam aku dapat mendengar suara wanita tua itu mengijinkan aku masuk.
“ahjumma” kataku lalu aku memeluk ahjumma itu sambil menangis.
“kamu kenapa nak?”tanya ahjumma itu heran.
“aku sudah ingat siapa aku ahjumma, aku adalah kekasih kim bum dulu bukan.. aku sudah ingat ahjumma” kataku.
“kamu bukannya sudah meninggal?”
“ya.. aku memang sudah meninggal tapi aku terlahir kembali lagi, dan sekarang aku sudah ingat siapa aku dulu di masa lalu” kataku.
“nak… kim bum sudah meninggal, tapi bagaimana kau bisa mengingat itu nak.. itu benar-benar mustahil”
“karena kekuatan cinta kami ahjumma”
“wajahmu memang sangat mirip kekasih anakku dulu, dan kau adalah reinkarnasi dari kekasih anakku.. ketika melihatmu pertama kali aku sebenarnya sudah tahu.. seminggu sebelum kau kesini, aku mimpi kalau anakku memberitahu kalau kau akan segera kembali dalam bentuk orang lain dan dia bilang kau juga bakal segera mengingatnya tapi antara percaya dan tidak percaya karena itu hanya sebuah mimpi. Tapi sekarang kau benar-benar disini dan mengingat semuanya, sama seperti yang kim bum bilang didalam mimpi itu. aku sengaja memberimu kamar kim bum karena aku teringat ucapan anakku” cerita ahjumma itu sambil menangis.
“jadi ahjumma sengaja memberikanku kamar kim bum”
“ne.. ketika kim bum meninggal, aku ingin menjual villa ini tapi malamnya aku bermimpi, kim bum menyuruhku jangan menjualnya karena nanti semuanya akan kembali lagi jadi aku tidak menjualnya”
>>>>>>>>>>>>
1 minggu sudah berlalu.
Selepas ibu kim bum menceritakan itu, dia meninggal dunia. Teman-temanku sudah kembali kerumah mereka sedangkan aku tetap tinggal di villa ini. semenjak malam aku dan kim bum melakukan hubungan itu.. aku tidak dapat bertemu dengan kim bum lagi, biarpun kim bum dalam bentuk bayangan saja.
Tapi seperti janjiku kepada kim bum, aku bakal tetap setia menunggu kim bum. Aku menggantikan ibu kim bum untuk mengurus villa ini sendirian sambil menunggu kim bum.
5 Tahun Kemudian.
Tringgg tringg..
Telepon berbunyi. Aku segera berlari untuk mengangkat telepon itu.
“apa anda pemilik villa ini?”tnya seseorang dari seberang telepon
“ya benar..”
“apa anda mau menyewakan villa anda? Ada seorang pengusaha kaya dari jepang akan berlibur kesini dan dia menyuruhku untuk mencari villa untuknya, jadi anda bisa menyewakan villa ini beberapa bulan bukan untuk rekan ku?”tanya orang ditelepon.
“ne” jawabku.
“dia akan datang nanti sore karna aku sudah memberikannya alamat”
“baiklah.. aku akan menunggu rekan anda”
Sambungan telepon pun terputus.
Ting tong…
Suara bell.. aku berjalan kepintu dan membuka pintu.
Aku terkejut dengan orang didepanku.
Kim bum.. bisikku.
Apa dia kim bum? Sama seperti yang kim bum ceritakan kepadaku waktu malam itu, dia bakal kembalii untukku? Lalu aku pun tersenyum kepada pria didepanku ini dan pria itu membalas senyumanku.
The End
Judul: Ghost In An Old Villa Part 4 End
Genre: Horror, NC
Cast: Kim So Eun, Kim Bum, Ny.Kim (Pemilik Villa), Moon Geun Young, Ji Yeon, Park Shin Hye, Yoona
Malam ini aku sengaja mengenakan gaun tidur yang potongannya lebih menantang dari semalam. Gaun tidurku panjangnya sampai di pahaku dan berwarna putih. Aku tidak mengenakan bra lagi sangat nampak jelas payudaraku di balik gaun tidur berwarna putihku ini. gaun aku ini mungkin Cuma sekali tarik tali belakangnya bakal lepas semua.
Aku tampak seperti orang gila, aku mencari tahu sesuatu dengan cara seperti ini.
Aku duduk di sofa samping kamarku itu, menunggu sesuatu. Aku juga tidak tahu apa yang aku lakukan, dari awal aku datang ke villa ini sudah merasa ada yang menyentuh tubuhku dan yang menyentuh tubuhku ini pastilah hantu divilla ini.
Karena takut aku keranjangku mengambil tasku dan mencari-cari sesuatu. Ini dia… barang yang selalu aku bawa kemana-mana, sebuah pisau kecil pelindungku dari pria-pria hidung belang. Setelah mengambil pisau kecil itu aku kembali duduk di sofa. Menunggu kedatangan pria misterius yang menodai kesucianku semalam. Tiba-tiba aku merasa aku seperti memasukkan diriku sendiri dikandang macan.
Jendela-jendela dikamarku tiba-tiba terbuka dengan kerasnya. Sesosok bayangan keluar dari balik tirai-tirai jendelaku yang berwarna putih. Aku tidak dapat melihat jelas wajah dari bayangan itu karna kamarku sangat gelap. Aku tadi sengaja mematikan lampu dikamar ini. bayangan itu semakin dekat kearahku dan sekarang aku benar-benar dapat melihat jelas wajah itu.
Astaga.. bukankah dia pria yang di lukisan itu, anaknya Ny.Kim? tanganku bergemetar kuat karena saking takutnya. Kim Sang Bum.. anaknya Ny.Kim itu bukankah sudah meninggal? Apa dia adalah hantunya?.
Wajah bayangan itu sangat dekat dengan wajahku. Bahkan aku dapat merasakan dinginnya hembusan nafas dari pria ini.
“apa kau menyiapkan ini semua untukku jagiya?”bisik pria itu ditelingaku.
Tanganku saking kuatnya gemetar, pisau kecil yang kupegang tadi terjatuh ke lantai. Pria itu langsung melihat pisau kecil itu dan tersenyum kecil.
tangan dingin pria itu membelai wajahku. Suhu pria ini sungguh sangat berbeda. Dia benar-benar hantu. Aku berusaha ingin berteriak untuk meminta pertolongan dari ahjumma tapi mulutku tidak dapat terbuka untuk memanggil ahjumma itu karna saking takutnya aku.
Pria itu melihat setiap jengkal tubuhku yang dibaluti gaun tidur tipis ini. pria itu langsung menggendongku ala bridal style keranjang besar itu. pria yang bernama kim bum itu lalu mulai menciumku..tangan pria itu langsung menarik tali di gaun tidurku dan seketika gaun tidurku langsung lepas. Aku sekarang benar-benar takut dan sangat ingin berteriak tapi tubuhku terasa kaku, tidak dapat melakukan apa-apa.
“jangan takut” bisik kim bum.
“kau tidak berubah jagiya, kau tetap cantik seperti dulu dan aroma tubuhmu ini, aku benar-benar merindukannya” sambung kim bum.
Kim bum terus menjelajahi tubuhku. Tangannya tidak berhenti-henti untuk mengelus punggungku lalu meremas payudaraku. Kim bum memberi kissmark di setiap jengkal leherku lalu berbisik sesuatu lagi yang membuat aku bergidik.
“aku akan membuatmu ingat siapa aku jagiya” kata kim bum ditelingaku.
Pandanganku tidak lepas dari kim bum. Aku menatap kim bum lalu tiba-tiba sebuah ingatan muncul lagi di otakku.
Gambaran seseorang yang mirip denganku sedang bersama kim bum, lalu berciuman dengan kim bum, mereka tampak seperti pasangan yang sangat saling mencintai.
Tiba-tiba aku teringat lagi.. wanita itu adalah aku.. aku dimasa lalu dan pria yang sekarang bersamaku adalah kekasih yang amat sangat aku cintai dulu. Sekarang aku benar-benar ingat siapa pria didepanku dan siapa aku di masa lalu.
“aku sudah ingat bum” kataku tiba-tiba.
Aku langsung menangis dan memeluk kim bum.
“aku tau kau bakal mengingatnya jagiya, aku sangat merindukanmu, aku telah menunggumu selama 18 tahun ini” kata kim bum.
“aku juga bum ahh”
“walau sekarang kau berbeda orang tapi aku yakin didalam dirimu itu, kau tetap orang yang aku tunggu selama 18 tahun ini, wajahmu tidak berubah so eun walau kau sudah tereinkarnasi kembali dan aku sangat senang kau dapat mengingatku kembali dengan cepat”
“aku sangat merindukanmu bum” kataku lalu langsung mencium ganas bibir kim bum.
Kim bum membalas ciumanku lalu tanganya meremas dadaku kembali. Tangannya yang satu berusaha melepaskan celana dalamku. Tanganku tidak mau kalah, aku membuka juga jas yang dikenakan oleh dia sampai kami berdua benar-benar naked.
Aku tersenyum sekilas lalu memberi tanda kepada kim bum untuk memasuki inti dari permainan ini.
Kim bum mulai memasukkan juniornya ke Mrs.V aku. Kim bum mulai memasuk-keluarkan juniornya di Mrs.V ku. aku terus menyeimbangkan permainan kim bum. Semakin lama semakin cepat, salah satu tangan kim bum meremas bokongku lalu kim bum menciumku lagi. 15 menit kemudian kami sampai dengan puncak permainan ini. kim bum menarik selimut untuk menutupi tubuhku dan tubuh dia yang polos.
“terima kasih sayang untuk malam ini” kata kim bum mempererat pelukan dia di pinggangku.
“bum.. kemarin kamu jugakan yang melakukan ini kepadaku?”tanyaku.
“ne.. mianhae jagiya.. aku benar-benar merindukanmu.. aku tidak tahan ketika melihatmu mengenakan gaun itu.. kau selalu menggodaku.. dulu kamu juga seperti itu”
“benarkah? Bum ahh.. kenapa kau melakukan hal bodoh itu hah?”tanyaku emosi.
“melakukan hal apa?”tanya dia.
“kenapa kau bunuh diri hah? Seharusnya kau tidak melakukan hal bodoh itu, seharusnya kau mencari yeoja lain”
“aku tidak mau bersama yeoja lain.. aku hanya mau bersama kamu, aku lebih memilih mati bersama kau daripada harus bersama yeoja lain”
“jadi kenapa kau masih di villa ini bum”tanyaku.
“aku mati dalam keadaan tidak wajar jadi aku menjadi hantu di villa ini”
“apa kau tidak bisa kembali padaku dalam bentuk manusia bum ahh?”tanyaku hampir menangis.
“aku bisa saja.. tapi apa kau mau menungguku?” tanya kim bum.
“aku akan menunggumu… 1000 tahun pun aku bakal tetap menunggumu bum”
“kalau begitu tunggu aku sso, aku bakal kembali untukmu dan bersamamu”
Aku tertidur dalam pelukan kim bum.
>>>>>>>>>
Sinar matahari menyinar masuk melalui jendela-jendela kamarku. Aku terbangun dan disamping tempat tidurku sudah tidak ada kim bum.
Aku membersihkan diriku dan mencari ahjumma.
Ahjumma sedang berada dikamarnya. Lalu aku mengetuk pintu kamar ahjumma dan dari dalam aku dapat mendengar suara wanita tua itu mengijinkan aku masuk.
“ahjumma” kataku lalu aku memeluk ahjumma itu sambil menangis.
“kamu kenapa nak?”tanya ahjumma itu heran.
“aku sudah ingat siapa aku ahjumma, aku adalah kekasih kim bum dulu bukan.. aku sudah ingat ahjumma” kataku.
“kamu bukannya sudah meninggal?”
“ya.. aku memang sudah meninggal tapi aku terlahir kembali lagi, dan sekarang aku sudah ingat siapa aku dulu di masa lalu” kataku.
“nak… kim bum sudah meninggal, tapi bagaimana kau bisa mengingat itu nak.. itu benar-benar mustahil”
“karena kekuatan cinta kami ahjumma”
“wajahmu memang sangat mirip kekasih anakku dulu, dan kau adalah reinkarnasi dari kekasih anakku.. ketika melihatmu pertama kali aku sebenarnya sudah tahu.. seminggu sebelum kau kesini, aku mimpi kalau anakku memberitahu kalau kau akan segera kembali dalam bentuk orang lain dan dia bilang kau juga bakal segera mengingatnya tapi antara percaya dan tidak percaya karena itu hanya sebuah mimpi. Tapi sekarang kau benar-benar disini dan mengingat semuanya, sama seperti yang kim bum bilang didalam mimpi itu. aku sengaja memberimu kamar kim bum karena aku teringat ucapan anakku” cerita ahjumma itu sambil menangis.
“jadi ahjumma sengaja memberikanku kamar kim bum”
“ne.. ketika kim bum meninggal, aku ingin menjual villa ini tapi malamnya aku bermimpi, kim bum menyuruhku jangan menjualnya karena nanti semuanya akan kembali lagi jadi aku tidak menjualnya”
>>>>>>>>>>>>
1 minggu sudah berlalu.
Selepas ibu kim bum menceritakan itu, dia meninggal dunia. Teman-temanku sudah kembali kerumah mereka sedangkan aku tetap tinggal di villa ini. semenjak malam aku dan kim bum melakukan hubungan itu.. aku tidak dapat bertemu dengan kim bum lagi, biarpun kim bum dalam bentuk bayangan saja.
Tapi seperti janjiku kepada kim bum, aku bakal tetap setia menunggu kim bum. Aku menggantikan ibu kim bum untuk mengurus villa ini sendirian sambil menunggu kim bum.
5 Tahun Kemudian.
Tringgg tringg..
Telepon berbunyi. Aku segera berlari untuk mengangkat telepon itu.
“apa anda pemilik villa ini?”tnya seseorang dari seberang telepon
“ya benar..”
“apa anda mau menyewakan villa anda? Ada seorang pengusaha kaya dari jepang akan berlibur kesini dan dia menyuruhku untuk mencari villa untuknya, jadi anda bisa menyewakan villa ini beberapa bulan bukan untuk rekan ku?”tanya orang ditelepon.
“ne” jawabku.
“dia akan datang nanti sore karna aku sudah memberikannya alamat”
“baiklah.. aku akan menunggu rekan anda”
Sambungan telepon pun terputus.
Ting tong…
Suara bell.. aku berjalan kepintu dan membuka pintu.
Aku terkejut dengan orang didepanku.
Kim bum.. bisikku.
Apa dia kim bum? Sama seperti yang kim bum ceritakan kepadaku waktu malam itu, dia bakal kembalii untukku? Lalu aku pun tersenyum kepada pria didepanku ini dan pria itu membalas senyumanku.
The End
Ghost In An Old Villa Part 3
Author: Chintami (Mediyanti Christin)
Judul: Ghost In An Old Villa Part 3
Genre: Horror, NC
Cast: Kim So Eun, Kim Bum, Ny.Kim (Pemilik Villa), Moon Geun Young, Ji Yeon, Park Shin Hye, Yoona
Aku terbangun karena ketukan pintu yang kuat oleh teman-temanku.
“so eun? kau belum bangun ya? Dasar pemalas, sekarang sudah jam 8 nih” teriak yoona dari luar kamarku.
“ne bentar lagi yoona” kataku dari dalam kamar.
“kami tunggu kamu ya diruang tamu” teriak moon geun young.
“ne”jawabku.
Badanku terasa sangat lemas dan tidak bertenaga, seperti habis melakukan pekerjaan yang sangat berat. Aku mencoba bangkit dari tempat tidur ku, tapi tunggu.. kenapa aku tidak mengenakan celana dalam? Kenapa Mrs.V aku berdarah dan terasa sakit? Apa aku akan datang bulan? Tapi sepertinya tidak karena aku baru selesai datang bulan minggu lalu.
Apa yang telah terjadi denganku. Aku segera mengenakan celana dalamku kembali dan menatap kaca, pikiranku berputar ke mimpiku semalam, apakah itu benar-benar mimpi? Tapi itu seperti sungguhan, atau jangan-jangan semalam karna mimpi itu aku jadi melakukan hal yang aneh-aneh kepada diriku sendiri?
Aku terkejut dengan beberapa bekas di leherku. Ini tidak mungkin mimpi. Ada yang aneh dengan villa ini. tiba-tiba saja aku ingin mencari tahu sesuatu aneh itu di villa ini. aku segera membersihkan diriku.
Aku segera menyusul teman-temanku setelah selesai membersihkan tubuhku. Aku lihat teman-temanku sedang asyik mengobrol. Aku langsung duduk disebelah yoona.
“hey so eun, kok kamu lama sekali sih?”tanya yoona.
“benarkah? Hehehe.. aku habis keramas nih jadinya agak lama”
“lohh so eun, apa ini?”tanya ji yeon sambil menunjuk bekas dileherku.
“hah? Ini? bukan apa-apa kok”jawabku gugup lalu menyembunyikan bekas itu dengan rambutku.
“kamu jangan berbohong.. itu seperti bekas kissmark.. ap kau melakukan itu dengan seorang pria?”tanya moon geun young.
“dasar gila.. di villa ini ada siapa? Bagaimana bisa aku melakukan itu dengan pria, orang yang tinggal di villa tua ini saja Cuma kita berenam bersama ahjumma itu”.
“bener juga sih”kata moon geun young.
“ini mungkin karna aku alergi.. jadinya seperti ini”.
Aku tidak mungkin menceritakan ini kepada sahabat-sahabatku. Mereka bakal menganggap aku gila. Aku merasa yang semalam itu nyata, bukan mimpi, bahkan ada bekas hisapan dari pria itu.
Tapi apa aku benar-benar gila? Di villa ini saja tidak ada pria, bagaimana mungkin aku bisa berhubungan itu dengan pria.
Nanti malam aku benar-benar akan mencari tahu siapa pria itu dan aku akan mencari tahu, semalam yang aku lakukan hanyalah mimpi atau benaran. Di villa ini pasti ada sesuatu seperti hantu. Aissshh aku benar-benar hampir gila.
“so eun.. aku sama ji yeon, moon geun young dan shin hye mau ke diskotik nih mala mini, mungkin nanti malam kami bakal malam banget baru pulang atau mungkin tidak pulang, kami mau bersenang-senang, kau mau ikut?” tanya yoona.
“sepertinya tidak yoona, aku agak sedikit capek dan aku butuh istirahat”.
“kau yakin tidak mau ikut bersama kami?”tanya ji yeon.
“yap.. kalian pergilah bersenang-senang, aku bakal dirumah saja”.
“sekarang kami mau pergi jalan-jalan nih.. mau keliling-keliling daerah sekitar tempat ini, mau ikut?” tanya shin hye.
“tidak juga.. kalian pergilah”kataku
“kalau gitu kami pergi dulu ya sso” kata moon geun young.
Sahabat-sahabatku pun pergi jalan-jalan sedangkan aku terlalu capek untuk ikut mereka. Tapi selain capek aku ada alasan lain untuk tidak ikut mereka, karna aku benar-benar penasaran dan ingin mencari tahu.
>>>>>>>>
Sekarang aku berada diruang makan bersama ahjumma atau orang dipanggil Ny.Kim itu.
“ahjumma.. aku ingin tanya sesuatu”kata ku hati-hati.
“mau tanya apa, silahkanlh tanya.. aku bakal menjawabnya”kata ahjumma itu ramah.
“siapa pria berada dilukisan kamar ku dan yang di bingkai-bingkai foto diruang tamu itu ahjumma?”
“itu adalah anakku, namanya kim sang bum, emangnya ada apa nak?”tanya ahjumma itu.
“dia anak ahjumma? Sekarang dimana dia?”tanyaku.
“dia sudah meninggal”kata ahjumma itu tertunduk sedih.
“maaf ahjumma, aku tidak bermaksud membuat ahjumma sedih”kataku.
“tidak apa-apa, bukan salah kamu kok”
“tapi ahjumma, bagaimana dia bisa meninggal?”tanyaku penasaran.
“dia mempunyai seorang kekasih yang tinggal bersama kami di villa ini tetapi kekasihnya meninggal karena sebuah penyakit, kim bum tidak dapat menerima kenyataan pahit itu jadi dia bunuh diri dengan cara gantung diri dikamarnya”
“jadi begitu.. sekali lagi mianhae ahjumma kalau pertanyaanku membut ahjumma sedih”
“tidak apa-apa”
Ahjumma itu setelah selesai menceritakan tentang pria yang berada dilukisan itu yang tidak lain adalah anaknya sendiri langsung pergi meninggalkan aku duduk sendirian diruang tamu ini.
Pukul 10 malam.
Aku masih penasaran dengan yang terjadi padaku semalam.aku yakin yang terjadi semalam bukanlah mimpi. Aku benar-benar akan mencari tahu sekarang.
TBC....
Judul: Ghost In An Old Villa Part 3
Genre: Horror, NC
Cast: Kim So Eun, Kim Bum, Ny.Kim (Pemilik Villa), Moon Geun Young, Ji Yeon, Park Shin Hye, Yoona
Aku terbangun karena ketukan pintu yang kuat oleh teman-temanku.
“so eun? kau belum bangun ya? Dasar pemalas, sekarang sudah jam 8 nih” teriak yoona dari luar kamarku.
“ne bentar lagi yoona” kataku dari dalam kamar.
“kami tunggu kamu ya diruang tamu” teriak moon geun young.
“ne”jawabku.
Badanku terasa sangat lemas dan tidak bertenaga, seperti habis melakukan pekerjaan yang sangat berat. Aku mencoba bangkit dari tempat tidur ku, tapi tunggu.. kenapa aku tidak mengenakan celana dalam? Kenapa Mrs.V aku berdarah dan terasa sakit? Apa aku akan datang bulan? Tapi sepertinya tidak karena aku baru selesai datang bulan minggu lalu.
Apa yang telah terjadi denganku. Aku segera mengenakan celana dalamku kembali dan menatap kaca, pikiranku berputar ke mimpiku semalam, apakah itu benar-benar mimpi? Tapi itu seperti sungguhan, atau jangan-jangan semalam karna mimpi itu aku jadi melakukan hal yang aneh-aneh kepada diriku sendiri?
Aku terkejut dengan beberapa bekas di leherku. Ini tidak mungkin mimpi. Ada yang aneh dengan villa ini. tiba-tiba saja aku ingin mencari tahu sesuatu aneh itu di villa ini. aku segera membersihkan diriku.
Aku segera menyusul teman-temanku setelah selesai membersihkan tubuhku. Aku lihat teman-temanku sedang asyik mengobrol. Aku langsung duduk disebelah yoona.
“hey so eun, kok kamu lama sekali sih?”tanya yoona.
“benarkah? Hehehe.. aku habis keramas nih jadinya agak lama”
“lohh so eun, apa ini?”tanya ji yeon sambil menunjuk bekas dileherku.
“hah? Ini? bukan apa-apa kok”jawabku gugup lalu menyembunyikan bekas itu dengan rambutku.
“kamu jangan berbohong.. itu seperti bekas kissmark.. ap kau melakukan itu dengan seorang pria?”tanya moon geun young.
“dasar gila.. di villa ini ada siapa? Bagaimana bisa aku melakukan itu dengan pria, orang yang tinggal di villa tua ini saja Cuma kita berenam bersama ahjumma itu”.
“bener juga sih”kata moon geun young.
“ini mungkin karna aku alergi.. jadinya seperti ini”.
Aku tidak mungkin menceritakan ini kepada sahabat-sahabatku. Mereka bakal menganggap aku gila. Aku merasa yang semalam itu nyata, bukan mimpi, bahkan ada bekas hisapan dari pria itu.
Tapi apa aku benar-benar gila? Di villa ini saja tidak ada pria, bagaimana mungkin aku bisa berhubungan itu dengan pria.
Nanti malam aku benar-benar akan mencari tahu siapa pria itu dan aku akan mencari tahu, semalam yang aku lakukan hanyalah mimpi atau benaran. Di villa ini pasti ada sesuatu seperti hantu. Aissshh aku benar-benar hampir gila.
“so eun.. aku sama ji yeon, moon geun young dan shin hye mau ke diskotik nih mala mini, mungkin nanti malam kami bakal malam banget baru pulang atau mungkin tidak pulang, kami mau bersenang-senang, kau mau ikut?” tanya yoona.
“sepertinya tidak yoona, aku agak sedikit capek dan aku butuh istirahat”.
“kau yakin tidak mau ikut bersama kami?”tanya ji yeon.
“yap.. kalian pergilah bersenang-senang, aku bakal dirumah saja”.
“sekarang kami mau pergi jalan-jalan nih.. mau keliling-keliling daerah sekitar tempat ini, mau ikut?” tanya shin hye.
“tidak juga.. kalian pergilah”kataku
“kalau gitu kami pergi dulu ya sso” kata moon geun young.
Sahabat-sahabatku pun pergi jalan-jalan sedangkan aku terlalu capek untuk ikut mereka. Tapi selain capek aku ada alasan lain untuk tidak ikut mereka, karna aku benar-benar penasaran dan ingin mencari tahu.
>>>>>>>>
Sekarang aku berada diruang makan bersama ahjumma atau orang dipanggil Ny.Kim itu.
“ahjumma.. aku ingin tanya sesuatu”kata ku hati-hati.
“mau tanya apa, silahkanlh tanya.. aku bakal menjawabnya”kata ahjumma itu ramah.
“siapa pria berada dilukisan kamar ku dan yang di bingkai-bingkai foto diruang tamu itu ahjumma?”
“itu adalah anakku, namanya kim sang bum, emangnya ada apa nak?”tanya ahjumma itu.
“dia anak ahjumma? Sekarang dimana dia?”tanyaku.
“dia sudah meninggal”kata ahjumma itu tertunduk sedih.
“maaf ahjumma, aku tidak bermaksud membuat ahjumma sedih”kataku.
“tidak apa-apa, bukan salah kamu kok”
“tapi ahjumma, bagaimana dia bisa meninggal?”tanyaku penasaran.
“dia mempunyai seorang kekasih yang tinggal bersama kami di villa ini tetapi kekasihnya meninggal karena sebuah penyakit, kim bum tidak dapat menerima kenyataan pahit itu jadi dia bunuh diri dengan cara gantung diri dikamarnya”
“jadi begitu.. sekali lagi mianhae ahjumma kalau pertanyaanku membut ahjumma sedih”
“tidak apa-apa”
Ahjumma itu setelah selesai menceritakan tentang pria yang berada dilukisan itu yang tidak lain adalah anaknya sendiri langsung pergi meninggalkan aku duduk sendirian diruang tamu ini.
Pukul 10 malam.
Aku masih penasaran dengan yang terjadi padaku semalam.aku yakin yang terjadi semalam bukanlah mimpi. Aku benar-benar akan mencari tahu sekarang.
TBC....
Senin, 05 Agustus 2013
Ghost In An Old Villa Part 2/NC-21
Author: Chintami (Mediyanti Christin)
Judul: Ghost In An Old Villa Part 2
Genre: Horror, Nc-21, romantic ?
Cast: Kim Bum, Kim So eun, Ji yeon, Moon Geun Young, Park Shin Hye, Ahjumma (Mrs.Kim)
Setelah selesai mandi aku langsung keluar kamar dan mendapati ahjumma sedang menyiapkan makanan di meja makan.
“hmm ahjumma.. masakan ahjumma wangi banget” kataku yang langsung duduk di meja makan.
“kalian pasti lapar habis perjalanan jauh, apalagi villa ahjumma ini kan sangat jauh”
“iya ahjumma, perutku sudah minta di isi nih.. hahaha.. aku panggil teman-temanku dulu ya ahjumma”
“tidak perlu.. biar ahjumma saja yang memanggil mereka”
“ne ahjumma”
Sambil menunggu teman-temanku, aku melihat-lihat isi villa ini dan mendapati banyak bingkai foto yang dipajang di ruang tamu sana. Isi dari bingkai-bingkai foto itu sama, pria yang berada dilukisan itu. pria ini sangat tampan dan wajahnya sangat familiar, sepertinya aku sangat mengenal pria itu tapi siapa? Apa aku pernah bertemu dengan dia? Atau melihatnya?.
Aku tidak tahu.. tiba-tiba pikiranku melayang seperti mengingat sesuatu atau masa lalu, seorang pria yang selalu memelukku dari belakang, mencium bibirku dengan penuh nafsu dan sentuhan-sentuhan hangat yang diberi oleh pria di lukisan itu.
Sebuah tangan lalu menepuk pundakku.
“hey.. kau ngapain disini? Pakai acara melamun lagi, kesambet baru tau” kata moon geun young temanku.
“ne? kalian kapan datangnya?”tanyaku agak terkejut ketika sadar dari pikiran anehku tadi.
“sudah dari tadi.. malahan kami memanggilmu beberapa kali tapi kamu tidak meresponnya” sambung ji yeon.
“maaf.. tiba-tiba saja tadi aku seperti mengingat sesuatu ketika aku melihat foto pria ini tapi aku tidak yakin apa itu, mungkin aku sedang mengahayal atau apalah” kataku asal.
“kau mungkin terlalu capek karena perjalanan tadi jadi menghayal hal yang bukan-bukan” kata sahabatku shin hye.
“mungkin saja.. ayo sekarang kita makan” kataku lalu langsung duduk lagi dimeja makan.
Setelah selesai makan malam.. aku dengan sahabat-sahabatku duduk di ruang tamu sambil menonton. Teman-temanku tampak asyik menonton film itu tapi tidak denganku. Pikiranku tiba-tiba melayang lagi ke pria yang berada dilukisan itu dan sepertinya aku ada hubungan dengan pria itu. aku sepertinya sering merasakan sentuhan dari pria itu, tapi kapan? Apa Cuma perasaan aku saja? Lebih baik aku singkirkan pikiran aneh ini. aku saja belum pernah berpacaran sampai sekarang ini, biar banyak pria yang ingin menjadi pacarku tapi aku belum niat ingin pacaran, bagaimana mungkin aku bisa merasakan sentuhan dari pria ini? jadi mungkin Cuma pikiran aku saja.
Satu per satu temanku mulai mengantuk dan kembali kekamar mereka masing-masing karena jam sudah menunjukkan pukul 12 malam. Aku sendiri kembali ke dalam kamarku. Setiap kali aku membuka pintu kamar ini, selalu aku merasakan angin dingin yang menerpa kulitku, berbeda dengan angin biasanya, angin ini membuatku bergidik karena aku dapat merasakan hawa aneh dalam angin ini.
Aku langsung beranjak masuk kedalam dan mulai mengganti pakaian ku dengan pakaian tidurku. Pakaian tidur yang aku kenakan sekarang agak nampak seksi karena aku terbiasa mengenakan pakaian tidur seperti itu. gaun tidurku agak pendek dan sangat tipis. Setiap aku tidur aku malas untuk mengenakan bra jadi nampak putingku agak menonjol di balik gaun tidur yang aku kenakan.
Aku mulai mematikan lampu dan langsung ketempat tidurku. Sebelum aku memejamkan mataku, sekilas aku melihat bayangan seorang pria berjalan lewat menembus dinding kamarku. Aku mengucek mataku karena aku mungkin aku salah lihat karena sudah sangat ngantuk.
Aku memejamkan mataku dan berusaha tidak memikirkan apapun. Tiba-tiba terasa sebuah tubuh besar menimpa tubuhku. Menjilat-jilat leherku dan mencium bibirku dengan ganasnya. Aku seperti terhipnotis dengan perlakuan itu, aku ingin membuka mataku melihat siapa yang melakukan itu ke aku tapi aku tidak bisa membuka mataku. Aku hanya dapat merasakan ciuman-ciuman yang diberikan orang ini. sebuah bisikan terdengar di telingaku.
“sudah lama aku menunggumu so eun, aku merindukan sentuhan hangat ini” bisik pria itu ketelingaku.
Suaranya sepertinya sangat aku kenal dan sering aku dengar. Aku semakin terhipnotis dan hanya dapat memejamkan mataku.
Tangan pria itu mulai mencubit putingku dari luar gaun tidurku. Tanganya yang satunya meremas dadaku dan pria ini semakin ganas menciumku. Aku benar-benar merasakan kenikmatan yang belum pernah aku rasakan sebelumnya.
Tangan pria ini lalu turun untuk mengelus lagi daerah kewanitaanku lalu tangan kekarnya melepaskan celana dalamku. Tangan itu pertama hanya mengelus tapi tangan itu langsung menekan klitorisku. Aku menggelinjang kenikmatan ketika pria itu menyentuh klitorisku.
Tangan pria itu terus menekan klitorisku lalu tiba-tiba memasukkan 1 jarinya kedalam Mrs. V ku. mengeluar masukkan jari itu sampai aku merasakan puncak kenikmatan itu. ciuman pria itu turun keleherku dan mulai menghisap leherku dengan kuat. Tangan yang satunya masih meremas dadaku dari luar gaunku.
Aku merasakan benda tumpul berusaha masuk kedalam Mrs.V ku. ketika benda tumpul itu mulai masuk kedalam Mrs.V ku, aku sedikit berteriak karena kesakitan tapi pria itu langsung mencium bibirku. Pria itu mencium bibirku untuk mengalihkan rasa sakit di Mrs.V ku. ketika benda tumpul itu sudah masuk sepenuhnya kedalam Mrs.V ku, pria ini mulai memasuk-keluarkan juniornya didalam lubang kewanitaanku sampai kami berdua mencapai puncak kenikmatannya. Pria itu mencium keningku sekilas dan menyelimutiku. Walau aku tidak dapat membuka mataku tapi aku dapat merasakannya. Karena terlalu lelah, aku langsung ketiduran.
TBC..
Judul: Ghost In An Old Villa Part 2
Genre: Horror, Nc-21, romantic ?
Cast: Kim Bum, Kim So eun, Ji yeon, Moon Geun Young, Park Shin Hye, Ahjumma (Mrs.Kim)
Setelah selesai mandi aku langsung keluar kamar dan mendapati ahjumma sedang menyiapkan makanan di meja makan.
“hmm ahjumma.. masakan ahjumma wangi banget” kataku yang langsung duduk di meja makan.
“kalian pasti lapar habis perjalanan jauh, apalagi villa ahjumma ini kan sangat jauh”
“iya ahjumma, perutku sudah minta di isi nih.. hahaha.. aku panggil teman-temanku dulu ya ahjumma”
“tidak perlu.. biar ahjumma saja yang memanggil mereka”
“ne ahjumma”
Sambil menunggu teman-temanku, aku melihat-lihat isi villa ini dan mendapati banyak bingkai foto yang dipajang di ruang tamu sana. Isi dari bingkai-bingkai foto itu sama, pria yang berada dilukisan itu. pria ini sangat tampan dan wajahnya sangat familiar, sepertinya aku sangat mengenal pria itu tapi siapa? Apa aku pernah bertemu dengan dia? Atau melihatnya?.
Aku tidak tahu.. tiba-tiba pikiranku melayang seperti mengingat sesuatu atau masa lalu, seorang pria yang selalu memelukku dari belakang, mencium bibirku dengan penuh nafsu dan sentuhan-sentuhan hangat yang diberi oleh pria di lukisan itu.
Sebuah tangan lalu menepuk pundakku.
“hey.. kau ngapain disini? Pakai acara melamun lagi, kesambet baru tau” kata moon geun young temanku.
“ne? kalian kapan datangnya?”tanyaku agak terkejut ketika sadar dari pikiran anehku tadi.
“sudah dari tadi.. malahan kami memanggilmu beberapa kali tapi kamu tidak meresponnya” sambung ji yeon.
“maaf.. tiba-tiba saja tadi aku seperti mengingat sesuatu ketika aku melihat foto pria ini tapi aku tidak yakin apa itu, mungkin aku sedang mengahayal atau apalah” kataku asal.
“kau mungkin terlalu capek karena perjalanan tadi jadi menghayal hal yang bukan-bukan” kata sahabatku shin hye.
“mungkin saja.. ayo sekarang kita makan” kataku lalu langsung duduk lagi dimeja makan.
Setelah selesai makan malam.. aku dengan sahabat-sahabatku duduk di ruang tamu sambil menonton. Teman-temanku tampak asyik menonton film itu tapi tidak denganku. Pikiranku tiba-tiba melayang lagi ke pria yang berada dilukisan itu dan sepertinya aku ada hubungan dengan pria itu. aku sepertinya sering merasakan sentuhan dari pria itu, tapi kapan? Apa Cuma perasaan aku saja? Lebih baik aku singkirkan pikiran aneh ini. aku saja belum pernah berpacaran sampai sekarang ini, biar banyak pria yang ingin menjadi pacarku tapi aku belum niat ingin pacaran, bagaimana mungkin aku bisa merasakan sentuhan dari pria ini? jadi mungkin Cuma pikiran aku saja.
Satu per satu temanku mulai mengantuk dan kembali kekamar mereka masing-masing karena jam sudah menunjukkan pukul 12 malam. Aku sendiri kembali ke dalam kamarku. Setiap kali aku membuka pintu kamar ini, selalu aku merasakan angin dingin yang menerpa kulitku, berbeda dengan angin biasanya, angin ini membuatku bergidik karena aku dapat merasakan hawa aneh dalam angin ini.
Aku langsung beranjak masuk kedalam dan mulai mengganti pakaian ku dengan pakaian tidurku. Pakaian tidur yang aku kenakan sekarang agak nampak seksi karena aku terbiasa mengenakan pakaian tidur seperti itu. gaun tidurku agak pendek dan sangat tipis. Setiap aku tidur aku malas untuk mengenakan bra jadi nampak putingku agak menonjol di balik gaun tidur yang aku kenakan.
Aku mulai mematikan lampu dan langsung ketempat tidurku. Sebelum aku memejamkan mataku, sekilas aku melihat bayangan seorang pria berjalan lewat menembus dinding kamarku. Aku mengucek mataku karena aku mungkin aku salah lihat karena sudah sangat ngantuk.
Aku memejamkan mataku dan berusaha tidak memikirkan apapun. Tiba-tiba terasa sebuah tubuh besar menimpa tubuhku. Menjilat-jilat leherku dan mencium bibirku dengan ganasnya. Aku seperti terhipnotis dengan perlakuan itu, aku ingin membuka mataku melihat siapa yang melakukan itu ke aku tapi aku tidak bisa membuka mataku. Aku hanya dapat merasakan ciuman-ciuman yang diberikan orang ini. sebuah bisikan terdengar di telingaku.
“sudah lama aku menunggumu so eun, aku merindukan sentuhan hangat ini” bisik pria itu ketelingaku.
Suaranya sepertinya sangat aku kenal dan sering aku dengar. Aku semakin terhipnotis dan hanya dapat memejamkan mataku.
Tangan pria itu mulai mencubit putingku dari luar gaun tidurku. Tanganya yang satunya meremas dadaku dan pria ini semakin ganas menciumku. Aku benar-benar merasakan kenikmatan yang belum pernah aku rasakan sebelumnya.
Tangan pria ini lalu turun untuk mengelus lagi daerah kewanitaanku lalu tangan kekarnya melepaskan celana dalamku. Tangan itu pertama hanya mengelus tapi tangan itu langsung menekan klitorisku. Aku menggelinjang kenikmatan ketika pria itu menyentuh klitorisku.
Tangan pria itu terus menekan klitorisku lalu tiba-tiba memasukkan 1 jarinya kedalam Mrs. V ku. mengeluar masukkan jari itu sampai aku merasakan puncak kenikmatan itu. ciuman pria itu turun keleherku dan mulai menghisap leherku dengan kuat. Tangan yang satunya masih meremas dadaku dari luar gaunku.
Aku merasakan benda tumpul berusaha masuk kedalam Mrs.V ku. ketika benda tumpul itu mulai masuk kedalam Mrs.V ku, aku sedikit berteriak karena kesakitan tapi pria itu langsung mencium bibirku. Pria itu mencium bibirku untuk mengalihkan rasa sakit di Mrs.V ku. ketika benda tumpul itu sudah masuk sepenuhnya kedalam Mrs.V ku, pria ini mulai memasuk-keluarkan juniornya didalam lubang kewanitaanku sampai kami berdua mencapai puncak kenikmatannya. Pria itu mencium keningku sekilas dan menyelimutiku. Walau aku tidak dapat membuka mataku tapi aku dapat merasakannya. Karena terlalu lelah, aku langsung ketiduran.
TBC..
Ghost In An Old Villa Part 1/NC-21
Author: Chintami (Mediyanti Christin)
Judul: Ghost in an old villa
Genre: Horror, NC
Cast: Kim So Eun And Kim Bum
Perpisahan Anak-anak kelas 3 SMA shinhwa. Banyak yang
menghabiskan perpisahan itu untuk berlibur dengan teman-temannya atau
menghabiskan waktunya bersama teman-temannya. Seperti yang sekarang dilakukan
oleh so eun. So eun menghabiskan perpisahannya bersama 4 orang
sahabat-sahabatnya. Mereka berlibur ke sebuah villa yang sangat jauh dan
letaknya agak masuk kedalam hutan. Di villa itu hanya tinggal seorang wanita
tua pengurus villa itu.
So eun dan teman-temannya yang sudah sampai didepan pintu
villa itu langsung mengetuk pintu villanya dan keluarlah wanita tua pemilik
villa itu.
“annyeong ahjumma.. kami mendengar villa ini mau disewakan
untuk orang-orang yang pergi berliburan ya?” tanya so eun ramah.
“ne anak muda.. apa anda ingin menginap di villa ini untuk
beberapa hari?”
“ne.. aku dan teman-temanku ingin nginap disini selama
seminggu.. kira-kira berapa ya biayanya?”
“soal biaya gampang anak muda asal kalian senang saja untuk
tinggal disini apalagi aku hanya tinggal seorang diri saja dirumah besar ini
jadi saya senang kalau ada yang ingin tinggal disini”
“benarkah ahjumma? Baiklah, kami juga bakal senang untuk
tinggal disini menemani ahjumma”
“sekarang saya akan membawa kalian masuk dulu, ada banyak
kamar di villa ini, saya akan membawa kalian ke kamar kalian masing-masing”
kata ahjumma itu.
“sekarang kalian ikut aku” sambung ahjumma itu.
So eun dan beberapa temannya pun mengikut ahjumma itu
memasuki villa tua itu. wanita tua itu mengantar teman-teman so eun kekamar
mereka masing-masing dan terakhir, wanita tua itu mengantarkan so eun kekamar
yang sangat besar, kamar itu 3x lebih besar dari kamar-kamar teman-temannya.
“ini kamarmu nak?”
“makasih ya ahjumma sudah mengantar”kata so eun menunduk
atau memberi hormat kepada wanita tua itu.
“saya harap kamu merasa nyaman dengan kamarmu ini nak”
“ne ahjumma”
Ketika so eun membuka pintu kamar itu, terasa angin-angin
yang sangat dingin menerpa kulit putih so eun. so eun tiba-tiba bergidik ketika
merasakan angin yang dingin itu.
So eun melihat-lihat disekitar kamar itu dan di ruangan itu
ada sebuah Lukisan seorang pria yang tampak tampan tapi dengan pandangan yang
menyeramkan dipajang ke dinding itu. Lukisan itu sangat besar tetapi sudah agak
berdebu, mungkin jarang dibersihkan.
So eun langsung merebahkan dirinya di tempat tidur berukuran
sangat besar itu. karena saking capeknya, so eun ketiduran.
Antara sadar dan tidak, so eun merasakan sebuah tangan kekar
meraba-raba pahanya karena so eun mengenakan rok mini. Tangan kekar itu semakin
masuk kedalam rok so eun dan mulai meraba kewanitaan so eun.
So eun mendesah ketika tangan-tangan itu meraba kewanitaan
so eun. tangan itu memasuki celana dalam so eun dan mulai mengelus lagi
kewanitaan so eun. jari itu lalu menusuk lubang kewanitaan so eun yang membuat so
eun semakin mendesah. Jari itu dikeluar masukkan, pertama dalam tempo yang
sangat lambat tapi kemudian semakin cepat dan cepat. So eun tidak dapat menahan
rasa kenikmatan akibat jari-jari itu lalu mengeluarkan cairan kentalnya akibat
jari-jari itu. so eun lalu membuka mata dan melihat disekitar ruangan tapi
tidak ada apa-apa. So eun meraba celana dalamnya dan basah. mungkin hanya mimpi
yang tadi.
Hmm astaga? Kenapa aku tadi? Kenapa aku bisa bermimpi
seperti tadi? Astaga benar-benar memalukan.. lebih baik sekarang aku mandi dulu
untuk menyegarkan tubuhku.. pikir so eun.
Tampak diruangan itu mata Lukisan besar itu bergerak melihat so eun yang sedang melepaskan pakaian
itu satu per satu.
Mini FF/ Dont Leave Me Part 3 ( Special Part Sorry.. And I Love You)
Author: Chintami (Mediyanti Christin)
Judul: Don't Leave Me Part 3 (Special Part Mianhae And Saranghae)
Genre: Sad, Romance
Cast: Kim Bum, Kim So Eun, Suzy, Seung Ho, Kim Ga Eul
Ga eul sudah keluar kelas dan sedang menungguku dip agar sekolahnya.
“anak eomma sudah pulang?”tanyaku.
“ne eomma, hari ini aku bisa menjawab pertanyaan dari guru eomma dan aku mendapat nilai sempurna”
“benarkah? Wahh anak eomma pintar ya”
“hihi.. eomma, paman itu siapa?” tanya ga eul sambil menunjuk seung ho.
“ohh itu adalah temannya eomma, untuk sekarang kita ikut paman itu pulang ya”
“ne eomma”
Di perjalanan pulang, ga eul tertidur di jok belakang mobilnya seung ho. Kami sudah sampai didepan rumahku.
“sudah sampai” kata seung ho.
“ne” jawabku.
“so eun tunggu sebentar” kata seung ho ketika aku ingin keluar dari mobilnya.
“ada apa?”
“aku ingin berbicara sesuatu”
“apa?”tanyaku.
“apa kim bum benar-benar memperlakukan kau dengan baik? So eun ahh.. maafkan aku karena dulu aku meninggalkanmu, aku tidak terima dengan kenyataan itu, tapi so eun, asal kau tahu.. aku tidak pernah bisa melupakanmu sampai saat ini, senyummu.. suaramu.. masih tersimpan baik di memoryku”kata seung ho.
“aku tahu sekarang aku sudah mau bertunangan sama suzy tapi asal kau tahu so eun ahh, kedudukanmu di hatiku tidak pernah bisa tergantikan, aku selalu memikirkanmu, andaikan brengsek itu tidak memperkosamu.. mungkin sekarang kau sudah menjadi milikku, aku tahu aku tidak pantas berbicara seperti itu so eun tapi inilah isi perasaanku” sambung seung ho
Tiba-tiba saja seung ho mendekatkan wajahnya ke wajahku dan aku hanya bisa memejamkan mataku. Cup.. bibir seung ho menempel di bibirku selama beberapa menit dan akhirnya aku tersadar dengan apa yang aku lakukan. Aku mendorong tubuh seung ho.
“maaf aku harus pergi”kata ku lalu turun dari mobilnya dan menggendong ga eul untuk masuk kerumah.
Aku masuk kerumahku dan agak sedikit terkejut mendapati kim bum sedang berdiri didepan pintu masuk.
“apa yang kau lakukan?”
“aniyo.. ada berkas yang ketinggalan dirumah dan aku harus mengadakan meeting jadi aku memerlukan berkas itu” jelas kim bum sambil tersenyum.
“baiklah, aku sedikit capek.. aku kekamar dulu”
>>>>>>>>
Kim bum sudah pulang dari kantor dan langsung memasuki ruangan dirumahnya dan mendapati so eun sedang duduk dan bertelepon.
“so eun?” panggilku.
So eun agak sedikit terkejut dan langsung mematikan teleponnya.
“kamu sudah pulang? Kok cepat banget?”
“ne.. aku hari ini pulang lebih awal, aku ingin mengajak kau dengan ga eul untuk makan di restoran karena sudah lama kita tidak makan diluar”
“hmm, baiklah.. kalau gitu aku ganti bajuku dulu”
Ketika so eun masuk kekamar untuk mengganti baju, kim bum mengambil HP so eun dan mengecek panggilan masuknya dan tertera nama seung ho disana. Kim bum hanya bisa mengepalkan tangannya dan menaruh kembali HP so eun ke sofa tempat so eun menyimpan HP itu tadi.
Kim bum menghabiskan waktunya mala mini bersama istri dengan anaknya direstoran. So eun tampak biasa saja sambil melahap makanannya sedangkan ga eul kecil memakan makanannya dengan lahapnya.
“so eun ahh, 1 minggu lagi ulang tahun pernikahan ke 6 kita, apa kamu mau berliburan?”
“liburan? Terserah kamu aja deh”
“kalau gitu kita habiskan ulang tahun pernikahan kita untuk jalan-jalan kejepang mau tidak?”
“boleh juga” jawab so eun dengan cuek.
>>>>>>>>>
Semakin hari so eun tampak lebih akrab dengan seung ho. Mereka tampak sering keluar bareng atau makan direstoran berdua. Setiap malam so eun selalu menghabiskan waktunya hanya untuk mengobrol atau bercerita dengan seung ho melalui telepon.
Dan seperti sekarang ini, tampak so eun dan seung ho sedang menghabiskan waktu mereka di mall berdua.
“so eun ahh.. besok aku mau membawa kau ketempat yang sangat indah.. apa kau mau?”
“jinja? Aku mau.. tapi sepertinya tidak bisa.. Lusa aku harus berangkat ke jepang untuk merayakan hari pernikahan dengan kim bum, besok aku musti menyiap-nyiapkan pakaian aku dengan ga eul jadi sepertinya tidak bisa”
“aniyo.. Cuma sebentar saja.. pulangnya kan kau masih bisa menyiapkan”
So eun tampak berpikir sebentar lalu..
“kalau begitu boleh deh” jawab so eun sambil tersenyum.
“benarkah, besok aku jemput kau pukul 6 malam ya”
“ne”
Mereka pun berjalan mengelilingi mall sambil bergandengan tangan dan tidak sengaja hal tersebut dilihat oleh kim bum yang sedang membawa ga eul jalan-jalan juga di mall.
>>>>>>>>>>>>
Keesokan harinya pukul 6.
So eun telah siap-siap menunggu kedatangan seung ho.
“yeobo.. kamu mau kemana?”tanya kim bum.
“aku ingin jalan-jalan sebentar dengan temanku.. mungkin jam 8 baru pulang”
“apa mau aku jemput?”tanya kim bum.
“aniyo.. teman aku bisa mengantar aku pulang nanti”
“baiklah.. so eun ahh?”
“mwo?” tanyaku.
Kim bum mendekatkan dirinya ke aku dan mendekatkan wajahnya ke wajahku. Aku tampak bingung dengan apa yang kim bum lakukan ke aku tapi sebelum bibir kami bertemu, aku langsung mendorong tubuh kim bum.
“kau? Apa yang mau kau lakukan hah?”tanyaku emosi.
“besok adalah hari ulang tahun pernikahan kita, kita sudah menikah hampir 6 tahun tapi aku tidak pernah sekalipun menciummu, apa aku boleh menciummu?” tanya kim bum.
Kelakuan kim bum hari ini sangat aneh jadi aku mengijinkan dia untuk menciumku sebentar.
“hmm oke kalau begitu”
Kim bum lalu mendekatkan wajahnya ke wajahku sampai bibir kami bertemu. Ciuman penuh kasih sayang dan nyaman sekali rasanya. Aku terhanyut didalam ciuman kim bum. Kim bum melepaskan ciuman kami lalu mencium keningku sebentar.
“sebenarnya kemarin aku melihat apa yang kau lakukan” kata kim bum.
“maksudnya?”tanyaku tidak mengerti.
“kemarin ketika mobilmu mogok, seung ho kan yang mengantarmu pulang dan sebelum turun dari mobil, seung ho menciummu kan? Terus setiap kali kau bilang keluar dengan teman, teman yang kau maksud juga seung ho kan? Dan teman yang setiap malam menelepon kau juga dia bukan?” tanya kim bum.
Aku sangat terkejut dengan semua pertanyaan kim bum, ternyata dia melihat semuanya dan tahu.
“ne” jawabku hati-hati karena aku takut kim bum akan emosi kepadaku.
Tapi sangat bertolak belakang dengan apa yang aku pikirkan. Kim bum malah mengelus rambutku.
“aku tidak menyalahkan kau dengan semua yang kau lakukan, dalam hal ini sebenarnya aku yang salah, aku yang memaksa kau untuk mencintaiku padahal aku tahu kau masih sangat mencintai seung ho, sekarang kalau kau mau pergi keluar dengan seung ho maka pergilah.. “
“kim bum ahh?” tidak terasa air mata aku ingin menetes keluar mendengar semua perkataan kim bum.
“biarlah kita memulai itu semua dari awal so eun ahh.. pergilah sekarang dan anggaplah itu sebagai pertemuan terakhir kalian, aku harap kau ingin memulai semuanya lagi dari awal denganku.. ga eul membutuhkan kita berdua so eun ahh”.
Setelah mendengar semua perkataan kim bum, aku sangat merasa bersalah dengan kim bum dan ga eul. Aku bukan istri yang baik untuk kim bum dan bukan ibu yang baik untuk ga eul.
“baik kim bum ahh.. aku akan mengatakan kepada seung ho agar melupakan semua masa lalu kami dan aku mau memulai kehidupan baru ini denganmu” kataku lalu memeluk kim bum.
>>>>>
Seung ho membawaku ke sebuah bukit. Pemandangan di bukit sana sungguh indah.
“seung ho ahh, aku ingin mengatakan sesuatu”
“katakanalah so eun ah”.
“lupakan semua masa lalu kita, masa depan aku adalah bersama kim bum.. bukan kau seung ho, aku mempunyai 1 anak yang sangat membutuhkan aku dengan kim bum, masa depan kau adalah bersama suzy jadi tolong lupakan semuanya dan anggaplah hari ini adalah pertemuan terakhir kita, mianhae seung ho” jelasku.
“ne kau benar so eun ahh, maaf aku sudah mengganggu rumah tangga kau dengan kim bum.. aku harus pergi dulu” kata seung ho.
Seung ho meninggalkan aku sendirian di bukit. Aku langsung menelepon kim bum untuk menjemputku.
“halo.. bum ah. Tolong jemput aku di bukit blablabla *gak tau namanya*”
“ne.. sebentar ya sayang.. tunggu aku disana 15 menit.. jangan kemana-mana”
“ne”
Lalu aku memutuskan sambungan teleponku dengan kim bum. Tiba-tiba saja aku ada perasaan tidak enak, aku merasa ada sesuatu yang buruk akan datang tapi aku tidak tahu dan aku berharap itu Cuma perasaan aku saja. Aku segera menyingkirkan perasaan itu. tiba-tiba saja aku tidak ingin memutuskan sambungan telepon aku dengan kim bum tadi. Aku ingin mendengar suara kim bum terus.
2 jam kemudian
Tapi kim bum belum juga datang. Perasaan aku semakin tidak enak. Aku mencoba menelepon Hape kim bum beberapa kali tapi tidak diangkat.
Tiba-tiba ada telepon dari eommaku.
“annyeong.. ada apa eomma?”
“so eun ahh.. kim bum….” Eommaku tidak melanjutkan kata-katanya.
“kim bum kenapa eomma?” tanyaku mulai panik.
“kim bum kecelakaan ketika mau menjemput kau so eun ahh.. kim bum.. kim bum meninggal so eun ahh”
“mwo? aniyo.. kim bum tidak mungkin meninggal eomma, barusan aku menelepon kim bum eomma. Tidak mungkin” aku menangis histeris ketika mendengar berita itu.
“sekarang kim bum sedang berada di rumah sakit.. segera datang so eun ahh”
Aku memutuskan teleponku dengan eommaku dan langsung berlari kerumah sakit tapi sialnya.. turun hujan lebat, aku tetap berlari karena aku tidak menemukan satu taksi pun. Kepala ku tiba-tiba pusing dan pandanganku menggelap. Aku pingsan.
>>>>>>>>>>
Aku terbangun dan mendapati diriku sedang berada dirumah sakit ditemani oleh eommaku.
“eomma? Kenapa aku sudah berada disini?”
“tadi kamu pingsan.. sebelumnya eomma menyuruh supir untuk ketempatmu dan mendapatimu sedang pingsan di tengah jalan jadi supir eomma langsung membawa kau kerumah sakit ini”
Aku langsung teringat dengan perkataan eommaku di telepon tadi.
“eomma.. dimana kim bum?”
“kim bum.. berada diruangan sebelah” jawab eommaku.
Aku langsung berlari diruangan sebelah. Aku melihat seseorang terbaring dengan ditutupi oleh kain dirumah sakit itu. aku mencoba memberanikan diri untuk membuka kain itu dan berharap orang itu bukan kim bum. Ketika aku membuka kain itu, aku lihat wajah kim bum sudah pucat dan agak kaku, kim bum sudah tidak bernyawa.
“kim bummm..”teriakku.
“kim bum.. kenapa kau tinggalkan aku kim bum? Kenapa? Bukannya kau bilang ingin memulai kehidupan baru ini bersama aku bum ahh? Kenapa kau tidak menepati janji mu bum? Tanyaku sambil menggoyang-goyangkan tubuh kim bum yang sudah tidak bernyawa.
“bum ahh.. kenapa kau tinggalkan aku? Padahal aku baru saja ingin merasakan cintamu yang tulus.. aku ingin setiap hari melihat wajahmu yang tersenyum kepadaku.. kesabaran kau setiap menghadapi sikap tidak baikku terhadap kau.. kumohon bum, jangan tinggalkan aku.. bagaimana dengan ga eul kita? Dia membutuhkan sosok seorang ayah.. bum ahh cinta kau selama ini begitu tulus kepadaku, tapi aku malah mengkhianati cintamu itu kepadaku bum.. maaf bum” kataku sambil menangis.
Tiba-tiba aku kehilangan akal sehatku.. aku mengambil semua obat yang berada di meja itu dan mau memakan habis semua obat itu. aku ingin menyusul kim bum di sana dan bersama kim bum.
Tapi eommaku masuk dan mencegah ku untuk memakan semua obat itu.
“so eun? sadarlah nak.. jangan lakukan hal bodoh itu.. ga eul sudah kehilangan seorang ayah, apa kau mau ga eul kehilangan seorang ibu juga hah?” tanya ibuku.
“maafkan aku eomma.. aku tidak tahu harus ngapain. Aku baru saja mencintai kim bum tapi kenapa eomma, kenapa kim bum harus meninggalkan aku seperti ini hah?”
“eomma?” teriak ga eul.
“ga eul ahh? Kau tidak apa ga eul?” tanyaku.
“ne eomma.. eomma.. hiks hiks.. appa sudah meninggalkan kita eomma.. tadi appa sebelum menjemput eomma dia menyuruhku untuk menunggu dirumah karna sudah gelap.. appa sudah meninggalkan kita eomma” kata ga eul sambil menangis.
Aku hanya bisa menangis sambil memeluk ga eul. Sekarang sudah tidak ada yang mencintai aku lagi seperti kim bum mencintai aku. Hanya ga eul saja yang aku punya sekarang. Aku menangis memeluk ga eul dan melihat mayat orang yang aku cintai terbaring diranjang rumah sakit ini. aku berjanji tidak akan pernah menghianati cinta yang kau beri lagi kepadaku bum. Sekarang keinginan aku hanya membesarkan ga eul dan menunggu Tuhan memanggilku jadi aku bisa bersamamu kembali di alam sana.
The End
Judul: Don't Leave Me Part 3 (Special Part Mianhae And Saranghae)
Genre: Sad, Romance
Cast: Kim Bum, Kim So Eun, Suzy, Seung Ho, Kim Ga Eul
Ga eul sudah keluar kelas dan sedang menungguku dip agar sekolahnya.
“anak eomma sudah pulang?”tanyaku.
“ne eomma, hari ini aku bisa menjawab pertanyaan dari guru eomma dan aku mendapat nilai sempurna”
“benarkah? Wahh anak eomma pintar ya”
“hihi.. eomma, paman itu siapa?” tanya ga eul sambil menunjuk seung ho.
“ohh itu adalah temannya eomma, untuk sekarang kita ikut paman itu pulang ya”
“ne eomma”
Di perjalanan pulang, ga eul tertidur di jok belakang mobilnya seung ho. Kami sudah sampai didepan rumahku.
“sudah sampai” kata seung ho.
“ne” jawabku.
“so eun tunggu sebentar” kata seung ho ketika aku ingin keluar dari mobilnya.
“ada apa?”
“aku ingin berbicara sesuatu”
“apa?”tanyaku.
“apa kim bum benar-benar memperlakukan kau dengan baik? So eun ahh.. maafkan aku karena dulu aku meninggalkanmu, aku tidak terima dengan kenyataan itu, tapi so eun, asal kau tahu.. aku tidak pernah bisa melupakanmu sampai saat ini, senyummu.. suaramu.. masih tersimpan baik di memoryku”kata seung ho.
“aku tahu sekarang aku sudah mau bertunangan sama suzy tapi asal kau tahu so eun ahh, kedudukanmu di hatiku tidak pernah bisa tergantikan, aku selalu memikirkanmu, andaikan brengsek itu tidak memperkosamu.. mungkin sekarang kau sudah menjadi milikku, aku tahu aku tidak pantas berbicara seperti itu so eun tapi inilah isi perasaanku” sambung seung ho
Tiba-tiba saja seung ho mendekatkan wajahnya ke wajahku dan aku hanya bisa memejamkan mataku. Cup.. bibir seung ho menempel di bibirku selama beberapa menit dan akhirnya aku tersadar dengan apa yang aku lakukan. Aku mendorong tubuh seung ho.
“maaf aku harus pergi”kata ku lalu turun dari mobilnya dan menggendong ga eul untuk masuk kerumah.
Aku masuk kerumahku dan agak sedikit terkejut mendapati kim bum sedang berdiri didepan pintu masuk.
“apa yang kau lakukan?”
“aniyo.. ada berkas yang ketinggalan dirumah dan aku harus mengadakan meeting jadi aku memerlukan berkas itu” jelas kim bum sambil tersenyum.
“baiklah, aku sedikit capek.. aku kekamar dulu”
>>>>>>>>
Kim bum sudah pulang dari kantor dan langsung memasuki ruangan dirumahnya dan mendapati so eun sedang duduk dan bertelepon.
“so eun?” panggilku.
So eun agak sedikit terkejut dan langsung mematikan teleponnya.
“kamu sudah pulang? Kok cepat banget?”
“ne.. aku hari ini pulang lebih awal, aku ingin mengajak kau dengan ga eul untuk makan di restoran karena sudah lama kita tidak makan diluar”
“hmm, baiklah.. kalau gitu aku ganti bajuku dulu”
Ketika so eun masuk kekamar untuk mengganti baju, kim bum mengambil HP so eun dan mengecek panggilan masuknya dan tertera nama seung ho disana. Kim bum hanya bisa mengepalkan tangannya dan menaruh kembali HP so eun ke sofa tempat so eun menyimpan HP itu tadi.
Kim bum menghabiskan waktunya mala mini bersama istri dengan anaknya direstoran. So eun tampak biasa saja sambil melahap makanannya sedangkan ga eul kecil memakan makanannya dengan lahapnya.
“so eun ahh, 1 minggu lagi ulang tahun pernikahan ke 6 kita, apa kamu mau berliburan?”
“liburan? Terserah kamu aja deh”
“kalau gitu kita habiskan ulang tahun pernikahan kita untuk jalan-jalan kejepang mau tidak?”
“boleh juga” jawab so eun dengan cuek.
>>>>>>>>>
Semakin hari so eun tampak lebih akrab dengan seung ho. Mereka tampak sering keluar bareng atau makan direstoran berdua. Setiap malam so eun selalu menghabiskan waktunya hanya untuk mengobrol atau bercerita dengan seung ho melalui telepon.
Dan seperti sekarang ini, tampak so eun dan seung ho sedang menghabiskan waktu mereka di mall berdua.
“so eun ahh.. besok aku mau membawa kau ketempat yang sangat indah.. apa kau mau?”
“jinja? Aku mau.. tapi sepertinya tidak bisa.. Lusa aku harus berangkat ke jepang untuk merayakan hari pernikahan dengan kim bum, besok aku musti menyiap-nyiapkan pakaian aku dengan ga eul jadi sepertinya tidak bisa”
“aniyo.. Cuma sebentar saja.. pulangnya kan kau masih bisa menyiapkan”
So eun tampak berpikir sebentar lalu..
“kalau begitu boleh deh” jawab so eun sambil tersenyum.
“benarkah, besok aku jemput kau pukul 6 malam ya”
“ne”
Mereka pun berjalan mengelilingi mall sambil bergandengan tangan dan tidak sengaja hal tersebut dilihat oleh kim bum yang sedang membawa ga eul jalan-jalan juga di mall.
>>>>>>>>>>>>
Keesokan harinya pukul 6.
So eun telah siap-siap menunggu kedatangan seung ho.
“yeobo.. kamu mau kemana?”tanya kim bum.
“aku ingin jalan-jalan sebentar dengan temanku.. mungkin jam 8 baru pulang”
“apa mau aku jemput?”tanya kim bum.
“aniyo.. teman aku bisa mengantar aku pulang nanti”
“baiklah.. so eun ahh?”
“mwo?” tanyaku.
Kim bum mendekatkan dirinya ke aku dan mendekatkan wajahnya ke wajahku. Aku tampak bingung dengan apa yang kim bum lakukan ke aku tapi sebelum bibir kami bertemu, aku langsung mendorong tubuh kim bum.
“kau? Apa yang mau kau lakukan hah?”tanyaku emosi.
“besok adalah hari ulang tahun pernikahan kita, kita sudah menikah hampir 6 tahun tapi aku tidak pernah sekalipun menciummu, apa aku boleh menciummu?” tanya kim bum.
Kelakuan kim bum hari ini sangat aneh jadi aku mengijinkan dia untuk menciumku sebentar.
“hmm oke kalau begitu”
Kim bum lalu mendekatkan wajahnya ke wajahku sampai bibir kami bertemu. Ciuman penuh kasih sayang dan nyaman sekali rasanya. Aku terhanyut didalam ciuman kim bum. Kim bum melepaskan ciuman kami lalu mencium keningku sebentar.
“sebenarnya kemarin aku melihat apa yang kau lakukan” kata kim bum.
“maksudnya?”tanyaku tidak mengerti.
“kemarin ketika mobilmu mogok, seung ho kan yang mengantarmu pulang dan sebelum turun dari mobil, seung ho menciummu kan? Terus setiap kali kau bilang keluar dengan teman, teman yang kau maksud juga seung ho kan? Dan teman yang setiap malam menelepon kau juga dia bukan?” tanya kim bum.
Aku sangat terkejut dengan semua pertanyaan kim bum, ternyata dia melihat semuanya dan tahu.
“ne” jawabku hati-hati karena aku takut kim bum akan emosi kepadaku.
Tapi sangat bertolak belakang dengan apa yang aku pikirkan. Kim bum malah mengelus rambutku.
“aku tidak menyalahkan kau dengan semua yang kau lakukan, dalam hal ini sebenarnya aku yang salah, aku yang memaksa kau untuk mencintaiku padahal aku tahu kau masih sangat mencintai seung ho, sekarang kalau kau mau pergi keluar dengan seung ho maka pergilah.. “
“kim bum ahh?” tidak terasa air mata aku ingin menetes keluar mendengar semua perkataan kim bum.
“biarlah kita memulai itu semua dari awal so eun ahh.. pergilah sekarang dan anggaplah itu sebagai pertemuan terakhir kalian, aku harap kau ingin memulai semuanya lagi dari awal denganku.. ga eul membutuhkan kita berdua so eun ahh”.
Setelah mendengar semua perkataan kim bum, aku sangat merasa bersalah dengan kim bum dan ga eul. Aku bukan istri yang baik untuk kim bum dan bukan ibu yang baik untuk ga eul.
“baik kim bum ahh.. aku akan mengatakan kepada seung ho agar melupakan semua masa lalu kami dan aku mau memulai kehidupan baru ini denganmu” kataku lalu memeluk kim bum.
>>>>>
Seung ho membawaku ke sebuah bukit. Pemandangan di bukit sana sungguh indah.
“seung ho ahh, aku ingin mengatakan sesuatu”
“katakanalah so eun ah”.
“lupakan semua masa lalu kita, masa depan aku adalah bersama kim bum.. bukan kau seung ho, aku mempunyai 1 anak yang sangat membutuhkan aku dengan kim bum, masa depan kau adalah bersama suzy jadi tolong lupakan semuanya dan anggaplah hari ini adalah pertemuan terakhir kita, mianhae seung ho” jelasku.
“ne kau benar so eun ahh, maaf aku sudah mengganggu rumah tangga kau dengan kim bum.. aku harus pergi dulu” kata seung ho.
Seung ho meninggalkan aku sendirian di bukit. Aku langsung menelepon kim bum untuk menjemputku.
“halo.. bum ah. Tolong jemput aku di bukit blablabla *gak tau namanya*”
“ne.. sebentar ya sayang.. tunggu aku disana 15 menit.. jangan kemana-mana”
“ne”
Lalu aku memutuskan sambungan teleponku dengan kim bum. Tiba-tiba saja aku ada perasaan tidak enak, aku merasa ada sesuatu yang buruk akan datang tapi aku tidak tahu dan aku berharap itu Cuma perasaan aku saja. Aku segera menyingkirkan perasaan itu. tiba-tiba saja aku tidak ingin memutuskan sambungan telepon aku dengan kim bum tadi. Aku ingin mendengar suara kim bum terus.
2 jam kemudian
Tapi kim bum belum juga datang. Perasaan aku semakin tidak enak. Aku mencoba menelepon Hape kim bum beberapa kali tapi tidak diangkat.
Tiba-tiba ada telepon dari eommaku.
“annyeong.. ada apa eomma?”
“so eun ahh.. kim bum….” Eommaku tidak melanjutkan kata-katanya.
“kim bum kenapa eomma?” tanyaku mulai panik.
“kim bum kecelakaan ketika mau menjemput kau so eun ahh.. kim bum.. kim bum meninggal so eun ahh”
“mwo? aniyo.. kim bum tidak mungkin meninggal eomma, barusan aku menelepon kim bum eomma. Tidak mungkin” aku menangis histeris ketika mendengar berita itu.
“sekarang kim bum sedang berada di rumah sakit.. segera datang so eun ahh”
Aku memutuskan teleponku dengan eommaku dan langsung berlari kerumah sakit tapi sialnya.. turun hujan lebat, aku tetap berlari karena aku tidak menemukan satu taksi pun. Kepala ku tiba-tiba pusing dan pandanganku menggelap. Aku pingsan.
>>>>>>>>>>
Aku terbangun dan mendapati diriku sedang berada dirumah sakit ditemani oleh eommaku.
“eomma? Kenapa aku sudah berada disini?”
“tadi kamu pingsan.. sebelumnya eomma menyuruh supir untuk ketempatmu dan mendapatimu sedang pingsan di tengah jalan jadi supir eomma langsung membawa kau kerumah sakit ini”
Aku langsung teringat dengan perkataan eommaku di telepon tadi.
“eomma.. dimana kim bum?”
“kim bum.. berada diruangan sebelah” jawab eommaku.
Aku langsung berlari diruangan sebelah. Aku melihat seseorang terbaring dengan ditutupi oleh kain dirumah sakit itu. aku mencoba memberanikan diri untuk membuka kain itu dan berharap orang itu bukan kim bum. Ketika aku membuka kain itu, aku lihat wajah kim bum sudah pucat dan agak kaku, kim bum sudah tidak bernyawa.
“kim bummm..”teriakku.
“kim bum.. kenapa kau tinggalkan aku kim bum? Kenapa? Bukannya kau bilang ingin memulai kehidupan baru ini bersama aku bum ahh? Kenapa kau tidak menepati janji mu bum? Tanyaku sambil menggoyang-goyangkan tubuh kim bum yang sudah tidak bernyawa.
“bum ahh.. kenapa kau tinggalkan aku? Padahal aku baru saja ingin merasakan cintamu yang tulus.. aku ingin setiap hari melihat wajahmu yang tersenyum kepadaku.. kesabaran kau setiap menghadapi sikap tidak baikku terhadap kau.. kumohon bum, jangan tinggalkan aku.. bagaimana dengan ga eul kita? Dia membutuhkan sosok seorang ayah.. bum ahh cinta kau selama ini begitu tulus kepadaku, tapi aku malah mengkhianati cintamu itu kepadaku bum.. maaf bum” kataku sambil menangis.
Tiba-tiba aku kehilangan akal sehatku.. aku mengambil semua obat yang berada di meja itu dan mau memakan habis semua obat itu. aku ingin menyusul kim bum di sana dan bersama kim bum.
Tapi eommaku masuk dan mencegah ku untuk memakan semua obat itu.
“so eun? sadarlah nak.. jangan lakukan hal bodoh itu.. ga eul sudah kehilangan seorang ayah, apa kau mau ga eul kehilangan seorang ibu juga hah?” tanya ibuku.
“maafkan aku eomma.. aku tidak tahu harus ngapain. Aku baru saja mencintai kim bum tapi kenapa eomma, kenapa kim bum harus meninggalkan aku seperti ini hah?”
“eomma?” teriak ga eul.
“ga eul ahh? Kau tidak apa ga eul?” tanyaku.
“ne eomma.. eomma.. hiks hiks.. appa sudah meninggalkan kita eomma.. tadi appa sebelum menjemput eomma dia menyuruhku untuk menunggu dirumah karna sudah gelap.. appa sudah meninggalkan kita eomma” kata ga eul sambil menangis.
Aku hanya bisa menangis sambil memeluk ga eul. Sekarang sudah tidak ada yang mencintai aku lagi seperti kim bum mencintai aku. Hanya ga eul saja yang aku punya sekarang. Aku menangis memeluk ga eul dan melihat mayat orang yang aku cintai terbaring diranjang rumah sakit ini. aku berjanji tidak akan pernah menghianati cinta yang kau beri lagi kepadaku bum. Sekarang keinginan aku hanya membesarkan ga eul dan menunggu Tuhan memanggilku jadi aku bisa bersamamu kembali di alam sana.
The End
Minggu, 04 Agustus 2013
Mini FF/ Don't Leave Me Part 2 ( Special Part Sorry.. And I Love You)
Author: Chintami ( Mediyanti Christin)
Judul: Dont Leave Me Part 2 (Special Part Mianhae And Saranghae)
Genre: Sad, Romantic
Cast: Kim Sang Bum, Kim So Eun, Suzy, Seung Ho, Kim Ga Eul.
Aku berusaha tersenyum kepada seung ho agar aku tidak nampak gugup atau aneh didepan dia.
“annyeong so eun” sapa seung ho.
“annyeong” sapaku kembali.
Kami duduk bertiga, suasananya agak canggung. Tampak suzy yang berusaha mencairkan suasana canggung ini.
“so eun ahh, apa kau mau pesan makanan, kita daritadi kan belum pesan makanan, yuk kita pesan makanan”
“ne” jawabku
Aku melihat-lihat daftar menu makanan dan akhirnya aku putuskan untuk pesan nasi goreng seafood karena itu adalah makanan kesukaanku dulu, waktu aku masih pacaran dengan seung ho dulu, kami sering memesan itu karena kami sama-sama pencinta makanan laut.
“aku pesan nasi goreng seafood” kataku.
“hmm aku sama dengan so eun” kata seung ho.
“kalau gitu aku pesan sama juga dengan kalian” kata suzy lalu menutup buku daftar menu makanannya.
“nasi goreng seafood 3 ya” kata suzy ke pelayan.
Kami sehabis makan hanya ngomong-ngomong sesuatu tidak penting karena suasananya masih canggung. Aku melirik jam tanganku. Jam menunjukkan pukul 12 siang dan sepertinya ga eul sudah pulang sekolah.
“suzy, seung ho.. aku pergi dulu ya, sepertinya anakku sudah pulang sekolah dan aku mesti menjemputnya”
“ohh ne, kami juga sudah mau pergi, kalau gitu kita sama-sama aja keluarnya” kata suzy.
Kami pun keluar dari restoran itu dan aku memasuki mobilku. Aku menyalakan mesin mobilku dan melajukannya ketempat sekolah anakku tapi sampai di tengah jalan mobilku malah mogok. Mobil seung ho dan suzy yang berada di belakangku ikut berhenti. Seung ho dan suzy keluar dari mobil mereka.
“so eun ah, ada apa dengan mobilmu?”tanya suzy
“aku tidak tahu nih, sepertinya mobilku bermasalah lagi”
Aku mencoba men-cek mesin-mesin mobilku tapi sepertinya tidak ada yang aneh, mungkin itu karena aku tidak mengerti tentang mesin-mesin mobil wkwk.
“kau ikut mobil kami saja so eun, aku bakal menyuruh seung ho untuk mengantarkan aku pulang dulu”
“ne?” tanyaku.
“dia bakal mengantarku pulang dulu karena tiba-tiba tadi ibuku meneleponku, menyuruhku untuk pulang secepatnya, katanya sih ada urusan keluarga jadi aku musti cepat-cepat pulang, nanti seung ho bakal menjemput anakmu dan sekalian mengantarmu pulang.” Kata suzy menjelaskan.
“apa tidak merepotkanmu?” tanyaku.
“merepotkan apanya? Kita inikan sahabat, jadi tidak perlu untuk mengatakan hal seperti itu” kata suzy sambil tersenyum.
“gomawo suzy ahh, tapi mobilku?”
“hahaha kau kan bisa menyuruh suamimu untuk mengurusnya nanti”
“haha ide bagus suzy ahh”.
Aku ikut mobil suzy. Aku duduk di jok belakang sambil menelepon kim bum.
“halo kim bum? Kim bum ah, mobilku mogok dan sekarang mobilnya berada di jalan yang menuju ke sekolah ga eul, nanti kamu urus ya bum”
“ne sayang, tapi selepas aku pulang dari kantor ya, jadi sekarang kamu gimana? Apa perlu aku jemput?”
“tidak perlu bum ahh, aku sudah ikut mobilnya temanku”
“ohh baiklah kalau begitu”
“aku tutup teleponnya dulu ya”
“baik sayang” kata kim bum.
Lalu aku menutup teleponnya. Mobil seung ho melaju ke rumah suzy dan sesampainya di rumah suzy, suzy pun turun dari mobil lalu melambai-lambaikan tangannya sebelum masuk kedalam rumahnya. (ceritanya rumah suzy dan sekolah ga eul itu satu jalan ya makanya antarin suzy pulang duluan)
Sekarang mobil seung ho melaju ke sekolah tempat ga eul. Selama perjalanan, kami hanya berdiam diri sampai seung ho memecahkan keheningan.
“apa kabar so eun, lama tidak bertemu denganmu”
“ne, aku baik-baik saja, bagaimana dengan kamu sendiri?”
“aku juga baik”
“ohh begitu” kataku
“bagaimana sikapnya kim bum terhadap kamu?”
“ne? ohh dia.. dia bersikap baik kok terhadap aku”
“baguslah kalau gitu, anakmu sekarang umurnya sudah berapa tahun”
“5 tahun”
Hening lagi, kami berdiam diri lagi sampai kami sampai di sekolahnya ga eul.
Judul: Dont Leave Me Part 2 (Special Part Mianhae And Saranghae)
Genre: Sad, Romantic
Cast: Kim Sang Bum, Kim So Eun, Suzy, Seung Ho, Kim Ga Eul.
Aku berusaha tersenyum kepada seung ho agar aku tidak nampak gugup atau aneh didepan dia.
“annyeong so eun” sapa seung ho.
“annyeong” sapaku kembali.
Kami duduk bertiga, suasananya agak canggung. Tampak suzy yang berusaha mencairkan suasana canggung ini.
“so eun ahh, apa kau mau pesan makanan, kita daritadi kan belum pesan makanan, yuk kita pesan makanan”
“ne” jawabku
Aku melihat-lihat daftar menu makanan dan akhirnya aku putuskan untuk pesan nasi goreng seafood karena itu adalah makanan kesukaanku dulu, waktu aku masih pacaran dengan seung ho dulu, kami sering memesan itu karena kami sama-sama pencinta makanan laut.
“aku pesan nasi goreng seafood” kataku.
“hmm aku sama dengan so eun” kata seung ho.
“kalau gitu aku pesan sama juga dengan kalian” kata suzy lalu menutup buku daftar menu makanannya.
“nasi goreng seafood 3 ya” kata suzy ke pelayan.
Kami sehabis makan hanya ngomong-ngomong sesuatu tidak penting karena suasananya masih canggung. Aku melirik jam tanganku. Jam menunjukkan pukul 12 siang dan sepertinya ga eul sudah pulang sekolah.
“suzy, seung ho.. aku pergi dulu ya, sepertinya anakku sudah pulang sekolah dan aku mesti menjemputnya”
“ohh ne, kami juga sudah mau pergi, kalau gitu kita sama-sama aja keluarnya” kata suzy.
Kami pun keluar dari restoran itu dan aku memasuki mobilku. Aku menyalakan mesin mobilku dan melajukannya ketempat sekolah anakku tapi sampai di tengah jalan mobilku malah mogok. Mobil seung ho dan suzy yang berada di belakangku ikut berhenti. Seung ho dan suzy keluar dari mobil mereka.
“so eun ah, ada apa dengan mobilmu?”tanya suzy
“aku tidak tahu nih, sepertinya mobilku bermasalah lagi”
Aku mencoba men-cek mesin-mesin mobilku tapi sepertinya tidak ada yang aneh, mungkin itu karena aku tidak mengerti tentang mesin-mesin mobil wkwk.
“kau ikut mobil kami saja so eun, aku bakal menyuruh seung ho untuk mengantarkan aku pulang dulu”
“ne?” tanyaku.
“dia bakal mengantarku pulang dulu karena tiba-tiba tadi ibuku meneleponku, menyuruhku untuk pulang secepatnya, katanya sih ada urusan keluarga jadi aku musti cepat-cepat pulang, nanti seung ho bakal menjemput anakmu dan sekalian mengantarmu pulang.” Kata suzy menjelaskan.
“apa tidak merepotkanmu?” tanyaku.
“merepotkan apanya? Kita inikan sahabat, jadi tidak perlu untuk mengatakan hal seperti itu” kata suzy sambil tersenyum.
“gomawo suzy ahh, tapi mobilku?”
“hahaha kau kan bisa menyuruh suamimu untuk mengurusnya nanti”
“haha ide bagus suzy ahh”.
Aku ikut mobil suzy. Aku duduk di jok belakang sambil menelepon kim bum.
“halo kim bum? Kim bum ah, mobilku mogok dan sekarang mobilnya berada di jalan yang menuju ke sekolah ga eul, nanti kamu urus ya bum”
“ne sayang, tapi selepas aku pulang dari kantor ya, jadi sekarang kamu gimana? Apa perlu aku jemput?”
“tidak perlu bum ahh, aku sudah ikut mobilnya temanku”
“ohh baiklah kalau begitu”
“aku tutup teleponnya dulu ya”
“baik sayang” kata kim bum.
Lalu aku menutup teleponnya. Mobil seung ho melaju ke rumah suzy dan sesampainya di rumah suzy, suzy pun turun dari mobil lalu melambai-lambaikan tangannya sebelum masuk kedalam rumahnya. (ceritanya rumah suzy dan sekolah ga eul itu satu jalan ya makanya antarin suzy pulang duluan)
Sekarang mobil seung ho melaju ke sekolah tempat ga eul. Selama perjalanan, kami hanya berdiam diri sampai seung ho memecahkan keheningan.
“apa kabar so eun, lama tidak bertemu denganmu”
“ne, aku baik-baik saja, bagaimana dengan kamu sendiri?”
“aku juga baik”
“ohh begitu” kataku
“bagaimana sikapnya kim bum terhadap kamu?”
“ne? ohh dia.. dia bersikap baik kok terhadap aku”
“baguslah kalau gitu, anakmu sekarang umurnya sudah berapa tahun”
“5 tahun”
Hening lagi, kami berdiam diri lagi sampai kami sampai di sekolahnya ga eul.
Langganan:
Postingan (Atom)

